ID
EN
Diikuti dosen, mahasiswa, pimpinan kampus, keluarga, dan masyarakat, kegiatan senam zumba di Gelanggang Mahasiswa Dr. H.M. Nasrullah Yusuf menjadi momentum memperkuat kebugaran, kebersamaan, dan komitmen UTI sebagai Kampus Berdampak.
Bandar Lampung – Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai kegiatan jalan sehat bertema One Walk One Spirit yang diselenggarakan Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Minggu pagi, 11 Oktober 2026. Setelah menempuh rute jalan sehat, ratusan peserta melanjutkan kegiatan dengan mengikuti senam zumba bersama di Gelanggang Mahasiswa Dr. H.M. Nasrullah Yusuf.
Dipandu sejumlah instruktur profesional, senam zumba berlangsung meriah dengan iringan musik energik dan gerakan dinamis. Dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, pimpinan universitas, serta masyarakat umum tampak antusias mengikuti setiap gerakan dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana olahraga bersama, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi dan rekreasi yang positif bagi warga kampus. Melalui aktivitas fisik yang menyenangkan, Universitas Teknokrat Indonesia mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa menjaga kesehatan dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana yang konsisten dan melibatkan banyak orang.
Kemeriahan semakin terasa dengan kehadiran maskot Universitas Teknokrat Indonesia, Dino, Dini, dan Doni, yang tampil menari di depan panggung bersama para peserta. Aksi ketiga maskot tersebut mengundang perhatian dan menambah keceriaan di tengah berlangsungnya senam zumba.
Kehadiran maskot kampus juga menciptakan suasana yang lebih akrab, khususnya bagi peserta yang datang bersama keluarga. Sejumlah peserta memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto bersama, menjadikan kegiatan olahraga sebagai pengalaman menyenangkan yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan dan kelompok usia.
Pimpinan dan sejumlah dosen Universitas Teknokrat Indonesia turut mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Mereka berbaur bersama mahasiswa dan masyarakat, menunjukkan bahwa semangat hidup sehat merupakan nilai bersama yang dapat dibangun tanpa sekat jabatan maupun perbedaan usia.
Senam zumba berlangsung selama kurang lebih satu jam. Perpaduan gerakan aerobik dan musik yang dinamis membuat peserta tetap bersemangat mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Secara umum, senam zumba dapat menjadi salah satu pilihan aktivitas fisik untuk membantu meningkatkan kebugaran kardiovaskular, koordinasi gerak, dan stamina apabila dilakukan sesuai kemampuan serta kondisi kesehatan masing-masing peserta. Selain manfaat fisik, olahraga bersama juga memberikan kesempatan untuk melepas penat, memperbaiki suasana hati, dan membangun interaksi sosial yang positif.
Bagi lingkungan perguruan tinggi, kegiatan semacam ini memiliki arti penting dalam mendukung keseimbangan antara aktivitas akademik, pekerjaan, dan kesehatan. Mahasiswa membutuhkan kondisi fisik yang bugar untuk menunjang proses belajar, sedangkan dosen dan tenaga kependidikan memerlukan kebugaran agar dapat menjalankan tugas secara optimal.
Karena itu, Universitas Teknokrat Indonesia memandang kegiatan olahraga bersama sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan kampus yang tidak hanya produktif dalam bidang akademik, tetapi juga peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan warganya.
Sebelum kegiatan senam zumba berlangsung, rangkaian acara diawali dengan jalan sehat yang secara resmi dilepas oleh Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A. Dalam kesempatan tersebut, Rektor didampingi Pembina Yayasan Pendidikan Teknokrat, Hj. Hernaini, S.S., M.Pd., serta Wakil Rektor, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M.
Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental melalui aktivitas olahraga yang dilakukan secara rutin. Ia berharap kegiatan jalan sehat dan senam zumba dapat terus menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarsivitas akademika sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan kampus.
“Kesehatan adalah kunci produktivitas. Melalui kegiatan ini, kami ingin seluruh sivitas akademika menjadikan olahraga sebagai gaya hidup yang menyenangkan. Dengan tubuh yang bugar dan semangat yang positif, kita dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik,” ujar Nasrullah.
Ia juga berharap kegiatan olahraga bersama dapat menjadi agenda positif yang mempertemukan warga kampus dan masyarakat dalam suasana yang inklusif. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menyelenggarakan pendidikan, yakni turut membangun kebiasaan baik dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
“Kami ingin seluruh keluarga besar Teknokrat tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki tubuh yang sehat dan semangat hidup positif. Inilah wujud nyata dari semangat One Walk One Spirit,” tambahnya.
Salah satu hal yang menonjol dalam kegiatan ini adalah keterlibatan peserta dari berbagai kelompok usia. Tidak hanya mahasiswa dan dosen, sejumlah peserta juga datang bersama anggota keluarga. Anak-anak, orang tua, dan masyarakat di sekitar kampus ikut menikmati suasana olahraga bersama sejak pagi.
Keterlibatan tersebut menjadikan kegiatan jalan sehat dan senam zumba sebagai ruang kebersamaan lintas generasi. Selain mendorong aktivitas fisik, kegiatan ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan sivitas akademika dalam suasana yang santai, akrab, dan menyenangkan.
Untuk menambah antusiasme peserta, panitia juga menyediakan berbagai hadiah dan doorprize yang diundi berdasarkan kupon peserta. Hadiah tersebut menjadi salah satu daya tarik acara sekaligus bentuk apresiasi kepada warga kampus dan masyarakat yang telah berpartisipasi.
Dari sisi penyelenggaraan, panitia bekerja sama dengan aparat kepolisian dan petugas keamanan kampus untuk menjaga ketertiban serta mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan. Koordinasi tersebut mendukung kelancaran acara sehingga rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.
Penyelenggaraan jalan sehat dan senam zumba One Walk One Spirit merupakan bagian dari upaya Universitas Teknokrat Indonesia dalam menghadirkan kegiatan kampus yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika dan masyarakat.
Konsep Kampus Berdampak tidak hanya diwujudkan melalui prestasi akademik, penelitian, dan inovasi, tetapi juga melalui kegiatan yang mendukung kualitas hidup, kesehatan, dan hubungan sosial. Dalam konteks ini, olahraga bersama menjadi langkah sederhana untuk membangun lingkungan pendidikan yang lebih sehat, aktif, inklusif, dan harmonis.
Melalui kegiatan tersebut, UTI mendorong dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan agar semakin peduli terhadap kesehatan diri sekaligus menumbuhkan budaya kebersamaan. Pelibatan masyarakat juga memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan lingkungan sekitar, sehingga manfaat kegiatan kampus dapat dirasakan lebih luas.
Universitas Teknokrat Indonesia berharap semangat One Walk One Spirit tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan positif yang mendorong warga kampus untuk lebih aktif bergerak, menjaga kesehatan, dan membangun interaksi sosial yang saling mendukung.
Kegiatan jalan sehat dan senam zumba ini juga memiliki keterkaitan dengan beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being)
Jalan sehat dan senam zumba mendorong penerapan pola hidup aktif melalui aktivitas fisik yang dapat disesuaikan dengan kemampuan peserta. Kegiatan ini sekaligus meningkatkan kesadaran sivitas akademika dan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebugaran serta menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.
SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)
Lingkungan pendidikan yang berkualitas turut memperhatikan kesejahteraan dan perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Melalui kegiatan positif di luar pembelajaran formal, universitas mendukung pembentukan kebiasaan sehat, kedisiplinan, dan keterampilan sosial yang menunjang kehidupan akademik mahasiswa.
SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities)
Partisipasi sivitas akademika, keluarga, dan masyarakat sekitar memperkuat hubungan sosial serta mendorong terbentuknya komunitas yang lebih aktif dan inklusif. Kegiatan bersama ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membangun lingkungan sosial yang sehat dan harmonis.
SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)
Kolaborasi antara pimpinan universitas, panitia, sivitas akademika, masyarakat, aparat kepolisian, dan petugas keamanan menunjukkan pentingnya kerja sama lintas pihak dalam menyelenggarakan kegiatan yang bermanfaat. Sinergi tersebut turut mendukung terciptanya lingkungan kampus yang aman, tertib, dan berdampak.
Melalui kegiatan ini, Universitas Teknokrat Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendorong prestasi dan daya saing, tetapi juga memperhatikan kesehatan, kebersamaan, serta kesejahteraan sivitas akademika dan masyarakat.
Universitas Teknokrat Indonesia — Kampus Berdampak, Kampusnya Sang Juara!
#FunWalkTeknokrat2026
#KampusBerdampak
#KampusTerbaikdiLampung