ID
EN
Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), yang dikenal sebagai Kampus Sang Juara dan dalam materi publikasinya menyandang predikat ASEAN’s Best Private University, kembali menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Green Kampus dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026.
Mengusung tema “Menanam Harapan, Menumbuhkan Kehidupan, Menebar Keberlanjutan”, kegiatan Green Kampus dilaksanakan di TeknoPark Universitas Teknokrat Indonesia, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran dan karakter mahasiswa agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak awal menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Teknokrat Indonesia.
Melalui aksi sederhana berupa penanaman tanaman herbal, perawatan tanaman buah, dan penebaran ikan, mahasiswa diajak memahami bahwa keberlanjutan lingkungan membutuhkan partisipasi nyata, konsistensi, dan kepedulian bersama.
Penanggung jawab Green Kampus PKKMB 2026, Fadila Shely Amalia, S.Kom., M.Cs., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang dalam beberapa aksi utama yang melibatkan mahasiswa baru secara langsung.
Dalam kegiatan penanaman tanaman herbal, panitia menyiapkan 30 bibit tanaman, yang terdiri atas jahe, serai, kunyit, dan lengkuas. Tanaman tersebut dipilih tidak hanya karena memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pemanfaatan lahan kampus secara produktif.
Selain penanaman tanaman herbal, kegiatan juga melanjutkan upaya penghijauan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. Sebanyak 20 tanaman buah mendapatkan pemupukan dan perawatan agar dapat terus tumbuh dan berkembang dengan baik.
“Untuk penanaman tanaman herbal, kami telah menyiapkan 30 bibit yang terdiri dari jahe, serai, kunyit, dan lengkuas. Sementara itu, sebagai keberlanjutan dari program penghijauan tahun sebelumnya, terdapat 20 tanaman buah yang dilakukan pemupukan dan perawatan agar dapat terus tumbuh dengan baik,” ujar Fadila.
Menurutnya, keberlanjutan kegiatan menjadi aspek penting dalam program Green Kampus. Penghijauan tidak berhenti pada kegiatan menanam, tetapi harus dilanjutkan dengan pemeliharaan agar tanaman dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Selain kegiatan penghijauan, mahasiswa baru juga dilibatkan dalam aksi penebaran ikan di kawasan TeknoPark.
Sebanyak 1.200 ekor ikan disiapkan untuk kegiatan tersebut. Jumlah tersebut terdiri atas 600 ekor ikan nila dan 600 ekor ikan gurame.
Ikan nila disiapkan sebanyak lima bungkus dengan masing-masing berisi 120 ekor, sehingga total mencapai 600 ekor. Jumlah yang sama juga disiapkan untuk ikan gurame, yakni lima bungkus dengan masing-masing 120 ekor.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kepada mahasiswa baru pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus menjadikan lingkungan kampus sebagai ruang pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas.
Sebanyak 80 mahasiswa baru peserta PKKMB 2026 mengikuti kegiatan Green Kampus tersebut dengan penuh antusias.
Fadila berharap keterlibatan langsung mahasiswa dapat membentuk kebiasaan positif dalam menjaga lingkungan, baik di lingkungan kampus maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa baru dapat ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan kampus dan membangun kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan sejak awal menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Teknokrat Indonesia,” tambahnya.
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Green Kampus sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa baru.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari budaya kehidupan kampus. Pendidikan tinggi tidak hanya bertugas membangun kecerdasan akademik, tetapi juga membentuk mahasiswa yang memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan.
“Green Kampus merupakan bagian dari pendidikan karakter yang kami tanamkan kepada mahasiswa sejak awal. Kami ingin mahasiswa Teknokrat memahami bahwa menjadi Sang Juara bukan hanya tentang prestasi akademik, tetapi juga tentang bagaimana memiliki kepedulian, tanggung jawab, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan. Karena itu, kegiatan sederhana seperti menanam, merawat tanaman, dan menjaga ekosistem harus menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Nasrullah Yusuf.
Ia menambahkan, komitmen terhadap lingkungan juga perlu berjalan seiring dengan keunggulan Universitas Teknokrat Indonesia di bidang akademik dan teknologi.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis dalam mengembangkan berbagai inovasi yang dapat membantu menyelesaikan persoalan lingkungan, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan artifisial, Internet of Things (IoT), dan berbagai inovasi lainnya.
“Kampus harus menjadi tempat lahirnya generasi yang mampu menggabungkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan. Apa yang dilakukan mahasiswa hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan secara konsisten dan melibatkan banyak orang, akan menjadi gerakan yang memberikan dampak lebih luas,” tambahnya.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., dalam sambutannya memberikan pesan kepada mahasiswa baru bahwa makna Sang Juara tidak hanya berkaitan dengan kemenangan dalam kompetisi.
Menurut Mahathir, menjadi mahasiswa Sang Juara berarti memiliki kemauan untuk terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik, memiliki karakter kuat, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“Selamat datang di kampusnya Sang Juara. Sang Juara bukan hanya juara dalam perlombaan, tetapi juga juara dalam perubahan, juara dalam motivasi, juara dalam karakter, sifat, dan tingkah laku. Hal-hal tersebut jauh lebih penting daripada sekadar menjadi juara di kelas. Pada akhirnya, yang kita harapkan adalah menjadi juara dalam kehidupan,” ujar Mahathir.
Ia menilai kegiatan Green Kampus merupakan contoh konkret bagaimana mahasiswa dapat menerjemahkan kepedulian terhadap lingkungan melalui tindakan nyata.
Menurutnya, kepedulian tidak cukup hanya disampaikan melalui kampanye atau unggahan di media sosial. Kesadaran lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Hal besar tidak mungkin langsung terwujud tanpa dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari. Saat ini Indonesia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari erupsi gunung, kebakaran hutan, hingga banjir. Perilaku manusia menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, mahasiswa perlu mengkampanyekan kepedulian melalui tindakan nyata,” jelasnya.
Mahathir menambahkan bahwa dampak dari satu tindakan mungkin belum terlihat besar dalam waktu singkat. Namun, apabila dilakukan secara bersama-sama, terus-menerus, dan berkelanjutan, tindakan tersebut dapat menghasilkan dampak yang lebih luas.
Mahathir juga mengingatkan bahwa Universitas Teknokrat Indonesia memiliki berbagai aktivitas kemahasiswaan yang berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Berbagai kegiatan tersebut antara lain penanaman pohon bersama TNI dan Marinir, kegiatan penanaman mangrove, aksi membersihkan sampah, hingga kegiatan sosial dan lingkungan lainnya.
Tidak hanya mahasiswa, dosen Universitas Teknokrat Indonesia juga terlibat dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan bersih-bersih masjid serta dukungan perbaikan instalasi listrik masyarakat yang melibatkan dosen dan mahasiswa Teknik Elektro.
Menurut Mahathir, berbagai aktivitas tersebut menunjukkan bahwa kehidupan mahasiswa tidak seharusnya hanya berorientasi pada perkuliahan.
“Mahasiswa harus lebih kreatif. Jangan hanya kuliah, tetapi juga harus memberikan dampak. Dampak pertama adalah kepada diri sendiri, bagaimana kita berubah menjadi lebih baik, lebih bersemangat, lebih sopan dan santun. Setelah itu, perubahan tersebut harus memberikan dampak kepada masyarakat,” pesannya.
Ia juga mengajak mahasiswa baru untuk mendokumentasikan dan mengkampanyekan berbagai kegiatan positif tersebut melalui media sosial masing-masing. Menurutnya, pemanfaatan media digital dapat menjadi sarana untuk menyebarkan pesan positif sekaligus memperkuat literasi digital mahasiswa.
Pelaksanaan Green Kampus PKKMB 2026 juga menjadi bagian dari komitmen Universitas Teknokrat Indonesia terhadap keberlanjutan lingkungan dan penguatan budaya green campus.
Kegiatan penanaman dan penebaran ikan di TeknoPark menjadi salah satu bentuk aktivitas nyata yang mengajak sivitas akademika untuk menjaga lingkungan kampus secara langsung.
Komitmen tersebut juga berkaitan dengan partisipasi Universitas Teknokrat Indonesia dalam UI GreenMetric World University Rankings, sebuah pemeringkatan yang menilai berbagai aspek keberlanjutan lingkungan perguruan tinggi.
Melalui kegiatan seperti penghijauan, pengelolaan lingkungan, pemanfaatan ruang terbuka, serta edukasi kepada mahasiswa, UTI terus mendorong agar keberlanjutan menjadi bagian dari kehidupan akademik dan budaya kampus.
Dengan demikian, konsep Green Kampus tidak hanya diposisikan sebagai kegiatan insidental, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem perguruan tinggi yang memiliki perhatian terhadap lingkungan.
Program Green Kampus dalam PKKMB 2026 memiliki keterkaitan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs) yang menjadi agenda pembangunan berkelanjutan.
SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas) diwujudkan melalui pendidikan karakter dan pengalaman langsung mahasiswa dalam memahami pentingnya keberlanjutan lingkungan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga belajar melalui praktik nyata.
SDG 12 – Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) tercermin melalui pemanfaatan lahan kampus secara produktif dengan penanaman 30 tanaman herbal serta pemeliharaan 20 tanaman buah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari edukasi mengenai pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab.
SDG 13 – Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim) didukung melalui aksi penghijauan dan edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Penanaman dan pemeliharaan vegetasi merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih hijau sekaligus meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap tantangan perubahan iklim.
SDG 14 – Life Below Water (Ekosistem Lautan) dan SDG 15 – Life on Land (Ekosistem Daratan) berkaitan dengan upaya menjaga keseimbangan ekosistem melalui penebaran 1.200 ikan, terdiri atas 600 ikan nila dan 600 ikan gurame, serta pemeliharaan tanaman buah dan penghijauan kawasan TeknoPark.
Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa pendidikan mengenai keberlanjutan dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Mahasiswa baru diajak memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.
Melalui Green Kampus PKKMB 2026, Universitas Teknokrat Indonesia menunjukkan bahwa pembentukan karakter mahasiswa dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana yang memiliki makna dan manfaat jangka panjang.
Penanaman 30 bibit tanaman herbal, pemeliharaan 20 tanaman buah, serta penebaran 1.200 ikan di TeknoPark menjadi simbol bahwa keberlanjutan harus dimulai dari tindakan nyata.
Lebih dari sekadar kegiatan PKKMB, aksi tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk memahami bahwa predikat Sang Juara tidak hanya diukur dari prestasi akademik maupun kemenangan dalam kompetisi, tetapi juga dari kemampuan untuk menjadi pribadi yang peduli, bertanggung jawab, berkarakter, dan memberikan dampak positif.
Dengan semangat “Menanam Harapan, Menumbuhkan Kehidupan, Menebar Keberlanjutan”, Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong terciptanya lingkungan kampus yang hijau, sehat, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus menyiapkan generasi muda yang mampu membawa nilai-nilai keberlanjutan tersebut ke tengah masyarakat.
#PKKMB2026
#KampusBerdampak
#KampusTerbaikdiLampung