PENDAFTARAN
ID ID
EN EN

KAMPUS BERDAMPAK !! Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Bimbingan Intensif dan Tryout TKA di SMAN 15 Bandar Lampung, Bantu Siswa Siapkan Diri Masuk Perguruan Tinggi

Melalui program Teknokrat Goes to School, dosen Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Matematika UTI memberikan pendampingan akademik kepada siswa kelas XII untuk memperkuat kemampuan, memahami karakter soal, dan meningkatkan kesiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik.

Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) terus memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Lampung melalui program Teknokrat Goes to School. Kali ini, universitas menyelenggarakan bimbingan intensif dan tryout Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII SMAN 15 Bandar Lampung pada 7 Oktober 2026.

Baca Juga: KAMPUS BERDAMPAK !! Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Seminar dan Tryout TKA di SMA Perintis 2 Bandar Lampung, Perkuat Kesiapan Akademik Siswa

Kegiatan ini melibatkan dosen dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Matematika Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan Universitas Teknokrat Indonesia. Ratusan siswa kelas XII mengikuti kegiatan dengan antusias untuk memperoleh pendampingan akademik sekaligus berlatih menghadapi soal-soal yang membutuhkan pemahaman konsep, penalaran, dan strategi pengerjaan yang tepat.

Dua bidang yang menjadi fokus utama dalam kegiatan tersebut adalah Bahasa Inggris dan Matematika. Keduanya dipilih untuk membantu siswa memperkuat kompetensi akademik, meningkatkan ketelitian dalam memahami soal, serta mempersiapkan diri menghadapi evaluasi pendidikan dan seleksi masuk perguruan tinggi sesuai jalur yang dipilih.

Program ini juga menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung sekolah menengah. Melalui pendampingan langsung dari dosen, siswa memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan belajar dan mengenali aspek kemampuan yang masih perlu ditingkatkan sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dosen UTI Berikan Pendampingan Bahasa Inggris dan Matematika

Bimbingan intensif dan tryout TKA ini menghadirkan empat dosen Universitas Teknokrat Indonesia, yakni Dr. Afrianto, S.S., M.Hum.; Nicky Dwi Puspaningtyas, M.Pd.; Dr. Sugama Maskar, M.PMat.; dan Refiesta Ratu Anderha, M.Pd.

Para dosen memberikan materi dan pendampingan sesuai bidang keahlian masing-masing. Dalam sesi Bahasa Inggris, siswa diarahkan untuk meningkatkan kemampuan memahami teks, mengidentifikasi informasi penting, menafsirkan makna, dan menjawab pertanyaan berdasarkan konteks.

Sementara itu, pada sesi Matematika, siswa memperoleh penguatan dalam memahami konsep, menganalisis persoalan, serta menentukan langkah penyelesaian secara sistematis. Pendekatan tersebut membantu siswa melihat bahwa keberhasilan mengerjakan soal tidak hanya bergantung pada hafalan rumus, tetapi juga pada kemampuan memahami masalah dan menerapkan konsep secara tepat.

Melalui kegiatan ini, Universitas Teknokrat Indonesia berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang aplikatif. Siswa tidak hanya memperoleh penjelasan materi, tetapi juga kesempatan untuk mencoba soal, mengevaluasi cara pengerjaan, dan memahami strategi belajar yang dapat diterapkan secara mandiri.

SMAN 15 Bandar Lampung Sambut Positif Program Teknokrat Goes to School

Kepala SMAN 15 Bandar Lampung, Maria Habiba, S.Pd., M.Pd., menyambut positif pelaksanaan bimbingan intensif dan tryout TKA yang diselenggarakan Universitas Teknokrat Indonesia.

Menurutnya, pendampingan dari dosen perguruan tinggi memberikan pengalaman belajar tambahan yang dibutuhkan siswa kelas XII, terutama dalam mempersiapkan diri menghadapi evaluasi akademik dan merencanakan pendidikan lanjutan.

“Anak-anak kami membutuhkan pendampingan dan pengalaman belajar dari dosen perguruan tinggi. Pendekatan yang aplikatif dan interaktif seperti ini dapat membantu siswa lebih bersemangat, memahami materi dengan lebih baik, serta mengenali bagian-bagian yang masih perlu mereka tingkatkan,” ungkap Maria.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi dalam mendukung kesiapan akademik siswa. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar siswa memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai pembelajaran di pendidikan tinggi sekaligus semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan.

Baca Juga: Prospek Kerja Lulusan S1 Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia, Peluang Karier Luas di Era Global

Bedah TKA, Siswa Dilatih Memahami Pola Soal dan Strategi Pengerjaan

Dalam sesi seminar, tim dosen Universitas Teknokrat Indonesia menjelaskan pentingnya memahami karakter soal dan mengembangkan strategi pengerjaan dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik.

TKA merupakan instrumen asesmen yang digunakan untuk mengukur capaian kemampuan akademik berdasarkan kompetensi yang diuji. Dalam mempersiapkan diri, siswa perlu memahami materi, melatih penalaran, serta membiasakan diri mengerjakan soal dengan pengelolaan waktu yang baik.

Tim dosen menekankan tiga strategi yang dapat diterapkan siswa selama persiapan akademik.

Pertama, memahami pola dan konsep soal. Siswa didorong untuk tidak hanya menghafal jawaban atau rumus, tetapi juga memahami konsep yang mendasari setiap pertanyaan. Pada soal yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS), kemampuan menganalisis informasi dan menghubungkan konsep menjadi sangat penting.

Kedua, mengatur waktu pengerjaan. Siswa perlu membiasakan diri memperkirakan waktu yang tersedia dan menentukan prioritas saat mengerjakan soal. Jika menemukan pertanyaan yang sulit, siswa dapat melanjutkan ke soal lain terlebih dahulu, kemudian kembali mengerjakannya apabila waktu masih tersedia.

Ketiga, berlatih secara konsisten. Latihan dan simulasi membantu siswa mengenali pola kesalahan, mengukur perkembangan kemampuan, serta memperbaiki strategi belajar. Evaluasi setelah tryout menjadi bagian penting agar siswa mengetahui materi yang perlu dipelajari kembali.

Melalui tiga strategi tersebut, siswa diharapkan dapat membangun persiapan yang lebih terarah. Hasil latihan juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan penguasaan materi dan kepercayaan diri menjelang pelaksanaan asesmen.

Rektor: Perguruan Tinggi Harus Hadir dan Memberikan Dampak bagi Sekolah

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan, termasuk melalui pendampingan akademik bagi siswa sekolah menengah.

Menurutnya, program Teknokrat Goes to School menjadi salah satu cara bagi universitas untuk berbagi pengetahuan, memperluas akses terhadap pengalaman belajar, dan membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik.

“Kampus berdampak harus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui pendampingan akademik bagi siswa SMA agar mereka semakin siap menghadapi evaluasi pendidikan dan merencanakan masa depan. Kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi siswa SMAN 15 Bandar Lampung untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan berani melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujar Nasrullah.

Ia menambahkan bahwa pendidikan tinggi dan sekolah menengah perlu terus membangun hubungan yang saling mendukung. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, pengalaman dan kompetensi akademik dari perguruan tinggi dapat memberikan manfaat lebih luas bagi siswa serta lingkungan pendidikan.

Universitas Teknokrat Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan sekolah dan perkembangan dunia pendidikan.

Wakil Rektor: Kolaborasi Kampus dan Sekolah Perkuat Ekosistem Pendidikan

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan bimbingan intensif dan tryout TKA di SMAN 15 Bandar Lampung.

Menurutnya, keterlibatan dosen dalam program tersebut merupakan bentuk penerapan ilmu pengetahuan secara langsung untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan pendidikan menengah melalui kolaborasi yang berorientasi pada peningkatan kompetensi siswa.

“Alhamdulillah, kami menyambut baik kolaborasi ini. Melalui program Teknokrat Goes to School, dosen Universitas Teknokrat Indonesia dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman, sementara para siswa memperoleh tambahan wawasan serta motivasi untuk meningkatkan kemampuan akademik mereka. Inilah salah satu wujud komitmen kampus berdampak dalam mendukung kemajuan pendidikan di Lampung,” ungkap Mahathir.

Ia berharap program serupa dapat menjangkau lebih banyak sekolah sehingga manfaat pendampingan akademik dapat dirasakan oleh semakin banyak siswa. Universitas Teknokrat Indonesia juga mendorong kolaborasi yang melibatkan sekolah, dosen, dan mahasiswa dalam berbagai kegiatan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: MEMBANGGAKAN !! Mahasiswa Informatika Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara 2 Nasional LKTI GELORA API 2026 lewat Inovasi E-Learning Berbasis EEG dan AI

Teknokrat Goes to School, Perluas Manfaat Pendidikan bagi Masyarakat

Program Teknokrat Goes to School merupakan salah satu bentuk kontribusi Universitas Teknokrat Indonesia dalam memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah menengah. Melalui kegiatan ini, dosen dapat menerapkan keahlian akademiknya untuk membantu menjawab kebutuhan pembelajaran di sekolah, sedangkan siswa memperoleh kesempatan memperkaya pengalaman belajar.

Bagi siswa kelas XII, persiapan menghadapi TKA dan seleksi masuk perguruan tinggi membutuhkan proses belajar yang konsisten, pemahaman materi, serta informasi yang tepat mengenai jalur pendidikan lanjutan. Bimbingan dan simulasi ujian dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu siswa mengenali kemampuan serta menyusun strategi persiapan yang lebih efektif.

Universitas Teknokrat Indonesia berharap kegiatan ini dapat memperkuat kemitraan dengan SMAN 15 Bandar Lampung dan membuka peluang pelaksanaan program pendidikan lainnya. Dengan demikian, peran perguruan tinggi tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa, tetapi juga memberikan manfaat bagi sekolah dan masyarakat secara lebih luas.

Selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs)

Kegiatan bimbingan intensif dan tryout TKA ini juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)

Pendampingan akademik dalam bidang Bahasa Inggris dan Matematika mendukung penguatan kompetensi siswa, khususnya kemampuan literasi, numerasi, dan penalaran. Kegiatan ini juga memperluas kesempatan siswa untuk memperoleh pengalaman belajar tambahan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities)

Kegiatan pendampingan dari dosen perguruan tinggi dapat memperluas akses siswa terhadap sumber belajar dan pengalaman akademik tambahan. Program seperti ini berpotensi membantu mengurangi kesenjangan kesempatan memperoleh pendampingan, terutama apabila dikembangkan secara inklusif dan berkelanjutan.

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)

Kolaborasi Universitas Teknokrat Indonesia dengan SMAN 15 Bandar Lampung menunjukkan pentingnya kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Sinergi ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pendidikan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

Melalui Teknokrat Goes to School, Universitas Teknokrat Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Upaya ini menjadi bagian dari peran kampus dalam memperkuat ekosistem pendidikan, mendorong peningkatan kompetensi siswa, dan mendukung lahirnya generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Universitas Teknokrat Indonesia — Kampus Berdampak, Kampusnya Sang Juara!

Baca Juga: Jurusan S1 Sistem Informasi Universitas Teknokrat Indonesia: Peluang Kerja Luas dan Prospek Karier di Era Digital

#PengabdianKepadaMasyarakat
#KampusBerdampak
#DosenBerdampak