Bandar Lampung – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung. Sejumlah mahasiswa berhasil lolos dalam program bergengsi Coding Camp 2026, sebuah pelatihan intensif di bidang teknologi yang didukung oleh DBS Foundation.
Program ini diikuti oleh sekitar 60.000 pendaftar dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya peserta terpilih yang berhasil melewati tahapan seleksi ketat, mulai dari administrasi, uji kemampuan logika dan pemrograman, hingga penilaian komitmen mengikuti pelatihan intensif.
Keberhasilan mahasiswa Teknokrat menembus seleksi tersebut menjadi indikator kuat atas kualitas dan daya saing mereka di bidang teknologi informasi di tingkat nasional.
Coding Camp 2026 merupakan program pelatihan berbasis industri yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis dan profesional di bidang teknologi. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara DBS Foundation dan Dicoding yang telah berjalan sejak tahun 2022.
Peserta program akan mendapatkan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), pelatihan teknologi terkini, serta pendampingan langsung dari mentor profesional di industri digital. Materi pelatihan mencakup berbagai bidang strategis seperti:
Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali kemampuan pendukung seperti soft skills dan literasi keuangan guna mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja secara komprehensif.
Program ini menjadi bagian dari komitmen DBS Foundation dalam menciptakan dampak sosial melalui pengembangan talenta digital yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih mahasiswa tersebut.
“Keberhasilan mahasiswa Informatika Teknokrat lolos dalam program Coding Camp 2026 dari puluhan ribu pendaftar merupakan pencapaian yang sangat membanggakan. Ini membuktikan bahwa mahasiswa kita mampu bersaing secara nasional, khususnya di bidang teknologi informasi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, terutama dalam penguasaan teknologi digital yang saat ini menjadi kebutuhan utama dunia industri.
Keberhasilan ini semakin menegaskan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia sebagai salah satu perguruan tinggi yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang teknologi.
Melalui berbagai program kolaboratif seperti Coding Camp, mahasiswa tidak hanya mendapatkan peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga kesempatan memperluas jejaring profesional dan membuka peluang karier di industri digital yang terus berkembang pesat.
Program ini juga menjadi jembatan antara dunia akademik dan industri, sehingga lulusan diharapkan memiliki kesiapan kerja yang tinggi serta mampu berkontribusi dalam ekosistem digital nasional.
Keikutsertaan mahasiswa dalam Coding Camp 2026 juga sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Program ini berkontribusi pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan akses pembelajaran berbasis teknologi yang relevan dan berstandar industri. Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja modern.
Selain itu, program ini juga mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan keterampilan digital yang dapat membuka peluang kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.
Kolaborasi antara DBS Foundation dan Dicoding juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), di mana sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan dampak pendidikan yang luas dan berkelanjutan.
Prestasi mahasiswa Informatika dalam program Coding Camp 2026 menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar dalam menghadapi era transformasi digital. Melalui dukungan institusi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, Universitas Teknokrat Indonesia terus berupaya mencetak lulusan yang unggul, inovatif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Ke depan, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang mampu memanfaatkan peluang serupa untuk meningkatkan kompetensi dan berkontribusi dalam pembangunan ekosistem teknologi digital di Indonesia.