Bandar Lampung – Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) yang tergabung dalam Tim Mobil Listrik Universitas Teknokrat Indonesia melaksanakan kegiatan berbagi pengetahuan dan wawasan teknologi kendaraan listrik kepada siswa dan guru SMK Esa Kencana, Kabupaten Tulang Bawang. Kegiatan edukatif ini diikuti oleh 60 siswa Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) serta 15 orang guru, dan berlangsung dengan antusiasme tinggi.
Baca Juga: Universitas Teknokrat Indonesia Raih Anugerah Diktisaintek 2025
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi serta memperkenalkan teknologi kendaraan listrik dan energi terbarukan sejak dini kepada pelajar sekolah menengah kejuruan. Melalui pendekatan langsung dari mahasiswa yang terlibat dalam riset dan pengembangan, peserta mendapatkan gambaran nyata mengenai penerapan teknologi kendaraan ramah lingkungan.
Materi disampaikan oleh mahasiswa yang terlibat langsung dalam pengembangan mobil listrik di lingkungan Universitas Teknokrat Indonesia. Rionaldo Mustiko, mahasiswa dari divisi Gokart Listrik, menjelaskan konsep dasar kendaraan listrik, sistem penggerak, serta penerapan teknologi ramah lingkungan pada gokart listrik sebagai tahapan awal pembelajaran kendaraan listrik.
“Gokart listrik menjadi media pembelajaran yang efektif untuk memahami prinsip dasar kendaraan listrik, mulai dari sistem penggerak hingga efisiensi energi,” jelas Rionaldo dalam pemaparannya.
Selanjutnya, Abdul Aziz, mahasiswa yang tergabung dalam Tim Mobil KMLI (Kontes Mobil Listrik Indonesia), memaparkan secara lebih mendalam mengenai sistem kelistrikan mobil listrik. Ia menjelaskan komponen utama seperti baterai, motor listrik, sistem kontrol, hingga aspek keselamatan kendaraan.
Menurut Abdul Aziz, pengembangan mobil listrik membutuhkan kolaborasi lintas disiplin. “Sinergi antara teknik elektro dan otomotif menjadi kunci utama dalam menciptakan kendaraan listrik yang aman, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Noufal Luthfan Hadi dari Tim Mobil Inovasi menjelaskan pengembangan mobil listrik berbasis panel surya (solar panel). Ia memaparkan prinsip kerja sistem panel surya, proses pengisian energi ke baterai, serta keunggulan kendaraan tenaga surya sebagai solusi transportasi masa depan yang mendukung konsep energi terbarukan.
“Mobil Inovasi dirancang untuk memanfaatkan energi matahari sebagai sumber daya utama maupun pendukung. Teknologi ini sangat relevan untuk mendukung transisi menuju energi bersih dan ramah lingkungan,” ungkap Noufal.
Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan, meningkatkan literasi teknologi, serta memotivasi siswa dan guru SMK Esa Kencana agar lebih mengenal perkembangan kendaraan listrik dan energi terbarukan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan minat siswa untuk melanjutkan studi dan berkarier di bidang teknologi dan rekayasa.
Pihak SMK Esa Kencana menyambut positif kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia. Sekolah berharap kerja sama edukatif semacam ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., memberikan apresiasi atas inisiatif dan kontribusi mahasiswa Teknik Elektro yang tergabung dalam Tim Mobil Listrik Universitas Teknokrat Indonesia.
Menurutnya, kegiatan berbagi pengetahuan ke sekolah menengah kejuruan merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada keunggulan keilmuan dan inovasi mahasiswa.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena mahasiswa tidak hanya berprestasi dalam pengembangan teknologi, tetapi juga mampu berbagi ilmu dan menginspirasi adik-adik di SMK. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa Teknokrat tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat berbagi pengetahuan,” ujar Mahathir.
Ia menambahkan, pengenalan teknologi kendaraan listrik dan energi terbarukan sejak dini sangat penting untuk menyiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan industri dan tantangan global.
“Kampus mendorong mahasiswa untuk terus terlibat dalam kegiatan inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi antara Universitas Teknokrat Indonesia dan sekolah-sekolah vokasi dapat terus terjalin guna mencetak SDM unggul yang siap menghadapi era transisi energi dan revolusi industri,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Teknokrat Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai kampus yang aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung transformasi menuju kendaraan ramah lingkungan dan energi berkelanjutan.
#MahasiswaBerdampak
#KampusBerdampak
#DosenBerdampak