Project-Based Learning Model

PTS Terbaik Sumatera – Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) merupakan contoh pembelajaran yang memakai proyek sebagai inti pembelajaran (permendikbud, 2014:20). Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran inovatif yg melibatkan kerja proyek dimana siswa bekerja secara berdikari dalam mengkonstruksi pembelajarannya & mengkulminasikannya pada produk nyata (Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana, 2009:30).Model Pembelajaran Berbasis Proyek

Pengertian Pembelajaran Berbasis Proyek

Berikut ini beberapa pengertian contoh pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) berdasarkan beberapa asal buku:

Menurut NYC Departement of Education (2009:8), contoh pembelajaran Project Based Learning merupakan taktik pembelajaran dimana siswa wajibmenciptakan pengetahuan konten mereka sendiri dan mendemonstrasikan pemahaman baru melalui banyak sekali bentuk representasi.

Menurut Buck Institute for Education, model pembelajaran Project Based Learning adalah suatu metode pedagogi sistematis yg melibatkan para anak didik dalam mempelajari pengetahuan dan keterampilan melalui proses yang terstruktur, pengalaman konkret & teliti yg dibuat buat menghasilkan produk (Sutirman, 2013).

Menurut Daryanto (2009:407), Project Based Learning adalah cara belajar yang memberikan kebebasan berpikir pada anak didik yg berkaiatan menggunakan isi atau bahan pengajaran & tujuan yg direncanakan.

Menurut Boss & Kraus, Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) adalah sebuah model pembelajaran yg menekankan aktivitas anak didik dalam memecahkan banyak sekali pertarungan yg bersifat open-ended & mengaplikasi pengetahuan mereka dalam mengerjakan sebuah proyek untuk membentuk sebuah produk otentik eksklusif (Abidin, 2007:167).Karakteristik Model Pembelajaran PjBL

Model pembelajaran Project Based Learnin dikembangkan dari taraf perkembangan berfikir anak didik menggunakan berpusat dalam kegiatan belajar murid sebagai akibatnya memungkinkan mereka buat beraktivitas sinkron dengan keterampilan, ketenangan, & minat belajarnya. Model ini menaruh kesempatan dalam anak didik buat memilih sendiri proyek yg akan dikerjakannya baik pada hal merumuskan pertanyaan yang akan dijawab, memilih topik yang akan diteliti, maupun menentukan aktivitas penelitian yang akan dilakukan. Peran pengajar dalam pembelajaran merupakan menjadi fasilitator, menyediakan bahan dan pengalaman bekerja, mendorong anak didik berdiskusi dan memecahkan masalah, dan memastikan anak didik tetap bersemangat selama mereka melaksanakan proyek.

Karakteristik Model pembelajaran Project Based Learning

 

Model pembelajaran Project Based Learning mempunyai beberapa karakteristik, yaitu sebagai berikut (Winastaman Gora & Sunarto, 2010:119):Mengembangkan pertanyaan atau perkara, yg berarti pembelajaran wajibmenyebarkan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa.Memiliki hubungan menggunakan dunia konkret, berarti bahwa pembelajaran yang outentik dan murid dihadapkan menggunakan kasus yg ada dalam dunia konkret. Menekankan pada tanggung jawab murid, merupakan proses siswa buat mengakses keterangan buat menemukan solusi yg sedang dihadapi. Penilaian, evaluasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan output proyek yg dikerjakan anak didik.

Sedangkan dari Stripling, contoh Project Based Learning memiliki tujuh karakteristik sebagai berikut (Sani, 2014:173-174):Mengarahkan siswa buat menginvestifigasi ide dan pertanyaan penting.Merupakan proses inkuiri.Terkait menggunakan kebutuhan & minat murid. Berpusat pada murid dengan membuat produk dan melakukan presentasi secara berdikari.Menggunakan ketrampilan berpikir kreatif, kritis, & mencari keterangan buat melakukan pemeriksaan, menarik konklusi, & menghasilkan produk.Terkait menggunakan perseteruan & informasi global nyata yang autentik. Prinsip-prinsip Model Pembelajaran PjBL

Menurut Thomas, pembelajaran berbasis proyek memiliki beberapa prinsip dalam penerapan-nya, yaitu (Wena, 2011):Sentralistis. Model pembelajaran ini adalah pusat menurut taktik pembelajaran, karena siswa mengusut konsep utama dari suatu pengetahuan melalui kerja proyek. Pekerjaan proyek adalah pusat berdasarkan aktivitas pembelajaran yg dilakukan sang murid pada kelas. Pertanyaan Penuntun. Pekerjaan proyek yang dilakukan sang anak didik bersumber pada pertanyaan atau duduk perkara yg menuntun anak didik untuk menemukan konsep tentang bidang tertentu. Dalam hal ini aktivitas bekerja menjadi motivasi eksternal yg dapat membangkitkan motivasi internal dalam diri siswa buat menciptakan kemandirian pada menyelesaikan tugas. Investigasi Konstruktif. Pembelajaran berbasis proyek terjadi proses investigasi yg dilakukan sang murid buat merumuskan pengetahuan yang dibutuhkan buat mengerjakan proyek. Oleh karenanya pengajar harus bisa merancang taktik pembelajaran yang mendorong murid untuk melakukan proses pencarian & atau pendalaman konsep pengetahuan pada rangka menyelesaikan perkara atau proyek yang dihadapi. Otonomi. Pembelajaran berbasis proyek, anak didik diberi kebebasan atau otonomi untuk menentukan sasaran sendiri & bertanggung jawab terhadap apa yg dikerjakan. Pengajar berperan sebagai motivator & fasilitator buat mendukung keberhasilan siswa pada belajar.Realistis. Proyek yg dikerjakan oleh anak didik merupakan pekerjaan nyata yang sesuai menggunakan kenyataan pada lapangan kerja atau di warga . Proyek yg dikerjakan bukan dalam bentuk simulasi atau imitasi, melainkan pekerjaan atau perseteruan yang sahih-sahih nyata.

Model pembelajaran Project Based Learning awalnya dikembangkan oleh The George Lucas Education Foundation & Dopplet, menggunakan langkah-langkah pembelajaran menurut beberapa fase menjadi berikut (Kemdikbud, 2014:34):

PTS Terbaik Sumatera – Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) merupakan contoh pembelajaran yang memakai proyek sebagai inti pembelajaran (permendikbud, 2014:20). Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran inovatif yg melibatkan kerja proyek dimana siswa bekerja secara berdikari dalam mengkonstruksi pembelajarannya & mengkulminasikannya pada produk nyata (Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana, 2009:30).Model Pembelajaran Berbasis Proyek

Pengertian Pembelajaran Berbasis Proyek

Berikut ini beberapa pengertian contoh pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) berdasarkan beberapa asal buku:

Menurut NYC Departement of Education (2009:8), contoh pembelajaran Project Based Learning merupakan taktik pembelajaran dimana siswa wajibmenciptakan pengetahuan konten mereka sendiri dan mendemonstrasikan pemahaman baru melalui banyak sekali bentuk representasi.

Menurut Buck Institute for Education, model pembelajaran Project Based Learning adalah suatu metode pedagogi sistematis yg melibatkan para anak didik dalam mempelajari pengetahuan dan keterampilan melalui proses yang terstruktur, pengalaman konkret & teliti yg dibuat buat menghasilkan produk (Sutirman, 2013).

Menurut Daryanto (2009:407), Project Based Learning adalah cara belajar yang memberikan kebebasan berpikir pada anak didik yg berkaiatan menggunakan isi atau bahan pengajaran & tujuan yg direncanakan.

Menurut Boss & Kraus, Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) adalah sebuah model pembelajaran yg menekankan aktivitas anak didik dalam memecahkan banyak sekali pertarungan yg bersifat open-ended & mengaplikasi pengetahuan mereka dalam mengerjakan sebuah proyek untuk membentuk sebuah produk otentik eksklusif (Abidin, 2007:167).Karakteristik Model Pembelajaran PjBL

Model pembelajaran Project Based Learnin dikembangkan dari taraf perkembangan berfikir anak didik menggunakan berpusat dalam kegiatan belajar murid sebagai akibatnya memungkinkan mereka buat beraktivitas sinkron dengan keterampilan, ketenangan, & minat belajarnya. Model ini menaruh kesempatan dalam anak didik buat memilih sendiri proyek yg akan dikerjakannya baik pada hal merumuskan pertanyaan yang akan dijawab, memilih topik yang akan diteliti, maupun menentukan aktivitas penelitian yang akan dilakukan. Peran pengajar dalam pembelajaran merupakan menjadi fasilitator, menyediakan bahan dan pengalaman bekerja, mendorong anak didik berdiskusi dan memecahkan masalah, dan memastikan anak didik tetap bersemangat selama mereka melaksanakan proyek.

Karakteristik Model pembelajaran Project Based Learning

 

Model pembelajaran Project Based Learning mempunyai beberapa karakteristik, yaitu sebagai berikut (Winastaman Gora & Sunarto, 2010:119):Mengembangkan pertanyaan atau perkara, yg berarti pembelajaran wajibmenyebarkan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa.Memiliki hubungan menggunakan dunia konkret, berarti bahwa pembelajaran yang outentik dan murid dihadapkan menggunakan kasus yg ada dalam dunia konkret. Menekankan pada tanggung jawab murid, merupakan proses siswa buat mengakses keterangan buat menemukan solusi yg sedang dihadapi. Penilaian, evaluasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan output proyek yg dikerjakan anak didik.

Sedangkan dari Stripling, contoh Project Based Learning memiliki tujuh karakteristik sebagai berikut (Sani, 2014:173-174):Mengarahkan siswa buat menginvestifigasi ide dan pertanyaan penting.Merupakan proses inkuiri.Terkait menggunakan kebutuhan & minat murid. Berpusat pada murid dengan membuat produk dan melakukan presentasi secara berdikari.Menggunakan ketrampilan berpikir kreatif, kritis, & mencari keterangan buat melakukan pemeriksaan, menarik konklusi, & menghasilkan produk.Terkait menggunakan perseteruan & informasi global nyata yang autentik. Prinsip-prinsip Model Pembelajaran PjBL

Menurut Thomas, pembelajaran berbasis proyek memiliki beberapa prinsip dalam penerapan-nya, yaitu (Wena, 2011):Sentralistis. Model pembelajaran ini adalah pusat menurut taktik pembelajaran, karena siswa mengusut konsep utama dari suatu pengetahuan melalui kerja proyek. Pekerjaan proyek adalah pusat berdasarkan aktivitas pembelajaran yg dilakukan sang murid pada kelas. Pertanyaan Penuntun. Pekerjaan proyek yang dilakukan sang anak didik bersumber pada pertanyaan atau duduk perkara yg menuntun anak didik untuk menemukan konsep tentang bidang tertentu. Dalam hal ini aktivitas bekerja menjadi motivasi eksternal yg dapat membangkitkan motivasi internal dalam diri siswa buat menciptakan kemandirian pada menyelesaikan tugas. Investigasi Konstruktif. Pembelajaran berbasis proyek terjadi proses investigasi yg dilakukan sang murid buat merumuskan pengetahuan yang dibutuhkan buat mengerjakan proyek. Oleh karenanya pengajar harus bisa merancang taktik pembelajaran yang mendorong murid untuk melakukan proses pencarian & atau pendalaman konsep pengetahuan pada rangka menyelesaikan perkara atau proyek yang dihadapi. Otonomi. Pembelajaran berbasis proyek, anak didik diberi kebebasan atau otonomi untuk menentukan sasaran sendiri & bertanggung jawab terhadap apa yg dikerjakan. Pengajar berperan sebagai motivator & fasilitator buat mendukung keberhasilan siswa pada belajar.Realistis. Proyek yg dikerjakan oleh anak didik merupakan pekerjaan nyata yang sesuai menggunakan kenyataan pada lapangan kerja atau di warga . Proyek yg dikerjakan bukan dalam bentuk simulasi atau imitasi, melainkan pekerjaan atau perseteruan yang sahih-sahih nyata.

Model pembelajaran Project Based Learning awalnya dikembangkan oleh The George Lucas Education Foundation & Dopplet, menggunakan langkah-langkah pembelajaran menurut beberapa fase menjadi berikut (Kemdikbud, 2014:34):

Pembelajaran berbasis proyek

PTS Terbaik Sumatera – Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) merupakan contoh pembelajaran yang memakai proyek sebagai inti pembelajaran (permendikbud, 2014:20). Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran inovatif yg melibatkan kerja proyek dimana siswa bekerja secara berdikari dalam mengkonstruksi pembelajarannya & mengkulminasikannya pada produk nyata (Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana, 2009:30).Model Pembelajaran Berbasis Proyek

Pengertian Pembelajaran Berbasis Proyek

Berikut ini beberapa pengertian contoh pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) berdasarkan beberapa asal buku:

Menurut NYC Departement of Education (2009:8), contoh pembelajaran Project Based Learning merupakan taktik pembelajaran dimana siswa wajibmenciptakan pengetahuan konten mereka sendiri dan mendemonstrasikan pemahaman baru melalui banyak sekali bentuk representasi.

Menurut Buck Institute for Education, model pembelajaran Project Based Learning adalah suatu metode pedagogi sistematis yg melibatkan para anak didik dalam mempelajari pengetahuan dan keterampilan melalui proses yang terstruktur, pengalaman konkret & teliti yg dibuat buat menghasilkan produk (Sutirman, 2013).

Menurut Daryanto (2009:407), Project Based Learning adalah cara belajar yang memberikan kebebasan berpikir pada anak didik yg berkaiatan menggunakan isi atau bahan pengajaran & tujuan yg direncanakan.

Menurut Boss & Kraus, Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) adalah sebuah model pembelajaran yg menekankan aktivitas anak didik dalam memecahkan banyak sekali pertarungan yg bersifat open-ended & mengaplikasi pengetahuan mereka dalam mengerjakan sebuah proyek untuk membentuk sebuah produk otentik eksklusif (Abidin, 2007:167).Karakteristik Model Pembelajaran PjBL

Model pembelajaran Project Based Learnin dikembangkan dari taraf perkembangan berfikir anak didik menggunakan berpusat dalam kegiatan belajar murid sebagai akibatnya memungkinkan mereka buat beraktivitas sinkron dengan keterampilan, ketenangan, & minat belajarnya. Model ini menaruh kesempatan dalam anak didik buat memilih sendiri proyek yg akan dikerjakannya baik pada hal merumuskan pertanyaan yang akan dijawab, memilih topik yang akan diteliti, maupun menentukan aktivitas penelitian yang akan dilakukan. Peran pengajar dalam pembelajaran merupakan menjadi fasilitator, menyediakan bahan dan pengalaman bekerja, mendorong anak didik berdiskusi dan memecahkan masalah, dan memastikan anak didik tetap bersemangat selama mereka melaksanakan proyek.

Karakteristik Model pembelajaran Project Based Learning

 

Model pembelajaran Project Based Learning mempunyai beberapa karakteristik, yaitu sebagai berikut (Winastaman Gora & Sunarto, 2010:119):Mengembangkan pertanyaan atau perkara, yg berarti pembelajaran wajibmenyebarkan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa.Memiliki hubungan menggunakan dunia konkret, berarti bahwa pembelajaran yang outentik dan murid dihadapkan menggunakan kasus yg ada dalam dunia konkret. Menekankan pada tanggung jawab murid, merupakan proses siswa buat mengakses keterangan buat menemukan solusi yg sedang dihadapi. Penilaian, evaluasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan output proyek yg dikerjakan anak didik.

Sedangkan dari Stripling, contoh Project Based Learning memiliki tujuh karakteristik sebagai berikut (Sani, 2014:173-174):Mengarahkan siswa buat menginvestifigasi ide dan pertanyaan penting.Merupakan proses inkuiri.Terkait menggunakan kebutuhan & minat murid. Berpusat pada murid dengan membuat produk dan melakukan presentasi secara berdikari.Menggunakan ketrampilan berpikir kreatif, kritis, & mencari keterangan buat melakukan pemeriksaan, menarik konklusi, & menghasilkan produk.Terkait menggunakan perseteruan & informasi global nyata yang autentik. Prinsip-prinsip Model Pembelajaran PjBL

Menurut Thomas, pembelajaran berbasis proyek memiliki beberapa prinsip dalam penerapan-nya, yaitu (Wena, 2011):Sentralistis. Model pembelajaran ini adalah pusat menurut taktik pembelajaran, karena siswa mengusut konsep utama dari suatu pengetahuan melalui kerja proyek. Pekerjaan proyek adalah pusat berdasarkan aktivitas pembelajaran yg dilakukan sang murid pada kelas. Pertanyaan Penuntun. Pekerjaan proyek yang dilakukan sang anak didik bersumber pada pertanyaan atau duduk perkara yg menuntun anak didik untuk menemukan konsep tentang bidang tertentu. Dalam hal ini aktivitas bekerja menjadi motivasi eksternal yg dapat membangkitkan motivasi internal dalam diri siswa buat menciptakan kemandirian pada menyelesaikan tugas. Investigasi Konstruktif. Pembelajaran berbasis proyek terjadi proses investigasi yg dilakukan sang murid buat merumuskan pengetahuan yang dibutuhkan buat mengerjakan proyek. Oleh karenanya pengajar harus bisa merancang taktik pembelajaran yang mendorong murid untuk melakukan proses pencarian & atau pendalaman konsep pengetahuan pada rangka menyelesaikan perkara atau proyek yang dihadapi. Otonomi. Pembelajaran berbasis proyek, anak didik diberi kebebasan atau otonomi untuk menentukan sasaran sendiri & bertanggung jawab terhadap apa yg dikerjakan. Pengajar berperan sebagai motivator & fasilitator buat mendukung keberhasilan siswa pada belajar.Realistis. Proyek yg dikerjakan oleh anak didik merupakan pekerjaan nyata yang sesuai menggunakan kenyataan pada lapangan kerja atau di warga . Proyek yg dikerjakan bukan dalam bentuk simulasi atau imitasi, melainkan pekerjaan atau perseteruan yang sahih-sahih nyata.

Model pembelajaran Project Based Learning awalnya dikembangkan oleh The George Lucas Education Foundation & Dopplet, menggunakan langkah-langkah pembelajaran menurut beberapa fase menjadi berikut (Kemdikbud, 2014:34):

PTS Terbaik Sumatera – Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) merupakan contoh pembelajaran yang memakai proyek sebagai inti pembelajaran (permendikbud, 2014:20). Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran inovatif yg melibatkan kerja proyek dimana siswa bekerja secara berdikari dalam mengkonstruksi pembelajarannya & mengkulminasikannya pada produk nyata (Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana, 2009:30).Model Pembelajaran Berbasis Proyek

Pengertian Pembelajaran Berbasis Proyek

Berikut ini beberapa pengertian contoh pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) berdasarkan beberapa asal buku:

Menurut NYC Departement of Education (2009:8), contoh pembelajaran Project Based Learning merupakan taktik pembelajaran dimana siswa wajibmenciptakan pengetahuan konten mereka sendiri dan mendemonstrasikan pemahaman baru melalui banyak sekali bentuk representasi.

Menurut Buck Institute for Education, model pembelajaran Project Based Learning adalah suatu metode pedagogi sistematis yg melibatkan para anak didik dalam mempelajari pengetahuan dan keterampilan melalui proses yang terstruktur, pengalaman konkret & teliti yg dibuat buat menghasilkan produk (Sutirman, 2013).

Menurut Daryanto (2009:407), Project Based Learning adalah cara belajar yang memberikan kebebasan berpikir pada anak didik yg berkaiatan menggunakan isi atau bahan pengajaran & tujuan yg direncanakan.

Menurut Boss & Kraus, Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) adalah sebuah model pembelajaran yg menekankan aktivitas anak didik dalam memecahkan banyak sekali pertarungan yg bersifat open-ended & mengaplikasi pengetahuan mereka dalam mengerjakan sebuah proyek untuk membentuk sebuah produk otentik eksklusif (Abidin, 2007:167).Karakteristik Model Pembelajaran PjBL

Model pembelajaran Project Based Learnin dikembangkan dari taraf perkembangan berfikir anak didik menggunakan berpusat dalam kegiatan belajar murid sebagai akibatnya memungkinkan mereka buat beraktivitas sinkron dengan keterampilan, ketenangan, & minat belajarnya. Model ini menaruh kesempatan dalam anak didik buat memilih sendiri proyek yg akan dikerjakannya baik pada hal merumuskan pertanyaan yang akan dijawab, memilih topik yang akan diteliti, maupun menentukan aktivitas penelitian yang akan dilakukan. Peran pengajar dalam pembelajaran merupakan menjadi fasilitator, menyediakan bahan dan pengalaman bekerja, mendorong anak didik berdiskusi dan memecahkan masalah, dan memastikan anak didik tetap bersemangat selama mereka melaksanakan proyek.

Karakteristik Model pembelajaran Project Based Learning

 

Model pembelajaran Project Based Learning mempunyai beberapa karakteristik, yaitu sebagai berikut (Winastaman Gora & Sunarto, 2010:119):Mengembangkan pertanyaan atau perkara, yg berarti pembelajaran wajibmenyebarkan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa.Memiliki hubungan menggunakan dunia konkret, berarti bahwa pembelajaran yang outentik dan murid dihadapkan menggunakan kasus yg ada dalam dunia konkret. Menekankan pada tanggung jawab murid, merupakan proses siswa buat mengakses keterangan buat menemukan solusi yg sedang dihadapi. Penilaian, evaluasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan output proyek yg dikerjakan anak didik.

Sedangkan dari Stripling, contoh Project Based Learning memiliki tujuh karakteristik sebagai berikut (Sani, 2014:173-174):Mengarahkan siswa buat menginvestifigasi ide dan pertanyaan penting.Merupakan proses inkuiri.Terkait menggunakan kebutuhan & minat murid. Berpusat pada murid dengan membuat produk dan melakukan presentasi secara berdikari.Menggunakan ketrampilan berpikir kreatif, kritis, & mencari keterangan buat melakukan pemeriksaan, menarik konklusi, & menghasilkan produk.Terkait menggunakan perseteruan & informasi global nyata yang autentik. Prinsip-prinsip Model Pembelajaran PjBL

Menurut Thomas, pembelajaran berbasis proyek memiliki beberapa prinsip dalam penerapan-nya, yaitu (Wena, 2011):Sentralistis. Model pembelajaran ini adalah pusat menurut taktik pembelajaran, karena siswa mengusut konsep utama dari suatu pengetahuan melalui kerja proyek. Pekerjaan proyek adalah pusat berdasarkan aktivitas pembelajaran yg dilakukan sang murid pada kelas. Pertanyaan Penuntun. Pekerjaan proyek yang dilakukan sang anak didik bersumber pada pertanyaan atau duduk perkara yg menuntun anak didik untuk menemukan konsep tentang bidang tertentu. Dalam hal ini aktivitas bekerja menjadi motivasi eksternal yg dapat membangkitkan motivasi internal dalam diri siswa buat menciptakan kemandirian pada menyelesaikan tugas. Investigasi Konstruktif. Pembelajaran berbasis proyek terjadi proses investigasi yg dilakukan sang murid buat merumuskan pengetahuan yang dibutuhkan buat mengerjakan proyek. Oleh karenanya pengajar harus bisa merancang taktik pembelajaran yang mendorong murid untuk melakukan proses pencarian & atau pendalaman konsep pengetahuan pada rangka menyelesaikan perkara atau proyek yang dihadapi. Otonomi. Pembelajaran berbasis proyek, anak didik diberi kebebasan atau otonomi untuk menentukan sasaran sendiri & bertanggung jawab terhadap apa yg dikerjakan. Pengajar berperan sebagai motivator & fasilitator buat mendukung keberhasilan siswa pada belajar.Realistis. Proyek yg dikerjakan oleh anak didik merupakan pekerjaan nyata yang sesuai menggunakan kenyataan pada lapangan kerja atau di warga . Proyek yg dikerjakan bukan dalam bentuk simulasi atau imitasi, melainkan pekerjaan atau perseteruan yang sahih-sahih nyata.

Model pembelajaran Project Based Learning awalnya dikembangkan oleh The George Lucas Education Foundation & Dopplet, menggunakan langkah-langkah pembelajaran menurut beberapa fase menjadi berikut (Kemdikbud, 2014:34):

PTS Terbaik Sumatera – Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) merupakan contoh pembelajaran yang memakai proyek sebagai inti pembelajaran (permendikbud, 2014:20). Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran inovatif yg melibatkan kerja proyek dimana siswa bekerja secara berdikari dalam mengkonstruksi pembelajarannya & mengkulminasikannya pada produk nyata (Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana, 2009:30).Model Pembelajaran Berbasis Proyek

Pengertian Pembelajaran Berbasis Proyek

Berikut ini beberapa pengertian contoh pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) berdasarkan beberapa asal buku:

Menurut NYC Departement of Education (2009:8), contoh pembelajaran Project Based Learning merupakan taktik pembelajaran dimana siswa wajibmenciptakan pengetahuan konten mereka sendiri dan mendemonstrasikan pemahaman baru melalui banyak sekali bentuk representasi.

Menurut Buck Institute for Education, model pembelajaran Project Based Learning adalah suatu metode pedagogi sistematis yg melibatkan para anak didik dalam mempelajari pengetahuan dan keterampilan melalui proses yang terstruktur, pengalaman konkret & teliti yg dibuat buat menghasilkan produk (Sutirman, 2013).

Menurut Daryanto (2009:407), Project Based Learning adalah cara belajar yang memberikan kebebasan berpikir pada anak didik yg berkaiatan menggunakan isi atau bahan pengajaran & tujuan yg direncanakan.

Menurut Boss & Kraus, Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) adalah sebuah model pembelajaran yg menekankan aktivitas anak didik dalam memecahkan banyak sekali pertarungan yg bersifat open-ended & mengaplikasi pengetahuan mereka dalam mengerjakan sebuah proyek untuk membentuk sebuah produk otentik eksklusif (Abidin, 2007:167).Karakteristik Model Pembelajaran PjBL

Model pembelajaran Project Based Learnin dikembangkan dari taraf perkembangan berfikir anak didik menggunakan berpusat dalam kegiatan belajar murid sebagai akibatnya memungkinkan mereka buat beraktivitas sinkron dengan keterampilan, ketenangan, & minat belajarnya. Model ini menaruh kesempatan dalam anak didik buat memilih sendiri proyek yg akan dikerjakannya baik pada hal merumuskan pertanyaan yang akan dijawab, memilih topik yang akan diteliti, maupun menentukan aktivitas penelitian yang akan dilakukan. Peran pengajar dalam pembelajaran merupakan menjadi fasilitator, menyediakan bahan dan pengalaman bekerja, mendorong anak didik berdiskusi dan memecahkan masalah, dan memastikan anak didik tetap bersemangat selama mereka melaksanakan proyek.

Karakteristik Model pembelajaran Project Based Learning

 

Model pembelajaran Project Based Learning mempunyai beberapa karakteristik, yaitu sebagai berikut (Winastaman Gora & Sunarto, 2010:119):Mengembangkan pertanyaan atau perkara, yg berarti pembelajaran wajibmenyebarkan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa.Memiliki hubungan menggunakan dunia konkret, berarti bahwa pembelajaran yang outentik dan murid dihadapkan menggunakan kasus yg ada dalam dunia konkret. Menekankan pada tanggung jawab murid, merupakan proses siswa buat mengakses keterangan buat menemukan solusi yg sedang dihadapi. Penilaian, evaluasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan output proyek yg dikerjakan anak didik.

Sedangkan dari Stripling, contoh Project Based Learning memiliki tujuh karakteristik sebagai berikut (Sani, 2014:173-174):Mengarahkan siswa buat menginvestifigasi ide dan pertanyaan penting.Merupakan proses inkuiri.Terkait menggunakan kebutuhan & minat murid. Berpusat pada murid dengan membuat produk dan melakukan presentasi secara berdikari.Menggunakan ketrampilan berpikir kreatif, kritis, & mencari keterangan buat melakukan pemeriksaan, menarik konklusi, & menghasilkan produk.Terkait menggunakan perseteruan & informasi global nyata yang autentik. Prinsip-prinsip Model Pembelajaran PjBL

Menurut Thomas, pembelajaran berbasis proyek memiliki beberapa prinsip dalam penerapan-nya, yaitu (Wena, 2011):Sentralistis. Model pembelajaran ini adalah pusat menurut taktik pembelajaran, karena siswa mengusut konsep utama dari suatu pengetahuan melalui kerja proyek. Pekerjaan proyek adalah pusat berdasarkan aktivitas pembelajaran yg dilakukan sang murid pada kelas. Pertanyaan Penuntun. Pekerjaan proyek yang dilakukan sang anak didik bersumber pada pertanyaan atau duduk perkara yg menuntun anak didik untuk menemukan konsep tentang bidang tertentu. Dalam hal ini aktivitas bekerja menjadi motivasi eksternal yg dapat membangkitkan motivasi internal dalam diri siswa buat menciptakan kemandirian pada menyelesaikan tugas. Investigasi Konstruktif. Pembelajaran berbasis proyek terjadi proses investigasi yg dilakukan sang murid buat merumuskan pengetahuan yang dibutuhkan buat mengerjakan proyek. Oleh karenanya pengajar harus bisa merancang taktik pembelajaran yang mendorong murid untuk melakukan proses pencarian & atau pendalaman konsep pengetahuan pada rangka menyelesaikan perkara atau proyek yang dihadapi. Otonomi. Pembelajaran berbasis proyek, anak didik diberi kebebasan atau otonomi untuk menentukan sasaran sendiri & bertanggung jawab terhadap apa yg dikerjakan. Pengajar berperan sebagai motivator & fasilitator buat mendukung keberhasilan siswa pada belajar.Realistis. Proyek yg dikerjakan oleh anak didik merupakan pekerjaan nyata yang sesuai menggunakan kenyataan pada lapangan kerja atau di warga . Proyek yg dikerjakan bukan dalam bentuk simulasi atau imitasi, melainkan pekerjaan atau perseteruan yang sahih-sahih nyata.

Model pembelajaran Project Based Learning awalnya dikembangkan oleh The George Lucas Education Foundation & Dopplet, menggunakan langkah-langkah pembelajaran menurut beberapa fase menjadi berikut (Kemdikbud, 2014:34):

PTS Terbaik Sumatera – Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) merupakan contoh pembelajaran yang memakai proyek sebagai inti pembelajaran (permendikbud, 2014:20). Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran inovatif yg melibatkan kerja proyek dimana siswa bekerja secara berdikari dalam mengkonstruksi pembelajarannya & mengkulminasikannya pada produk nyata (Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana, 2009:30).Model Pembelajaran Berbasis Proyek

Pengertian Pembelajaran Berbasis Proyek

Berikut ini beberapa pengertian contoh pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) berdasarkan beberapa asal buku:

Menurut NYC Departement of Education (2009:8), contoh pembelajaran Project Based Learning merupakan taktik pembelajaran dimana siswa wajibmenciptakan pengetahuan konten mereka sendiri dan mendemonstrasikan pemahaman baru melalui banyak sekali bentuk representasi.

Menurut Buck Institute for Education, model pembelajaran Project Based Learning adalah suatu metode pedagogi sistematis yg melibatkan para anak didik dalam mempelajari pengetahuan dan keterampilan melalui proses yang terstruktur, pengalaman konkret & teliti yg dibuat buat menghasilkan produk (Sutirman, 2013).

Menurut Daryanto (2009:407), Project Based Learning adalah cara belajar yang memberikan kebebasan berpikir pada anak didik yg berkaiatan menggunakan isi atau bahan pengajaran & tujuan yg direncanakan.

Menurut Boss & Kraus, Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) adalah sebuah model pembelajaran yg menekankan aktivitas anak didik dalam memecahkan banyak sekali pertarungan yg bersifat open-ended & mengaplikasi pengetahuan mereka dalam mengerjakan sebuah proyek untuk membentuk sebuah produk otentik eksklusif (Abidin, 2007:167).Karakteristik Model Pembelajaran PjBL

Model pembelajaran Project Based Learnin dikembangkan dari taraf perkembangan berfikir anak didik menggunakan berpusat dalam kegiatan belajar murid sebagai akibatnya memungkinkan mereka buat beraktivitas sinkron dengan keterampilan, ketenangan, & minat belajarnya. Model ini menaruh kesempatan dalam anak didik buat memilih sendiri proyek yg akan dikerjakannya baik pada hal merumuskan pertanyaan yang akan dijawab, memilih topik yang akan diteliti, maupun menentukan aktivitas penelitian yang akan dilakukan. Peran pengajar dalam pembelajaran merupakan menjadi fasilitator, menyediakan bahan dan pengalaman bekerja, mendorong anak didik berdiskusi dan memecahkan masalah, dan memastikan anak didik tetap bersemangat selama mereka melaksanakan proyek.

Karakteristik Model pembelajaran Project Based Learning

 

Model pembelajaran Project Based Learning mempunyai beberapa karakteristik, yaitu sebagai berikut (Winastaman Gora & Sunarto, 2010:119):Mengembangkan pertanyaan atau perkara, yg berarti pembelajaran wajibmenyebarkan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa.Memiliki hubungan menggunakan dunia konkret, berarti bahwa pembelajaran yang outentik dan murid dihadapkan menggunakan kasus yg ada dalam dunia konkret. Menekankan pada tanggung jawab murid, merupakan proses siswa buat mengakses keterangan buat menemukan solusi yg sedang dihadapi. Penilaian, evaluasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan output proyek yg dikerjakan anak didik.

Sedangkan dari Stripling, contoh Project Based Learning memiliki tujuh karakteristik sebagai berikut (Sani, 2014:173-174):Mengarahkan siswa buat menginvestifigasi ide dan pertanyaan penting.Merupakan proses inkuiri.Terkait menggunakan kebutuhan & minat murid. Berpusat pada murid dengan membuat produk dan melakukan presentasi secara berdikari.Menggunakan ketrampilan berpikir kreatif, kritis, & mencari keterangan buat melakukan pemeriksaan, menarik konklusi, & menghasilkan produk.Terkait menggunakan perseteruan & informasi global nyata yang autentik. Prinsip-prinsip Model Pembelajaran PjBL

Menurut Thomas, pembelajaran berbasis proyek memiliki beberapa prinsip dalam penerapan-nya, yaitu (Wena, 2011):Sentralistis. Model pembelajaran ini adalah pusat menurut taktik pembelajaran, karena siswa mengusut konsep utama dari suatu pengetahuan melalui kerja proyek. Pekerjaan proyek adalah pusat berdasarkan aktivitas pembelajaran yg dilakukan sang murid pada kelas. Pertanyaan Penuntun. Pekerjaan proyek yang dilakukan sang anak didik bersumber pada pertanyaan atau duduk perkara yg menuntun anak didik untuk menemukan konsep tentang bidang tertentu. Dalam hal ini aktivitas bekerja menjadi motivasi eksternal yg dapat membangkitkan motivasi internal dalam diri siswa buat menciptakan kemandirian pada menyelesaikan tugas. Investigasi Konstruktif. Pembelajaran berbasis proyek terjadi proses investigasi yg dilakukan sang murid buat merumuskan pengetahuan yang dibutuhkan buat mengerjakan proyek. Oleh karenanya pengajar harus bisa merancang taktik pembelajaran yang mendorong murid untuk melakukan proses pencarian & atau pendalaman konsep pengetahuan pada rangka menyelesaikan perkara atau proyek yang dihadapi. Otonomi. Pembelajaran berbasis proyek, anak didik diberi kebebasan atau otonomi untuk menentukan sasaran sendiri & bertanggung jawab terhadap apa yg dikerjakan. Pengajar berperan sebagai motivator & fasilitator buat mendukung keberhasilan siswa pada belajar.Realistis. Proyek yg dikerjakan oleh anak didik merupakan pekerjaan nyata yang sesuai menggunakan kenyataan pada lapangan kerja atau di warga . Proyek yg dikerjakan bukan dalam bentuk simulasi atau imitasi, melainkan pekerjaan atau perseteruan yang sahih-sahih nyata.

Model pembelajaran Project Based Learning awalnya dikembangkan oleh The George Lucas Education Foundation & Dopplet, menggunakan langkah-langkah pembelajaran menurut beberapa fase menjadi berikut (Kemdikbud, 2014:34):

PTS Terbaik Sumatera – Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) merupakan contoh pembelajaran yang memakai proyek sebagai inti pembelajaran (permendikbud, 2014:20). Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran inovatif yg melibatkan kerja proyek dimana siswa bekerja secara berdikari dalam mengkonstruksi pembelajarannya & mengkulminasikannya pada produk nyata (Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana, 2009:30).Model Pembelajaran Berbasis Proyek

Pengertian Pembelajaran Berbasis Proyek

Berikut ini beberapa pengertian contoh pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) berdasarkan beberapa asal buku:

Menurut NYC Departement of Education (2009:8), contoh pembelajaran Project Based Learning merupakan taktik pembelajaran dimana siswa wajibmenciptakan pengetahuan konten mereka sendiri dan mendemonstrasikan pemahaman baru melalui banyak sekali bentuk representasi.

Menurut Buck Institute for Education, model pembelajaran Project Based Learning adalah suatu metode pedagogi sistematis yg melibatkan para anak didik dalam mempelajari pengetahuan dan keterampilan melalui proses yang terstruktur, pengalaman konkret & teliti yg dibuat buat menghasilkan produk (Sutirman, 2013).

Menurut Daryanto (2009:407), Project Based Learning adalah cara belajar yang memberikan kebebasan berpikir pada anak didik yg berkaiatan menggunakan isi atau bahan pengajaran & tujuan yg direncanakan.

Menurut Boss & Kraus, Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) adalah sebuah model pembelajaran yg menekankan aktivitas anak didik dalam memecahkan banyak sekali pertarungan yg bersifat open-ended & mengaplikasi pengetahuan mereka dalam mengerjakan sebuah proyek untuk membentuk sebuah produk otentik eksklusif (Abidin, 2007:167).Karakteristik Model Pembelajaran PjBL

Model pembelajaran Project Based Learnin dikembangkan dari taraf perkembangan berfikir anak didik menggunakan berpusat dalam kegiatan belajar murid sebagai akibatnya memungkinkan mereka buat beraktivitas sinkron dengan keterampilan, ketenangan, & minat belajarnya. Model ini menaruh kesempatan dalam anak didik buat memilih sendiri proyek yg akan dikerjakannya baik pada hal merumuskan pertanyaan yang akan dijawab, memilih topik yang akan diteliti, maupun menentukan aktivitas penelitian yang akan dilakukan. Peran pengajar dalam pembelajaran merupakan menjadi fasilitator, menyediakan bahan dan pengalaman bekerja, mendorong anak didik berdiskusi dan memecahkan masalah, dan memastikan anak didik tetap bersemangat selama mereka melaksanakan proyek.

Karakteristik Model pembelajaran Project Based Learning

 

Model pembelajaran Project Based Learning mempunyai beberapa karakteristik, yaitu sebagai berikut (Winastaman Gora & Sunarto, 2010:119):Mengembangkan pertanyaan atau perkara, yg berarti pembelajaran wajibmenyebarkan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa.Memiliki hubungan menggunakan dunia konkret, berarti bahwa pembelajaran yang outentik dan murid dihadapkan menggunakan kasus yg ada dalam dunia konkret. Menekankan pada tanggung jawab murid, merupakan proses siswa buat mengakses keterangan buat menemukan solusi yg sedang dihadapi. Penilaian, evaluasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan output proyek yg dikerjakan anak didik.

Sedangkan dari Stripling, contoh Project Based Learning memiliki tujuh karakteristik sebagai berikut (Sani, 2014:173-174):Mengarahkan siswa buat menginvestifigasi ide dan pertanyaan penting.Merupakan proses inkuiri.Terkait menggunakan kebutuhan & minat murid. Berpusat pada murid dengan membuat produk dan melakukan presentasi secara berdikari.Menggunakan ketrampilan berpikir kreatif, kritis, & mencari keterangan buat melakukan pemeriksaan, menarik konklusi, & menghasilkan produk.Terkait menggunakan perseteruan & informasi global nyata yang autentik. Prinsip-prinsip Model Pembelajaran PjBL

Menurut Thomas, pembelajaran berbasis proyek memiliki beberapa prinsip dalam penerapan-nya, yaitu (Wena, 2011):Sentralistis. Model pembelajaran ini adalah pusat menurut taktik pembelajaran, karena siswa mengusut konsep utama dari suatu pengetahuan melalui kerja proyek. Pekerjaan proyek adalah pusat berdasarkan aktivitas pembelajaran yg dilakukan sang murid pada kelas. Pertanyaan Penuntun. Pekerjaan proyek yang dilakukan sang anak didik bersumber pada pertanyaan atau duduk perkara yg menuntun anak didik untuk menemukan konsep tentang bidang tertentu. Dalam hal ini aktivitas bekerja menjadi motivasi eksternal yg dapat membangkitkan motivasi internal dalam diri siswa buat menciptakan kemandirian pada menyelesaikan tugas. Investigasi Konstruktif. Pembelajaran berbasis proyek terjadi proses investigasi yg dilakukan sang murid buat merumuskan pengetahuan yang dibutuhkan buat mengerjakan proyek. Oleh karenanya pengajar harus bisa merancang taktik pembelajaran yang mendorong murid untuk melakukan proses pencarian & atau pendalaman konsep pengetahuan pada rangka menyelesaikan perkara atau proyek yang dihadapi. Otonomi. Pembelajaran berbasis proyek, anak didik diberi kebebasan atau otonomi untuk menentukan sasaran sendiri & bertanggung jawab terhadap apa yg dikerjakan. Pengajar berperan sebagai motivator & fasilitator buat mendukung keberhasilan siswa pada belajar.Realistis. Proyek yg dikerjakan oleh anak didik merupakan pekerjaan nyata yang sesuai menggunakan kenyataan pada lapangan kerja atau di warga . Proyek yg dikerjakan bukan dalam bentuk simulasi atau imitasi, melainkan pekerjaan atau perseteruan yang sahih-sahih nyata.

Model pembelajaran Project Based Learning awalnya dikembangkan oleh The George Lucas Education Foundation & Dopplet, menggunakan langkah-langkah pembelajaran menurut beberapa fase menjadi berikut (Kemdikbud, 2014:34):

PTS Terbaik Sumatera – Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) merupakan contoh pembelajaran yang memakai proyek sebagai inti pembelajaran (permendikbud, 2014:20). Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran inovatif yg melibatkan kerja proyek dimana siswa bekerja secara berdikari dalam mengkonstruksi pembelajarannya & mengkulminasikannya pada produk nyata (Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana, 2009:30).Model Pembelajaran Berbasis Proyek

Pengertian Pembelajaran Berbasis Proyek

Berikut ini beberapa pengertian contoh pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) berdasarkan beberapa asal buku:

Menurut NYC Departement of Education (2009:8), contoh pembelajaran Project Based Learning merupakan taktik pembelajaran dimana siswa wajibmenciptakan pengetahuan konten mereka sendiri dan mendemonstrasikan pemahaman baru melalui banyak sekali bentuk representasi.

Menurut Buck Institute for Education, model pembelajaran Project Based Learning adalah suatu metode pedagogi sistematis yg melibatkan para anak didik dalam mempelajari pengetahuan dan keterampilan melalui proses yang terstruktur, pengalaman konkret & teliti yg dibuat buat menghasilkan produk (Sutirman, 2013).

Menurut Daryanto (2009:407), Project Based Learning adalah cara belajar yang memberikan kebebasan berpikir pada anak didik yg berkaiatan menggunakan isi atau bahan pengajaran & tujuan yg direncanakan.

Menurut Boss & Kraus, Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) adalah sebuah model pembelajaran yg menekankan aktivitas anak didik dalam memecahkan banyak sekali pertarungan yg bersifat open-ended & mengaplikasi pengetahuan mereka dalam mengerjakan sebuah proyek untuk membentuk sebuah produk otentik eksklusif (Abidin, 2007:167).Karakteristik Model Pembelajaran PjBL

Model pembelajaran Project Based Learnin dikembangkan dari taraf perkembangan berfikir anak didik menggunakan berpusat dalam kegiatan belajar murid sebagai akibatnya memungkinkan mereka buat beraktivitas sinkron dengan keterampilan, ketenangan, & minat belajarnya. Model ini menaruh kesempatan dalam anak didik buat memilih sendiri proyek yg akan dikerjakannya baik pada hal merumuskan pertanyaan yang akan dijawab, memilih topik yang akan diteliti, maupun menentukan aktivitas penelitian yang akan dilakukan. Peran pengajar dalam pembelajaran merupakan menjadi fasilitator, menyediakan bahan dan pengalaman bekerja, mendorong anak didik berdiskusi dan memecahkan masalah, dan memastikan anak didik tetap bersemangat selama mereka melaksanakan proyek.

Karakteristik Model pembelajaran Project Based Learning

 

Model pembelajaran Project Based Learning mempunyai beberapa karakteristik, yaitu sebagai berikut (Winastaman Gora & Sunarto, 2010:119):Mengembangkan pertanyaan atau perkara, yg berarti pembelajaran wajibmenyebarkan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa.Memiliki hubungan menggunakan dunia konkret, berarti bahwa pembelajaran yang outentik dan murid dihadapkan menggunakan kasus yg ada dalam dunia konkret. Menekankan pada tanggung jawab murid, merupakan proses siswa buat mengakses keterangan buat menemukan solusi yg sedang dihadapi. Penilaian, evaluasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan output proyek yg dikerjakan anak didik.

Sedangkan dari Stripling, contoh Project Based Learning memiliki tujuh karakteristik sebagai berikut (Sani, 2014:173-174):Mengarahkan siswa buat menginvestifigasi ide dan pertanyaan penting.Merupakan proses inkuiri.Terkait menggunakan kebutuhan & minat murid. Berpusat pada murid dengan membuat produk dan melakukan presentasi secara berdikari.Menggunakan ketrampilan berpikir kreatif, kritis, & mencari keterangan buat melakukan pemeriksaan, menarik konklusi, & menghasilkan produk.Terkait menggunakan perseteruan & informasi global nyata yang autentik. Prinsip-prinsip Model Pembelajaran PjBL

Menurut Thomas, pembelajaran berbasis proyek memiliki beberapa prinsip dalam penerapan-nya, yaitu (Wena, 2011):Sentralistis. Model pembelajaran ini adalah pusat menurut taktik pembelajaran, karena siswa mengusut konsep utama dari suatu pengetahuan melalui kerja proyek. Pekerjaan proyek adalah pusat berdasarkan aktivitas pembelajaran yg dilakukan sang murid pada kelas. Pertanyaan Penuntun. Pekerjaan proyek yang dilakukan sang anak didik bersumber pada pertanyaan atau duduk perkara yg menuntun anak didik untuk menemukan konsep tentang bidang tertentu. Dalam hal ini aktivitas bekerja menjadi motivasi eksternal yg dapat membangkitkan motivasi internal dalam diri siswa buat menciptakan kemandirian pada menyelesaikan tugas. Investigasi Konstruktif. Pembelajaran berbasis proyek terjadi proses investigasi yg dilakukan sang murid buat merumuskan pengetahuan yang dibutuhkan buat mengerjakan proyek. Oleh karenanya pengajar harus bisa merancang taktik pembelajaran yang mendorong murid untuk melakukan proses pencarian & atau pendalaman konsep pengetahuan pada rangka menyelesaikan perkara atau proyek yang dihadapi. Otonomi. Pembelajaran berbasis proyek, anak didik diberi kebebasan atau otonomi untuk menentukan sasaran sendiri & bertanggung jawab terhadap apa yg dikerjakan. Pengajar berperan sebagai motivator & fasilitator buat mendukung keberhasilan siswa pada belajar.Realistis. Proyek yg dikerjakan oleh anak didik merupakan pekerjaan nyata yang sesuai menggunakan kenyataan pada lapangan kerja atau di warga . Proyek yg dikerjakan bukan dalam bentuk simulasi atau imitasi, melainkan pekerjaan atau perseteruan yang sahih-sahih nyata.

Model pembelajaran Project Based Learning awalnya dikembangkan oleh The George Lucas Education Foundation & Dopplet, menggunakan langkah-langkah pembelajaran menurut beberapa fase menjadi berikut (Kemdikbud, 2014:34):

PTS Terbaik Sumatera – Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) merupakan contoh pembelajaran yang memakai proyek sebagai inti pembelajaran (permendikbud, 2014:20). Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran inovatif yg melibatkan kerja proyek dimana siswa bekerja secara berdikari dalam mengkonstruksi pembelajarannya & mengkulminasikannya pada produk nyata (Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana, 2009:30).Model Pembelajaran Berbasis Proyek

Pengertian Pembelajaran Berbasis Proyek

Berikut ini beberapa pengertian contoh pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) berdasarkan beberapa asal buku:

Menurut NYC Departement of Education (2009:8), contoh pembelajaran Project Based Learning merupakan taktik pembelajaran dimana siswa wajibmenciptakan pengetahuan konten mereka sendiri dan mendemonstrasikan pemahaman baru melalui banyak sekali bentuk representasi.

Menurut Buck Institute for Education, model pembelajaran Project Based Learning adalah suatu metode pedagogi sistematis yg melibatkan para anak didik dalam mempelajari pengetahuan dan keterampilan melalui proses yang terstruktur, pengalaman konkret & teliti yg dibuat buat menghasilkan produk (Sutirman, 2013).

Menurut Daryanto (2009:407), Project Based Learning adalah cara belajar yang memberikan kebebasan berpikir pada anak didik yg berkaiatan menggunakan isi atau bahan pengajaran & tujuan yg direncanakan.

Menurut Boss & Kraus, Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) adalah sebuah model pembelajaran yg menekankan aktivitas anak didik dalam memecahkan banyak sekali pertarungan yg bersifat open-ended & mengaplikasi pengetahuan mereka dalam mengerjakan sebuah proyek untuk membentuk sebuah produk otentik eksklusif (Abidin, 2007:167).Karakteristik Model Pembelajaran PjBL

Model pembelajaran Project Based Learnin dikembangkan dari taraf perkembangan berfikir anak didik menggunakan berpusat dalam kegiatan belajar murid sebagai akibatnya memungkinkan mereka buat beraktivitas sinkron dengan keterampilan, ketenangan, & minat belajarnya. Model ini menaruh kesempatan dalam anak didik buat memilih sendiri proyek yg akan dikerjakannya baik pada hal merumuskan pertanyaan yang akan dijawab, memilih topik yang akan diteliti, maupun menentukan aktivitas penelitian yang akan dilakukan. Peran pengajar dalam pembelajaran merupakan menjadi fasilitator, menyediakan bahan dan pengalaman bekerja, mendorong anak didik berdiskusi dan memecahkan masalah, dan memastikan anak didik tetap bersemangat selama mereka melaksanakan proyek.

Karakteristik Model pembelajaran Project Based Learning

 

Model pembelajaran Project Based Learning mempunyai beberapa karakteristik, yaitu sebagai berikut (Winastaman Gora & Sunarto, 2010:119):Mengembangkan pertanyaan atau perkara, yg berarti pembelajaran wajibmenyebarkan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa.Memiliki hubungan menggunakan dunia konkret, berarti bahwa pembelajaran yang outentik dan murid dihadapkan menggunakan kasus yg ada dalam dunia konkret. Menekankan pada tanggung jawab murid, merupakan proses siswa buat mengakses keterangan buat menemukan solusi yg sedang dihadapi. Penilaian, evaluasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan output proyek yg dikerjakan anak didik.

Sedangkan dari Stripling, contoh Project Based Learning memiliki tujuh karakteristik sebagai berikut (Sani, 2014:173-174):Mengarahkan siswa buat menginvestifigasi ide dan pertanyaan penting.Merupakan proses inkuiri.Terkait menggunakan kebutuhan & minat murid. Berpusat pada murid dengan membuat produk dan melakukan presentasi secara berdikari.Menggunakan ketrampilan berpikir kreatif, kritis, & mencari keterangan buat melakukan pemeriksaan, menarik konklusi, & menghasilkan produk.Terkait menggunakan perseteruan & informasi global nyata yang autentik. Prinsip-prinsip Model Pembelajaran PjBL

Menurut Thomas, pembelajaran berbasis proyek memiliki beberapa prinsip dalam penerapan-nya, yaitu (Wena, 2011):Sentralistis. Model pembelajaran ini adalah pusat menurut taktik pembelajaran, karena siswa mengusut konsep utama dari suatu pengetahuan melalui kerja proyek. Pekerjaan proyek adalah pusat berdasarkan aktivitas pembelajaran yg dilakukan sang murid pada kelas. Pertanyaan Penuntun. Pekerjaan proyek yang dilakukan sang anak didik bersumber pada pertanyaan atau duduk perkara yg menuntun anak didik untuk menemukan konsep tentang bidang tertentu. Dalam hal ini aktivitas bekerja menjadi motivasi eksternal yg dapat membangkitkan motivasi internal dalam diri siswa buat menciptakan kemandirian pada menyelesaikan tugas. Investigasi Konstruktif. Pembelajaran berbasis proyek terjadi proses investigasi yg dilakukan sang murid buat merumuskan pengetahuan yang dibutuhkan buat mengerjakan proyek. Oleh karenanya pengajar harus bisa merancang taktik pembelajaran yang mendorong murid untuk melakukan proses pencarian & atau pendalaman konsep pengetahuan pada rangka menyelesaikan perkara atau proyek yang dihadapi. Otonomi. Pembelajaran berbasis proyek, anak didik diberi kebebasan atau otonomi untuk menentukan sasaran sendiri & bertanggung jawab terhadap apa yg dikerjakan. Pengajar berperan sebagai motivator & fasilitator buat mendukung keberhasilan siswa pada belajar.Realistis. Proyek yg dikerjakan oleh anak didik merupakan pekerjaan nyata yang sesuai menggunakan kenyataan pada lapangan kerja atau di warga . Proyek yg dikerjakan bukan dalam bentuk simulasi atau imitasi, melainkan pekerjaan atau perseteruan yang sahih-sahih nyata.

Model pembelajaran Project Based Learning awalnya dikembangkan oleh The George Lucas Education Foundation & Dopplet, menggunakan langkah-langkah pembelajaran menurut beberapa fase menjadi berikut (Kemdikbud, 2014:34):

PTS Terbaik Sumatera – Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) merupakan contoh pembelajaran yang memakai proyek sebagai inti pembelajaran (permendikbud, 2014:20). Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran inovatif yg melibatkan kerja proyek dimana siswa bekerja secara berdikari dalam mengkonstruksi pembelajarannya & mengkulminasikannya pada produk nyata (Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana, 2009:30).Model Pembelajaran Berbasis Proyek

Pengertian Pembelajaran Berbasis Proyek

Berikut ini beberapa pengertian contoh pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) berdasarkan beberapa asal buku:

Menurut NYC Departement of Education (2009:8), contoh pembelajaran Project Based Learning merupakan taktik pembelajaran dimana siswa wajibmenciptakan pengetahuan konten mereka sendiri dan mendemonstrasikan pemahaman baru melalui banyak sekali bentuk representasi.

Menurut Buck Institute for Education, model pembelajaran Project Based Learning adalah suatu metode pedagogi sistematis yg melibatkan para anak didik dalam mempelajari pengetahuan dan keterampilan melalui proses yang terstruktur, pengalaman konkret & teliti yg dibuat buat menghasilkan produk (Sutirman, 2013).

Menurut Daryanto (2009:407), Project Based Learning adalah cara belajar yang memberikan kebebasan berpikir pada anak didik yg berkaiatan menggunakan isi atau bahan pengajaran & tujuan yg direncanakan.

Menurut Boss & Kraus, Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) adalah sebuah model pembelajaran yg menekankan aktivitas anak didik dalam memecahkan banyak sekali pertarungan yg bersifat open-ended & mengaplikasi pengetahuan mereka dalam mengerjakan sebuah proyek untuk membentuk sebuah produk otentik eksklusif (Abidin, 2007:167).Karakteristik Model Pembelajaran PjBL

Model pembelajaran Project Based Learnin dikembangkan dari taraf perkembangan berfikir anak didik menggunakan berpusat dalam kegiatan belajar murid sebagai akibatnya memungkinkan mereka buat beraktivitas sinkron dengan keterampilan, ketenangan, & minat belajarnya. Model ini menaruh kesempatan dalam anak didik buat memilih sendiri proyek yg akan dikerjakannya baik pada hal merumuskan pertanyaan yang akan dijawab, memilih topik yang akan diteliti, maupun menentukan aktivitas penelitian yang akan dilakukan. Peran pengajar dalam pembelajaran merupakan menjadi fasilitator, menyediakan bahan dan pengalaman bekerja, mendorong anak didik berdiskusi dan memecahkan masalah, dan memastikan anak didik tetap bersemangat selama mereka melaksanakan proyek.

Karakteristik Model pembelajaran Project Based Learning

 

Model pembelajaran Project Based Learning mempunyai beberapa karakteristik, yaitu sebagai berikut (Winastaman Gora & Sunarto, 2010:119):Mengembangkan pertanyaan atau perkara, yg berarti pembelajaran wajibmenyebarkan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa.Memiliki hubungan menggunakan dunia konkret, berarti bahwa pembelajaran yang outentik dan murid dihadapkan menggunakan kasus yg ada dalam dunia konkret. Menekankan pada tanggung jawab murid, merupakan proses siswa buat mengakses keterangan buat menemukan solusi yg sedang dihadapi. Penilaian, evaluasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan output proyek yg dikerjakan anak didik.

Sedangkan dari Stripling, contoh Project Based Learning memiliki tujuh karakteristik sebagai berikut (Sani, 2014:173-174):Mengarahkan siswa buat menginvestifigasi ide dan pertanyaan penting.Merupakan proses inkuiri.Terkait menggunakan kebutuhan & minat murid. Berpusat pada murid dengan membuat produk dan melakukan presentasi secara berdikari.Menggunakan ketrampilan berpikir kreatif, kritis, & mencari keterangan buat melakukan pemeriksaan, menarik konklusi, & menghasilkan produk.Terkait menggunakan perseteruan & informasi global nyata yang autentik. Prinsip-prinsip Model Pembelajaran PjBL

Menurut Thomas, pembelajaran berbasis proyek memiliki beberapa prinsip dalam penerapan-nya, yaitu (Wena, 2011):Sentralistis. Model pembelajaran ini adalah pusat menurut taktik pembelajaran, karena siswa mengusut konsep utama dari suatu pengetahuan melalui kerja proyek. Pekerjaan proyek adalah pusat berdasarkan aktivitas pembelajaran yg dilakukan sang murid pada kelas. Pertanyaan Penuntun. Pekerjaan proyek yang dilakukan sang anak didik bersumber pada pertanyaan atau duduk perkara yg menuntun anak didik untuk menemukan konsep tentang bidang tertentu. Dalam hal ini aktivitas bekerja menjadi motivasi eksternal yg dapat membangkitkan motivasi internal dalam diri siswa buat menciptakan kemandirian pada menyelesaikan tugas. Investigasi Konstruktif. Pembelajaran berbasis proyek terjadi proses investigasi yg dilakukan sang murid buat merumuskan pengetahuan yang dibutuhkan buat mengerjakan proyek. Oleh karenanya pengajar harus bisa merancang taktik pembelajaran yang mendorong murid untuk melakukan proses pencarian & atau pendalaman konsep pengetahuan pada rangka menyelesaikan perkara atau proyek yang dihadapi. Otonomi. Pembelajaran berbasis proyek, anak didik diberi kebebasan atau otonomi untuk menentukan sasaran sendiri & bertanggung jawab terhadap apa yg dikerjakan. Pengajar berperan sebagai motivator & fasilitator buat mendukung keberhasilan siswa pada belajar.Realistis. Proyek yg dikerjakan oleh anak didik merupakan pekerjaan nyata yang sesuai menggunakan kenyataan pada lapangan kerja atau di warga . Proyek yg dikerjakan bukan dalam bentuk simulasi atau imitasi, melainkan pekerjaan atau perseteruan yang sahih-sahih nyata.

Model pembelajaran Project Based Learning awalnya dikembangkan oleh The George Lucas Education Foundation & Dopplet, menggunakan langkah-langkah pembelajaran menurut beberapa fase menjadi berikut (Kemdikbud, 2014:34):

PTS Terbaik Sumatera – Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) merupakan contoh pembelajaran yang memakai proyek sebagai inti pembelajaran (permendikbud, 2014:20). Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran inovatif yg melibatkan kerja proyek dimana siswa bekerja secara berdikari dalam mengkonstruksi pembelajarannya & mengkulminasikannya pada produk nyata (Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana, 2009:30).Model Pembelajaran Berbasis Proyek

Pengertian Pembelajaran Berbasis Proyek

Berikut ini beberapa pengertian contoh pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) berdasarkan beberapa asal buku:

Menurut NYC Departement of Education (2009:8), contoh pembelajaran Project Based Learning merupakan taktik pembelajaran dimana siswa wajibmenciptakan pengetahuan konten mereka sendiri dan mendemonstrasikan pemahaman baru melalui banyak sekali bentuk representasi.

Menurut Buck Institute for Education, model pembelajaran Project Based Learning adalah suatu metode pedagogi sistematis yg melibatkan para anak didik dalam mempelajari pengetahuan dan keterampilan melalui proses yang terstruktur, pengalaman konkret & teliti yg dibuat buat menghasilkan produk (Sutirman, 2013).

Menurut Daryanto (2009:407), Project Based Learning adalah cara belajar yang memberikan kebebasan berpikir pada anak didik yg berkaiatan menggunakan isi atau bahan pengajaran & tujuan yg direncanakan.

Menurut Boss & Kraus, Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) adalah sebuah model pembelajaran yg menekankan aktivitas anak didik dalam memecahkan banyak sekali pertarungan yg bersifat open-ended & mengaplikasi pengetahuan mereka dalam mengerjakan sebuah proyek untuk membentuk sebuah produk otentik eksklusif (Abidin, 2007:167).Karakteristik Model Pembelajaran PjBL

Model pembelajaran Project Based Learnin dikembangkan dari taraf perkembangan berfikir anak didik menggunakan berpusat dalam kegiatan belajar murid sebagai akibatnya memungkinkan mereka buat beraktivitas sinkron dengan keterampilan, ketenangan, & minat belajarnya. Model ini menaruh kesempatan dalam anak didik buat memilih sendiri proyek yg akan dikerjakannya baik pada hal merumuskan pertanyaan yang akan dijawab, memilih topik yang akan diteliti, maupun menentukan aktivitas penelitian yang akan dilakukan. Peran pengajar dalam pembelajaran merupakan menjadi fasilitator, menyediakan bahan dan pengalaman bekerja, mendorong anak didik berdiskusi dan memecahkan masalah, dan memastikan anak didik tetap bersemangat selama mereka melaksanakan proyek.

Karakteristik Model pembelajaran Project Based Learning

 

Model pembelajaran Project Based Learning mempunyai beberapa karakteristik, yaitu sebagai berikut (Winastaman Gora & Sunarto, 2010:119):Mengembangkan pertanyaan atau perkara, yg berarti pembelajaran wajibmenyebarkan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa.Memiliki hubungan menggunakan dunia konkret, berarti bahwa pembelajaran yang outentik dan murid dihadapkan menggunakan kasus yg ada dalam dunia konkret. Menekankan pada tanggung jawab murid, merupakan proses siswa buat mengakses keterangan buat menemukan solusi yg sedang dihadapi. Penilaian, evaluasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan output proyek yg dikerjakan anak didik.

Sedangkan dari Stripling, contoh Project Based Learning memiliki tujuh karakteristik sebagai berikut (Sani, 2014:173-174):Mengarahkan siswa buat menginvestifigasi ide dan pertanyaan penting.Merupakan proses inkuiri.Terkait menggunakan kebutuhan & minat murid. Berpusat pada murid dengan membuat produk dan melakukan presentasi secara berdikari.Menggunakan ketrampilan berpikir kreatif, kritis, & mencari keterangan buat melakukan pemeriksaan, menarik konklusi, & menghasilkan produk.Terkait menggunakan perseteruan & informasi global nyata yang autentik. Prinsip-prinsip Model Pembelajaran PjBL

Menurut Thomas, pembelajaran berbasis proyek memiliki beberapa prinsip dalam penerapan-nya, yaitu (Wena, 2011):Sentralistis. Model pembelajaran ini adalah pusat menurut taktik pembelajaran, karena siswa mengusut konsep utama dari suatu pengetahuan melalui kerja proyek. Pekerjaan proyek adalah pusat berdasarkan aktivitas pembelajaran yg dilakukan sang murid pada kelas. Pertanyaan Penuntun. Pekerjaan proyek yang dilakukan sang anak didik bersumber pada pertanyaan atau duduk perkara yg menuntun anak didik untuk menemukan konsep tentang bidang tertentu. Dalam hal ini aktivitas bekerja menjadi motivasi eksternal yg dapat membangkitkan motivasi internal dalam diri siswa buat menciptakan kemandirian pada menyelesaikan tugas. Investigasi Konstruktif. Pembelajaran berbasis proyek terjadi proses investigasi yg dilakukan sang murid buat merumuskan pengetahuan yang dibutuhkan buat mengerjakan proyek. Oleh karenanya pengajar harus bisa merancang taktik pembelajaran yang mendorong murid untuk melakukan proses pencarian & atau pendalaman konsep pengetahuan pada rangka menyelesaikan perkara atau proyek yang dihadapi. Otonomi. Pembelajaran berbasis proyek, anak didik diberi kebebasan atau otonomi untuk menentukan sasaran sendiri & bertanggung jawab terhadap apa yg dikerjakan. Pengajar berperan sebagai motivator & fasilitator buat mendukung keberhasilan siswa pada belajar.Realistis. Proyek yg dikerjakan oleh anak didik merupakan pekerjaan nyata yang sesuai menggunakan kenyataan pada lapangan kerja atau di warga . Proyek yg dikerjakan bukan dalam bentuk simulasi atau imitasi, melainkan pekerjaan atau perseteruan yang sahih-sahih nyata.

Model pembelajaran Project Based Learning awalnya dikembangkan oleh The George Lucas Education Foundation & Dopplet, menggunakan langkah-langkah pembelajaran menurut beberapa fase menjadi berikut (Kemdikbud, 2014:34):

PTS Terbaik Sumatera – Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) merupakan contoh pembelajaran yang memakai proyek sebagai inti pembelajaran (permendikbud, 2014:20). Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran inovatif yg melibatkan kerja proyek dimana siswa bekerja secara berdikari dalam mengkonstruksi pembelajarannya & mengkulminasikannya pada produk nyata (Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana, 2009:30).Model Pembelajaran Berbasis Proyek

Pengertian Pembelajaran Berbasis Proyek

Berikut ini beberapa pengertian contoh pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) berdasarkan beberapa asal buku:

Menurut NYC Departement of Education (2009:8), contoh pembelajaran Project Based Learning merupakan taktik pembelajaran dimana siswa wajibmenciptakan pengetahuan konten mereka sendiri dan mendemonstrasikan pemahaman baru melalui banyak sekali bentuk representasi.

Menurut Buck Institute for Education, model pembelajaran Project Based Learning adalah suatu metode pedagogi sistematis yg melibatkan para anak didik dalam mempelajari pengetahuan dan keterampilan melalui proses yang terstruktur, pengalaman konkret & teliti yg dibuat buat menghasilkan produk (Sutirman, 2013).

Menurut Daryanto (2009:407), Project Based Learning adalah cara belajar yang memberikan kebebasan berpikir pada anak didik yg berkaiatan menggunakan isi atau bahan pengajaran & tujuan yg direncanakan.

Menurut Boss & Kraus, Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) adalah sebuah model pembelajaran yg menekankan aktivitas anak didik dalam memecahkan banyak sekali pertarungan yg bersifat open-ended & mengaplikasi pengetahuan mereka dalam mengerjakan sebuah proyek untuk membentuk sebuah produk otentik eksklusif (Abidin, 2007:167).Karakteristik Model Pembelajaran PjBL

Model pembelajaran Project Based Learnin dikembangkan dari taraf perkembangan berfikir anak didik menggunakan berpusat dalam kegiatan belajar murid sebagai akibatnya memungkinkan mereka buat beraktivitas sinkron dengan keterampilan, ketenangan, & minat belajarnya. Model ini menaruh kesempatan dalam anak didik buat memilih sendiri proyek yg akan dikerjakannya baik pada hal merumuskan pertanyaan yang akan dijawab, memilih topik yang akan diteliti, maupun menentukan aktivitas penelitian yang akan dilakukan. Peran pengajar dalam pembelajaran merupakan menjadi fasilitator, menyediakan bahan dan pengalaman bekerja, mendorong anak didik berdiskusi dan memecahkan masalah, dan memastikan anak didik tetap bersemangat selama mereka melaksanakan proyek.

Karakteristik Model pembelajaran Project Based Learning

 

Model pembelajaran Project Based Learning mempunyai beberapa karakteristik, yaitu sebagai berikut (Winastaman Gora & Sunarto, 2010:119):Mengembangkan pertanyaan atau perkara, yg berarti pembelajaran wajibmenyebarkan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa.Memiliki hubungan menggunakan dunia konkret, berarti bahwa pembelajaran yang outentik dan murid dihadapkan menggunakan kasus yg ada dalam dunia konkret. Menekankan pada tanggung jawab murid, merupakan proses siswa buat mengakses keterangan buat menemukan solusi yg sedang dihadapi. Penilaian, evaluasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan output proyek yg dikerjakan anak didik.

Sedangkan dari Stripling, contoh Project Based Learning memiliki tujuh karakteristik sebagai berikut (Sani, 2014:173-174):Mengarahkan siswa buat menginvestifigasi ide dan pertanyaan penting.Merupakan proses inkuiri.Terkait menggunakan kebutuhan & minat murid. Berpusat pada murid dengan membuat produk dan melakukan presentasi secara berdikari.Menggunakan ketrampilan berpikir kreatif, kritis, & mencari keterangan buat melakukan pemeriksaan, menarik konklusi, & menghasilkan produk.Terkait menggunakan perseteruan & informasi global nyata yang autentik. Prinsip-prinsip Model Pembelajaran PjBL

Menurut Thomas, pembelajaran berbasis proyek memiliki beberapa prinsip dalam penerapan-nya, yaitu (Wena, 2011):Sentralistis. Model pembelajaran ini adalah pusat menurut taktik pembelajaran, karena siswa mengusut konsep utama dari suatu pengetahuan melalui kerja proyek. Pekerjaan proyek adalah pusat berdasarkan aktivitas pembelajaran yg dilakukan sang murid pada kelas. Pertanyaan Penuntun. Pekerjaan proyek yang dilakukan sang anak didik bersumber pada pertanyaan atau duduk perkara yg menuntun anak didik untuk menemukan konsep tentang bidang tertentu. Dalam hal ini aktivitas bekerja menjadi motivasi eksternal yg dapat membangkitkan motivasi internal dalam diri siswa buat menciptakan kemandirian pada menyelesaikan tugas. Investigasi Konstruktif. Pembelajaran berbasis proyek terjadi proses investigasi yg dilakukan sang murid buat merumuskan pengetahuan yang dibutuhkan buat mengerjakan proyek. Oleh karenanya pengajar harus bisa merancang taktik pembelajaran yang mendorong murid untuk melakukan proses pencarian & atau pendalaman konsep pengetahuan pada rangka menyelesaikan perkara atau proyek yang dihadapi. Otonomi. Pembelajaran berbasis proyek, anak didik diberi kebebasan atau otonomi untuk menentukan sasaran sendiri & bertanggung jawab terhadap apa yg dikerjakan. Pengajar berperan sebagai motivator & fasilitator buat mendukung keberhasilan siswa pada belajar.Realistis. Proyek yg dikerjakan oleh anak didik merupakan pekerjaan nyata yang sesuai menggunakan kenyataan pada lapangan kerja atau di warga . Proyek yg dikerjakan bukan dalam bentuk simulasi atau imitasi, melainkan pekerjaan atau perseteruan yang sahih-sahih nyata.

Model pembelajaran Project Based Learning awalnya dikembangkan oleh The George Lucas Education Foundation & Dopplet, menggunakan langkah-langkah pembelajaran menurut beberapa fase menjadi berikut (Kemdikbud, 2014:34):

PTS Terbaik Sumatera – Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) merupakan contoh pembelajaran yang memakai proyek sebagai inti pembelajaran (permendikbud, 2014:20). Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran inovatif yg melibatkan kerja proyek dimana siswa bekerja secara berdikari dalam mengkonstruksi pembelajarannya & mengkulminasikannya pada produk nyata (Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana, 2009:30).Model Pembelajaran Berbasis Proyek

Pengertian Pembelajaran Berbasis Proyek

Berikut ini beberapa pengertian contoh pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) berdasarkan beberapa asal buku:

Menurut NYC Departement of Education (2009:8), contoh pembelajaran Project Based Learning merupakan taktik pembelajaran dimana siswa wajibmenciptakan pengetahuan konten mereka sendiri dan mendemonstrasikan pemahaman baru melalui banyak sekali bentuk representasi.

Menurut Buck Institute for Education, model pembelajaran Project Based Learning adalah suatu metode pedagogi sistematis yg melibatkan para anak didik dalam mempelajari pengetahuan dan keterampilan melalui proses yang terstruktur, pengalaman konkret & teliti yg dibuat buat menghasilkan produk (Sutirman, 2013).

Menurut Daryanto (2009:407), Project Based Learning adalah cara belajar yang memberikan kebebasan berpikir pada anak didik yg berkaiatan menggunakan isi atau bahan pengajaran & tujuan yg direncanakan.

Menurut Boss & Kraus, Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) adalah sebuah model pembelajaran yg menekankan aktivitas anak didik dalam memecahkan banyak sekali pertarungan yg bersifat open-ended & mengaplikasi pengetahuan mereka dalam mengerjakan sebuah proyek untuk membentuk sebuah produk otentik eksklusif (Abidin, 2007:167).Karakteristik Model Pembelajaran PjBL

Model pembelajaran Project Based Learnin dikembangkan dari taraf perkembangan berfikir anak didik menggunakan berpusat dalam kegiatan belajar murid sebagai akibatnya memungkinkan mereka buat beraktivitas sinkron dengan keterampilan, ketenangan, & minat belajarnya. Model ini menaruh kesempatan dalam anak didik buat memilih sendiri proyek yg akan dikerjakannya baik pada hal merumuskan pertanyaan yang akan dijawab, memilih topik yang akan diteliti, maupun menentukan aktivitas penelitian yang akan dilakukan. Peran pengajar dalam pembelajaran merupakan menjadi fasilitator, menyediakan bahan dan pengalaman bekerja, mendorong anak didik berdiskusi dan memecahkan masalah, dan memastikan anak didik tetap bersemangat selama mereka melaksanakan proyek.

Karakteristik Model pembelajaran Project Based Learning

 

Model pembelajaran Project Based Learning mempunyai beberapa karakteristik, yaitu sebagai berikut (Winastaman Gora & Sunarto, 2010:119):Mengembangkan pertanyaan atau perkara, yg berarti pembelajaran wajibmenyebarkan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa.Memiliki hubungan menggunakan dunia konkret, berarti bahwa pembelajaran yang outentik dan murid dihadapkan menggunakan kasus yg ada dalam dunia konkret. Menekankan pada tanggung jawab murid, merupakan proses siswa buat mengakses keterangan buat menemukan solusi yg sedang dihadapi. Penilaian, evaluasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan output proyek yg dikerjakan anak didik.

Sedangkan dari Stripling, contoh Project Based Learning memiliki tujuh karakteristik sebagai berikut (Sani, 2014:173-174):Mengarahkan siswa buat menginvestifigasi ide dan pertanyaan penting.Merupakan proses inkuiri.Terkait menggunakan kebutuhan & minat murid. Berpusat pada murid dengan membuat produk dan melakukan presentasi secara berdikari.Menggunakan ketrampilan berpikir kreatif, kritis, & mencari keterangan buat melakukan pemeriksaan, menarik konklusi, & menghasilkan produk.Terkait menggunakan perseteruan & informasi global nyata yang autentik. Prinsip-prinsip Model Pembelajaran PjBL

Menurut Thomas, pembelajaran berbasis proyek memiliki beberapa prinsip dalam penerapan-nya, yaitu (Wena, 2011):Sentralistis. Model pembelajaran ini adalah pusat menurut taktik pembelajaran, karena siswa mengusut konsep utama dari suatu pengetahuan melalui kerja proyek. Pekerjaan proyek adalah pusat berdasarkan aktivitas pembelajaran yg dilakukan sang murid pada kelas. Pertanyaan Penuntun. Pekerjaan proyek yang dilakukan sang anak didik bersumber pada pertanyaan atau duduk perkara yg menuntun anak didik untuk menemukan konsep tentang bidang tertentu. Dalam hal ini aktivitas bekerja menjadi motivasi eksternal yg dapat membangkitkan motivasi internal dalam diri siswa buat menciptakan kemandirian pada menyelesaikan tugas. Investigasi Konstruktif. Pembelajaran berbasis proyek terjadi proses investigasi yg dilakukan sang murid buat merumuskan pengetahuan yang dibutuhkan buat mengerjakan proyek. Oleh karenanya pengajar harus bisa merancang taktik pembelajaran yang mendorong murid untuk melakukan proses pencarian & atau pendalaman konsep pengetahuan pada rangka menyelesaikan perkara atau proyek yang dihadapi. Otonomi. Pembelajaran berbasis proyek, anak didik diberi kebebasan atau otonomi untuk menentukan sasaran sendiri & bertanggung jawab terhadap apa yg dikerjakan. Pengajar berperan sebagai motivator & fasilitator buat mendukung keberhasilan siswa pada belajar.Realistis. Proyek yg dikerjakan oleh anak didik merupakan pekerjaan nyata yang sesuai menggunakan kenyataan pada lapangan kerja atau di warga . Proyek yg dikerjakan bukan dalam bentuk simulasi atau imitasi, melainkan pekerjaan atau perseteruan yang sahih-sahih nyata.

Model pembelajaran Project Based Learning awalnya dikembangkan oleh The George Lucas Education Foundation & Dopplet, menggunakan langkah-langkah pembelajaran menurut beberapa fase menjadi berikut (Kemdikbud, 2014:34):

PTS Terbaik Sumatera – Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) merupakan contoh pembelajaran yang memakai proyek sebagai inti pembelajaran (permendikbud, 2014:20). Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran inovatif yg melibatkan kerja proyek dimana siswa bekerja secara berdikari dalam mengkonstruksi pembelajarannya & mengkulminasikannya pada produk nyata (Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana, 2009:30).Model Pembelajaran Berbasis Proyek

Pengertian Pembelajaran Berbasis Proyek

Berikut ini beberapa pengertian contoh pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) berdasarkan beberapa asal buku:

Menurut NYC Departement of Education (2009:8), contoh pembelajaran Project Based Learning merupakan taktik pembelajaran dimana siswa wajibmenciptakan pengetahuan konten mereka sendiri dan mendemonstrasikan pemahaman baru melalui banyak sekali bentuk representasi.

Menurut Buck Institute for Education, model pembelajaran Project Based Learning adalah suatu metode pedagogi sistematis yg melibatkan para anak didik dalam mempelajari pengetahuan dan keterampilan melalui proses yang terstruktur, pengalaman konkret & teliti yg dibuat buat menghasilkan produk (Sutirman, 2013).

Menurut Daryanto (2009:407), Project Based Learning adalah cara belajar yang memberikan kebebasan berpikir pada anak didik yg berkaiatan menggunakan isi atau bahan pengajaran & tujuan yg direncanakan.

Menurut Boss & Kraus, Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) adalah sebuah model pembelajaran yg menekankan aktivitas anak didik dalam memecahkan banyak sekali pertarungan yg bersifat open-ended & mengaplikasi pengetahuan mereka dalam mengerjakan sebuah proyek untuk membentuk sebuah produk otentik eksklusif (Abidin, 2007:167).Karakteristik Model Pembelajaran PjBL

Model pembelajaran Project Based Learnin dikembangkan dari taraf perkembangan berfikir anak didik menggunakan berpusat dalam kegiatan belajar murid sebagai akibatnya memungkinkan mereka buat beraktivitas sinkron dengan keterampilan, ketenangan, & minat belajarnya. Model ini menaruh kesempatan dalam anak didik buat memilih sendiri proyek yg akan dikerjakannya baik pada hal merumuskan pertanyaan yang akan dijawab, memilih topik yang akan diteliti, maupun menentukan aktivitas penelitian yang akan dilakukan. Peran pengajar dalam pembelajaran merupakan menjadi fasilitator, menyediakan bahan dan pengalaman bekerja, mendorong anak didik berdiskusi dan memecahkan masalah, dan memastikan anak didik tetap bersemangat selama mereka melaksanakan proyek.

Karakteristik Model pembelajaran Project Based Learning

 

Model pembelajaran Project Based Learning mempunyai beberapa karakteristik, yaitu sebagai berikut (Winastaman Gora & Sunarto, 2010:119):Mengembangkan pertanyaan atau perkara, yg berarti pembelajaran wajibmenyebarkan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa.Memiliki hubungan menggunakan dunia konkret, berarti bahwa pembelajaran yang outentik dan murid dihadapkan menggunakan kasus yg ada dalam dunia konkret. Menekankan pada tanggung jawab murid, merupakan proses siswa buat mengakses keterangan buat menemukan solusi yg sedang dihadapi. Penilaian, evaluasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan output proyek yg dikerjakan anak didik.

Sedangkan dari Stripling, contoh Project Based Learning memiliki tujuh karakteristik sebagai berikut (Sani, 2014:173-174):Mengarahkan siswa buat menginvestifigasi ide dan pertanyaan penting.Merupakan proses inkuiri.Terkait menggunakan kebutuhan & minat murid. Berpusat pada murid dengan membuat produk dan melakukan presentasi secara berdikari.Menggunakan ketrampilan berpikir kreatif, kritis, & mencari keterangan buat melakukan pemeriksaan, menarik konklusi, & menghasilkan produk.Terkait menggunakan perseteruan & informasi global nyata yang autentik. Prinsip-prinsip Model Pembelajaran PjBL

Menurut Thomas, pembelajaran berbasis proyek memiliki beberapa prinsip dalam penerapan-nya, yaitu (Wena, 2011):Sentralistis. Model pembelajaran ini adalah pusat menurut taktik pembelajaran, karena siswa mengusut konsep utama dari suatu pengetahuan melalui kerja proyek. Pekerjaan proyek adalah pusat berdasarkan aktivitas pembelajaran yg dilakukan sang murid pada kelas. Pertanyaan Penuntun. Pekerjaan proyek yang dilakukan sang anak didik bersumber pada pertanyaan atau duduk perkara yg menuntun anak didik untuk menemukan konsep tentang bidang tertentu. Dalam hal ini aktivitas bekerja menjadi motivasi eksternal yg dapat membangkitkan motivasi internal dalam diri siswa buat menciptakan kemandirian pada menyelesaikan tugas. Investigasi Konstruktif. Pembelajaran berbasis proyek terjadi proses investigasi yg dilakukan sang murid buat merumuskan pengetahuan yang dibutuhkan buat mengerjakan proyek. Oleh karenanya pengajar harus bisa merancang taktik pembelajaran yang mendorong murid untuk melakukan proses pencarian & atau pendalaman konsep pengetahuan pada rangka menyelesaikan perkara atau proyek yang dihadapi. Otonomi. Pembelajaran berbasis proyek, anak didik diberi kebebasan atau otonomi untuk menentukan sasaran sendiri & bertanggung jawab terhadap apa yg dikerjakan. Pengajar berperan sebagai motivator & fasilitator buat mendukung keberhasilan siswa pada belajar.Realistis. Proyek yg dikerjakan oleh anak didik merupakan pekerjaan nyata yang sesuai menggunakan kenyataan pada lapangan kerja atau di warga . Proyek yg dikerjakan bukan dalam bentuk simulasi atau imitasi, melainkan pekerjaan atau perseteruan yang sahih-sahih nyata.

Model pembelajaran Project Based Learning awalnya dikembangkan oleh The George Lucas Education Foundation & Dopplet, menggunakan langkah-langkah pembelajaran menurut beberapa fase menjadi berikut (Kemdikbud, 2014:34):

Leave a Comment