Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Berdampak Terbaik di Lampung, kembali memperkuat komitmennya dalam menyiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa melalui penyelenggaraan Leadership Education Program (LEP) 2026. Mengusung tema “Empowering Future Leaders with Adaptive, Collaborative, and Impactful Mindsets,” program kepemimpinan tersebut diikuti oleh 400 mahasiswa perwakilan organisasi kemahasiswaan Universitas Teknokrat Indonesia.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 6–8 Agustus 2026, bertempat di Gelanggang Mahasiswa Dr. H. Nasrullah Yusuf. LEP 2026 dirancang sebagai program strategis untuk membangun karakter, kompetensi, dan kapasitas kepemimpinan mahasiswa agar mampu menghadapi perubahan zaman, membangun kolaborasi lintas sektor, serta menciptakan dampak positif bagi masyarakat.
Peserta LEP 2026 merupakan perwakilan dari berbagai Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) Universitas Teknokrat Indonesia, mulai dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMA), hingga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Keterlibatan para pengurus organisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran mahasiswa sebagai motor penggerak berbagai kegiatan kemahasiswaan sekaligus agen perubahan di lingkungan kampus dan masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memahami konsep kepemimpinan, tetapi juga dilatih memiliki kemampuan komunikasi, berpikir strategis, membangun kerja sama tim, mengambil keputusan, mengelola organisasi, serta menyampaikan gagasan secara efektif.
Leadership Education Program 2026 dibuka secara resmi oleh Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Dr. Yanuar Irawan, S.E., M.M., sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas kepemimpinan generasi muda.
Pembukaan LEP 2026 juga menghadirkan Prof. Dr. Kim Soo-ill dari Busan Indonesia Center, Korea Selatan, yang memberikan perspektif internasional dalam pengembangan kepemimpinan dan kapasitas generasi muda.
Kehadiran narasumber dari dalam dan luar negeri tersebut memperlihatkan upaya Universitas Teknokrat Indonesia menghadirkan pendidikan kepemimpinan yang berorientasi global. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi pemimpin di tingkat nasional, tetapi juga dibekali perspektif untuk mampu berkolaborasi lintas budaya dan negara.
Sejumlah tokoh dan akademisi turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia Prof. Dr. H. Didin Muhafidin, S.I.P., M.Si.; Ms. Cherry Kim dari Busan Indonesia Center Korea; serta Associate Professor Winardi Sani, Ph.D. dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, Johor.
Para tamu kehormatan tersebut disambut langsung oleh Pembina Yayasan Pendidikan Teknokrat Hj. Hernaini, S.S., M.Pd., Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. HM Nasrullah Yusuf, S.E., MBA., serta jajaran pimpinan universitas.
Selama pelaksanaan LEP 2026, mahasiswa memperoleh pembekalan dari akademisi, praktisi, pemangku kebijakan, serta tokoh dari dalam dan luar negeri.
Dari unsur eksternal, peserta mendapatkan berbagai perspektif mengenai kepemimpinan dan pengembangan diri, antara lain kepemimpinan berintegritas melalui kebijakan publik bersama Dr. Yanuar Irawan, motivasi pengembangan diri dan kesuksesan bersama Prof. Dr. Kim Soo-ill dari Busan Indonesia Center, serta strategi kerja sama untuk kepentingan bersama bersama Associate Professor Winardi Sani, Ph.D.
Materi lainnya meliputi kepemimpinan adaptif di era transformasi digital menuju Indonesia Emas 2045 yang disampaikan anggota DPRD Lampung Ade Utami Ibnu, S.E., serta kepemimpinan yang berdampak melalui integritas, kolaborasi, dan inovasi bersama Antonius Muhammad Ali, S.H., Wakil Bupati Pesawaran.
Rangkaian materi tersebut memberikan ruang kepada mahasiswa untuk melihat kepemimpinan dari berbagai perspektif, mulai dari pemerintahan, kebijakan publik, dunia akademik, kerja sama internasional, hingga kepemimpinan di tengah transformasi digital.
Tidak hanya menghadirkan narasumber eksternal, Universitas Teknokrat Indonesia juga melibatkan para pimpinan dan dosen sebagai narasumber internal.
Peserta mendapatkan pembekalan mengenai Organization Management, Leadership and Management, Team Building, Decision Making, Proposal Writing Technique, Presentation Technique, hingga Speech Techniques.
Materi tersebut dirancang agar mahasiswa tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi mampu menerapkan keterampilan kepemimpinan secara langsung dalam pengelolaan organisasi maupun ketika memasuki dunia profesional.
Berbagai aktivitas praktik dan simulasi juga menjadi bagian dari kegiatan untuk melatih kemampuan komunikasi, kerja sama, penyelesaian masalah, pengambilan keputusan, serta kemampuan bekerja secara efektif dalam sebuah tim.
Mewakili Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Wakil Rektor, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menegaskan bahwa Leadership Education Program merupakan salah satu agenda strategis universitas dalam membentuk mahasiswa yang memiliki karakter dan kapasitas kepemimpinan.
Menurutnya, perkembangan dunia yang berlangsung sangat cepat menuntut hadirnya pemimpin yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan beradaptasi, komunikasi yang baik, serta kemampuan membangun kolaborasi lintas latar belakang.
“Kami sangat bangga dapat menyelenggarakan Leadership Education Program yang diikuti 400 mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan. Di era perubahan yang sangat dinamis, bangsa ini membutuhkan pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan beradaptasi, komunikasi yang baik, serta mampu bekerja sama lintas budaya dan negara,” ujar Mahathir.
Ia menambahkan bahwa LEP 2026 merupakan bagian dari upaya Universitas Teknokrat Indonesia dalam membangun ekosistem pendidikan yang mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin yang mampu menghadirkan perubahan positif.
“Kami berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan selama mengikuti program ini, tetapi mampu menerapkannya dalam organisasi, lingkungan masyarakat, dan kehidupan profesional. Mereka adalah calon pemimpin yang diharapkan mampu membawa perubahan positif serta turut mewujudkan Indonesia Emas 2045,” katanya.
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM Nasrullah Yusuf, S.E., MBA., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan LEP 2026.
Menurutnya, pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul dalam bidang akademik, tetapi juga membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Rektor menilai tema “Empowering Future Leaders with Adaptive, Collaborative, and Impactful Mindsets” sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Pemimpin masa depan dituntut mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, membangun jejaring dan kolaborasi, sekaligus memastikan setiap keputusan dan tindakan memberikan dampak positif.
“Kami sangat mendukung Leadership Education Program 2026 sebagai bagian dari komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam menyiapkan generasi pemimpin masa depan. Kepemimpinan bukan hanya mengenai kemampuan memimpin orang lain, tetapi juga tentang integritas, tanggung jawab, kemampuan beradaptasi, dan keberanian menghadirkan solusi yang memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Nasrullah Yusuf.
Ia berharap para mahasiswa yang mengikuti program tersebut mampu menjadi teladan di lingkungan kampus sekaligus membawa semangat kepemimpinan yang berdampak ketika mereka terjun ke tengah masyarakat.
Penyelenggaraan LEP 2026 menjadi bagian dari strategi Universitas Teknokrat Indonesia dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui penguatan kepemimpinan, kemampuan komunikasi, kolaborasi, kreativitas, pengambilan keputusan, dan kemampuan beradaptasi, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja serta dinamika sosial dan teknologi yang terus berkembang.
Program ini juga memperkuat posisi organisasi kemahasiswaan sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan yang bersifat praktis. Pengalaman mengelola organisasi, bekerja dalam tim, menyusun program, menyelesaikan persoalan, serta berkomunikasi dengan berbagai pihak menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia profesional.
Leadership Education Program 2026 juga memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi, karakter, keterampilan abad ke-21, dan pembelajaran kepemimpinan bagi mahasiswa.
Pengembangan kemampuan kepemimpinan, inovasi, kreativitas, dan kesiapan menghadapi dunia kerja turut mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi profesional dan mampu menciptakan peluang.
Sementara itu, keterlibatan tokoh pemerintah, akademisi, praktisi, serta mitra internasional dalam LEP 2026 memperkuat implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kolaborasi lintas institusi dan lintas negara tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun generasi muda yang terbuka terhadap kerja sama global.
Melalui Leadership Education Program 2026, Universitas Teknokrat Indonesia menegaskan bahwa pendidikan kepemimpinan merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Dari lingkungan kampus, 400 mahasiswa peserta LEP 2026 dipersiapkan untuk menjadi pemimpin yang adaptif menghadapi perubahan, kolaboratif dalam membangun solusi, berintegritas dalam mengambil keputusan, dan mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.
#KampusBerdampak
#MahasiswaBerdampak
#LeadershipEducationProgram