ID
EN
Prof. Dr. HM Nasrullah Yusuf, S.E., MBA., memperoleh penetapan sebagai Chair Professor di Shinhan University dan Seoul Venture University. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan gagasan integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan manajemen mutu untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta menyiapkan sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Korea Selatan – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) kembali mencatatkan pencapaian membanggakan di tingkat internasional. Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Prof. Dr. HM Nasrullah Yusuf, S.E., MBA., ditetapkan sebagai Chair Professor di dua perguruan tinggi Korea Selatan, yakni Shinhan University dan Seoul Venture University (SVU).
Pencapaian tersebut menjadi bagian dari penguatan kiprah akademik Universitas Teknokrat Indonesia dalam memperluas jejaring internasional, mengembangkan pertukaran gagasan ilmiah, serta mendorong kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam perkembangan pendidikan tinggi global.
Penetapan Prof. Nasrullah Yusuf sebagai Chair Professor di dua institusi pendidikan tinggi Korea Selatan juga menjadi momentum untuk memperkenalkan pemikiran akademik mengenai peningkatan mutu pendidikan melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.
Melalui gagasan tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia terus memperkuat komitmennya untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, mandiri, dan berdaya saing global, sekaligus memantapkan langkah menuju World Class University.
Penetapan Prof. Dr. HM Nasrullah Yusuf sebagai Chair Professor di Shinhan University berlangsung pada Senin, 19 Oktober 2026. Pada kesempatan tersebut, sertifikat penetapan diserahkan langsung oleh Pejabat President Shinhan University, Prof. Dr. Chung Jin Kyung.
Dalam rangkaian kegiatan akademik itu, Prof. Nasrullah Yusuf menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Building Globally Competitive Human Resources Toward Golden Indonesia 2045 through AI-Enabled Smart Total Quality Management.”
Orasi tersebut menyoroti pentingnya membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tengah dinamika global, terutama dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Salah satu pendekatan yang dikemukakan adalah integrasi kecerdasan buatan dengan sistem manajemen mutu terpadu. Pendekatan ini menempatkan teknologi sebagai instrumen untuk mendukung peningkatan kualitas proses pendidikan, efektivitas pengelolaan institusi, serta pengambilan keputusan yang lebih terukur.
Melalui pemanfaatan AI yang tepat, perguruan tinggi diharapkan mampu mengembangkan sistem pendidikan yang responsif terhadap perubahan, berbasis data, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Gagasan tersebut sekaligus menegaskan bahwa transformasi digital di bidang pendidikan perlu disertai tata kelola yang baik, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta evaluasi yang konsisten agar pemanfaatan teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi proses pembelajaran.
Sehari setelah penetapan di Shinhan University, Prof. Nasrullah Yusuf kembali memperoleh penetapan sebagai Chair Professor di Seoul Venture University pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Dalam prosesi tersebut, sertifikat penetapan diserahkan oleh President Seoul Venture University, Prof. Dr. Kang Joon Mo. Kegiatan ini turut difasilitasi oleh Prof. Kim So Il, yang mendampingi jalannya komunikasi dalam bahasa Korea dan Indonesia.
Turut hadir Prof. Dr. H. Didin Muhafidin, yang pada kesempatan tersebut menerima penghargaan.
Pada rangkaian kegiatan akademik di Seoul Venture University, Prof. Nasrullah Yusuf menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Integrating SMART Total Quality Management and Adaptive AI Technologies to Enhance Educational Quality.”
Orasi ini membahas pentingnya mengintegrasikan manajemen mutu terpadu dengan teknologi AI yang adaptif untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
Dalam perspektif tersebut, teknologi kecerdasan buatan tidak hanya digunakan sebagai sarana untuk membantu kegiatan pembelajaran, tetapi juga dapat mendukung evaluasi proses pendidikan, pengembangan inovasi, serta pengambilan keputusan dalam pengelolaan perguruan tinggi.
Integrasi AI dengan manajemen mutu diharapkan dapat membantu institusi pendidikan mengidentifikasi kebutuhan perbaikan, merespons perubahan secara lebih cepat, dan mengembangkan sistem pembelajaran yang semakin relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Paparan tersebut memperlihatkan pentingnya pendekatan yang menggabungkan inovasi teknologi dengan pengelolaan mutu secara sistematis untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif, efektif, dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nasrullah Yusuf juga memaparkan perkembangan riset yang dilakukannya sepanjang periode 2021–2026. Rangkaian penelitian tersebut memperlihatkan perkembangan kajian mengenai pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran hingga isu yang lebih spesifik, seperti literasi AI, efikasi diri, efektivitas penggunaan kecerdasan buatan, performa mahasiswa, dan ketergantungan terhadap teknologi AI.
Perkembangan penelitian itu menunjukkan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan perlu dikaji secara menyeluruh. Selain memperhatikan manfaat teknologi dalam membantu proses pembelajaran, institusi pendidikan juga perlu memahami faktor manusia, kemampuan pengguna, serta dampak penggunaan teknologi terhadap hasil belajar.
Hasil penelitian pada 2026 menegaskan pentingnya penggunaan AI secara efektif untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Pemanfaatan teknologi tersebut perlu disertai kemampuan pengguna dalam memahami fungsi, keterbatasan, dan penerapannya sesuai dengan tujuan pendidikan.
Temuan-temuan penelitian tersebut kemudian menjadi salah satu landasan bagi pengembangan kerangka SMART Total Quality Management (SMART TQM) berbasis Artificial Intelligence.
Kerangka ini diarahkan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan, pengembangan inovasi, dan efektivitas pengambilan keputusan melalui pemanfaatan data serta teknologi yang relevan.
Dengan pendekatan tersebut, proses peningkatan kualitas pendidikan diharapkan tidak hanya bertumpu pada evaluasi berkala, tetapi juga pada kemampuan institusi dalam mengidentifikasi persoalan, menganalisis hasil, dan melakukan perbaikan secara sistematis.
Salah satu unsur penting dalam gagasan yang dipaparkan Prof. Nasrullah Yusuf adalah penerapan SMART TQM yang diperkuat melalui PDSEI Cycle, yaitu Plan, Do, Study, Evaluation, and Improvement.
Siklus tersebut mencakup lima tahapan utama, yakni perencanaan, pelaksanaan, pengkajian, evaluasi, dan perbaikan. Setiap tahap menjadi bagian dari proses peningkatan mutu yang berkelanjutan dengan memanfaatkan data sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan.
Pada tahap perencanaan, institusi menetapkan tujuan dan indikator mutu yang ingin dicapai. Tahap pelaksanaan kemudian menerjemahkan rencana tersebut ke dalam kegiatan nyata. Selanjutnya, pengkajian dan evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas pelaksanaan serta mengidentifikasi aspek yang masih memerlukan perbaikan.
Hasil evaluasi menjadi dasar bagi institusi untuk menyusun langkah penyempurnaan pada siklus berikutnya. Dengan demikian, peningkatan mutu tidak berhenti pada penilaian hasil, tetapi berlanjut menjadi proses pembelajaran dan perbaikan yang terstruktur.
Dalam kerangka ini, teknologi AI berpotensi membantu pengolahan informasi, analisis data, dan penyediaan bahan pertimbangan bagi pengambil keputusan. Namun, keputusan strategis tetap memerlukan penilaian manusia, tanggung jawab institusi, serta pertimbangan etika dan kepentingan pendidikan.
Pendekatan tersebut menempatkan teknologi sebagai bagian dari sistem manajemen mutu yang lebih luas, bukan sebagai pengganti peran pendidik maupun pengelola perguruan tinggi.
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Prof. Dr. HM Nasrullah Yusuf, menekankan bahwa kecerdasan buatan perlu diposisikan sebagai instrumen strategis untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, bukan sebagai pengganti peran manusia.
Menurutnya, penerapan AI dalam pendidikan perlu dilakukan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan tata kelola, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan.
Pemanfaatan teknologi tersebut harus diarahkan untuk memperkuat proses pembelajaran, meningkatkan efektivitas pengelolaan pendidikan, serta membantu institusi mengambil keputusan berdasarkan informasi yang relevan.
Dalam konteks pengembangan sumber daya manusia, integrasi AI dan manajemen mutu juga perlu diiringi penguatan kompetensi, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan tanggung jawab pengguna teknologi.
Dengan pendekatan yang tepat, AI dapat menjadi salah satu instrumen pendukung transformasi pendidikan tinggi. Namun, keberhasilan penerapannya tetap bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, kualitas tata kelola, serta komitmen institusi dalam menjaga mutu pendidikan.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademik Prof. Nasrullah Yusuf dalam mendorong pemanfaatan teknologi yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesiapan sumber daya manusia menghadapi tantangan masa depan.
Kegiatan akademik di Seoul Venture University turut dihadiri sejumlah pimpinan dan akademisi dari perguruan tinggi Korea Selatan.
Di antara tokoh yang hadir adalah Prof. Dr. Hwang Chan Gyu, Director International Education Institute; Prof. Dr. Cheong Chul, Dean Academic Affairs; Prof. Dr. Park Hyun Sook, Professor Department of Business Administration; serta Prof. Kim Jong Ju, President Wongji Tax University.
Kehadiran para pimpinan dan akademisi tersebut menjadi bagian dari forum akademik yang mempertemukan pemikiran, pengalaman, dan perspektif mengenai perkembangan pendidikan tinggi.
Pertemuan ini juga membuka ruang bagi pertukaran gagasan mengenai pemanfaatan teknologi, penguatan manajemen mutu, dan pengembangan sumber daya manusia yang mampu menghadapi perubahan di tingkat internasional.
Interaksi akademik lintas negara memiliki arti penting bagi perguruan tinggi dalam memperluas wawasan, membangun jejaring kelembagaan, dan menjajaki peluang kolaborasi di masa mendatang.
Rangkaian kegiatan di Korea Selatan turut dihadiri delegasi Universitas Teknokrat Indonesia dan Yayasan Pendidikan Teknokrat.
Delegasi tersebut terdiri atas Pembina Yayasan Pendidikan Teknokrat Hj. Hernaini, S.S., M.Pd.; Ketua Yayasan Pendidikan Teknokrat Dewi Sukmasari, S.E., M.S.A., Akt., CA.; jajaran pengurus Yayasan Pendidikan Teknokrat; serta Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M.
Kehadiran pimpinan yayasan dan universitas mencerminkan dukungan kelembagaan terhadap pengembangan hubungan akademik internasional serta penguatan posisi Universitas Teknokrat Indonesia dalam jejaring pendidikan tinggi global.
Melalui keterlibatan tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia terus berupaya memperluas kesempatan pertukaran pengetahuan, memperkuat komunikasi antarlembaga, dan membuka peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan tinggi.
Hubungan internasional yang dibangun melalui kegiatan akademik diharapkan tidak berhenti pada seremoni atau pertemuan formal, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan riset, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Penetapan Prof. Dr. HM Nasrullah Yusuf sebagai Chair Professor di Shinhan University dan Seoul Venture University menjadi salah satu pencapaian internasional yang memperkuat kiprah akademik Universitas Teknokrat Indonesia.
Lebih dari sekadar pengakuan akademik, rangkaian kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan gagasan mengenai integrasi kecerdasan buatan dan manajemen mutu pendidikan kepada komunitas akademik internasional.
Melalui pengembangan riset, inovasi, dan kolaborasi lintas negara, Universitas Teknokrat Indonesia terus berupaya memperkuat daya saing serta meningkatkan kontribusinya dalam perkembangan pendidikan tinggi.
Komitmen tersebut sejalan dengan visi universitas untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, mandiri, dan berdaya saing global. Upaya memperluas jejaring internasional, mengembangkan penelitian yang relevan, serta menerapkan inovasi untuk peningkatan mutu pendidikan menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju World Class University.
Universitas Teknokrat Indonesia berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus mengembangkan potensi, memperluas kolaborasi, dan menghasilkan karya yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia.
Universitas Teknokrat Indonesia — Kampus Berdampak, Kampusnya Sang Juara!