Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia Dr. HM Nasrullah Yusuf, SE., MBA. Jalin Komunikasi dengan Menko Polhukam Mahfud MD

  • By
  • 2 November

Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U., M.I.P, Menko Polhukam, menjadi salah satu pembicara pada pertemuan Forum Rektor Indonesia hari ini serta Majelis Kampus ke-28 dan Konferensi Tahunan Forum Perdana Menteri Indonesia ke-24. Acara tersebut digelar di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya sejak kemarin hingga hari ini.

Prof. Mahfud mengajak seluruh peserta untuk membangun politik, hukum, dan keamanan Indonesia secara sehat sesuai NKRI dan Pancasila.

Rektor Berkesempatan Berbincang dengan Menko Mahfud MD

Baca juga: Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. HM Nasrullah yusuf, SE., MBA. tamu khusus dalam Konferensi Forum Rektor Indonesia 2022

Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap Forum Rektor Indonesia yang aktif di berbagai bidang. Termasuk tema besar yang diusung tahun ini, yaitu peran perguruan tinggi dalam mewujudkan kedaulatan pangan, energi dan obat-obatan.

Prof. Mahfud mengatakan hingga pemilu 2024 diharapkan semua pihak tetap menjaga kondusivitas agar tidak memicu kerusuhan.

Rektor Berkesempatan Berbincang dengan Menko Mahfud MD.

Dr. HM Nasrullah Yusuf, SE., MBA. didampingi Wakil Rektor Dr. H Mahathir Muhammad, SE., MM. dan Ketua Yayasan Pendidikan Teknokrat Dewi Sukmasari, SE, MSA, CA, Akt.

Rektor Berkesempatan Berbincang dengan Menko Mahfud MD

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia yang juga Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia Dr. HM Nasrullah Yusuf, SE., MBA. menekankan pada pertemuan itu bahwa peran perguruan tinggi dalam mencapai kedaulatan pangan, energi dan obat-obatan memang penting. Kampus dengan kapasitas penelitian yang memadai dapat memainkan peran penting, katanya. Hasil penelitian dapat dikembangkan dalam skala besar untuk membantu mencapai kedaulatan yang diinginkan.

Rektor Berkesempatan Berbincang dengan Menko Mahfud MD

Dr. Nasrullah berharap pertemuan itu benar-benar menghasilkan rumusan-rumusan konkrit yang bermanfaat. Nasrullah mengatakan, sebaiknya tenaga teknis menyediakan dana penelitian untuk dosen sesuai dengan kondisi setempat, agar hasil penelitian benar-benar bisa dioptimalkan dan diterapkan. Itu bagian dari dedikasi kampus untuk negara dan negara, katanya.

Dr. Nasrullah menilai kedaulatan pangan dapat dicapai melalui pendekatan teknologi tepat guna. Nasrullah meyakini dengan lahan yang tersedia, ditambah dengan pemanfaatan teknologi, tujuan ini akan tercapai.