Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Berdampak terbaik di Lampung, kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus berdampak melalui pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, Universitas Teknokrat Indonesia menggandeng SMA Perintis 2 Bandar Lampung dalam kegiatan In-House Training (IHT) bertajuk “Penguatan Kompetensi Guru Menuju Pembelajaran yang Bermakna dan Interaktif”, Sabtu (22/8/2026).
Mengusung tema “Belajar Lebih Aktif, Visual, Personal, dan Bermakna di Era Digital”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21.
Melalui kegiatan ini, guru tidak hanya diperkenalkan pada perkembangan teknologi pendidikan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mencoba dan mengembangkan media pembelajaran yang dapat diterapkan secara langsung dalam proses belajar mengajar.
Kegiatan IHT menghadirkan dosen terbaik Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Afrianto, M.Hum., sebagai narasumber.
Selain dosen, kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa terbaik dari Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Teknokrat Indonesia, yakni Loyati Parakletin dan Sri Wahyuni.
Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus berinteraksi langsung dengan para pendidik di lingkungan sekolah.
Kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat menjadi mitra strategis sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kreativitas sivitas akademika.
Pelatihan difokuskan pada tiga materi utama yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif dan menarik.
Materi yang diberikan meliputi:
Para guru tidak hanya memperoleh pemahaman secara konseptual mengenai teknologi tersebut. Mereka juga diajak melakukan praktik secara langsung untuk merancang aktivitas pembelajaran dan menghasilkan media yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.
Pendekatan praktik tersebut diharapkan membuat teknologi tidak berhenti sebagai perangkat pendukung pembelajaran, tetapi dapat diubah menjadi bagian dari pengalaman belajar yang lebih komunikatif dan bermakna bagi siswa.
Dosen terbaik Teknokrat, Dr. Afrianto, M.Hum., mengatakan bahwa keberadaan teknologi tidak secara otomatis membuat proses pembelajaran menjadi lebih baik. Dampak positif teknologi sangat bergantung pada kemampuan guru dalam menggunakannya secara kreatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
“Teknologi akan berdampak ketika guru mampu mengubahnya menjadi pengalaman belajar. Karena itu, kami mendorong guru untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga menjadi kreator media pembelajaran,” jelas Afrianto.
Sepanjang pelatihan, antusiasme guru terlihat ketika mereka mengeksplorasi penggunaan Papan Interaktif Digital, merancang pembelajaran interaktif, hingga membuat animasi sebagai sarana untuk memvisualisasikan materi yang selama ini dianggap sulit disampaikan secara konvensional.
Kegiatan tersebut memberikan ruang bagi guru untuk mengembangkan kreativitas sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari strategi pembelajaran.
Kepala SMA Perintis 2 Bandar Lampung, Aman Surya, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelatihan yang mengedepankan praktik sangat dibutuhkan guru agar mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Pelatihan praktik seperti ini yang dibutuhkan guru agar bisa mengikuti perkembangan teknologi dan menghadirkan pembelajaran yang relevan bagi siswa. Kami berharap kerja sama dengan Teknokrat terus berlanjut,” ujarnya.
Ia berharap sinergi antara SMA Perintis 2 Bandar Lampung dan Universitas Teknokrat Indonesia dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan peningkatan kapasitas guru dan penguatan kualitas pembelajaran.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menghadirkan manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung bagi masyarakat pendidikan.
Menurutnya, hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah perlu dibangun melalui program yang aplikatif, sesuai kebutuhan lapangan, dan memiliki keberlanjutan.
“Kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah harus aplikatif dan berkelanjutan. Dosen dan mahasiswa berbagi ilmu, sementara guru mengembangkan inovasi sesuai kebutuhan nyata di kelas,” kata Mahathir.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan PkM juga memberikan pengalaman penting karena mahasiswa dapat belajar menghadapi persoalan nyata sekaligus mengimplementasikan kompetensi akademik yang dimiliki.
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., mengatakan bahwa peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, teknologi pendidikan berkembang dengan cepat sehingga guru perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi, memilih, dan memanfaatkan teknologi secara tepat sesuai karakteristik pembelajaran.
“Teknologi pendidikan berkembang sangat cepat. Teknokrat berkomitmen hadir dan berkolaborasi dengan sekolah untuk meningkatkan kapasitas guru. Teknologi harus dimanfaatkan secara kreatif dan bijak agar benar-benar memberi dampak pada kualitas pembelajaran dan perkembangan peserta didik,” tegas Nasrullah.
Ia menilai penguatan kompetensi digital guru tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan pendidik, tetapi juga berpotensi menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakter generasi saat ini.
Pelaksanaan PkM Universitas Teknokrat Indonesia bersama SMA Perintis 2 Bandar Lampung juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Kegiatan ini secara khusus mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui upaya meningkatkan kompetensi pendidik dan mendorong terciptanya proses pembelajaran yang lebih inklusif, berkualitas, interaktif, serta relevan dengan perkembangan zaman.
Selain itu, kegiatan tersebut mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.
Penguatan kapasitas guru melalui teknologi digital diharapkan dapat memberikan efek berkelanjutan terhadap kualitas pembelajaran dan membantu membentuk generasi siswa yang lebih kreatif, kritis, adaptif, serta siap menghadapi tantangan global.
Melalui kegiatan tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia kembali menunjukkan bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas dan lingkungan kampus, tetapi juga hadir melalui kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kolaborasi bersama SMA Perintis 2 Bandar Lampung diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan, terutama dalam pengembangan kompetensi guru serta inovasi pembelajaran berbasis teknologi.
Universitas Teknokrat Indonesia dan SMA Perintis 2 Bandar Lampung berkomitmen mendorong para guru agar tidak sekadar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga menjadi kreator yang menghasilkan media pembelajaran digital inovatif, kontekstual, dan bermakna.
Dengan demikian, pemanfaatan teknologi pendidikan tidak berhenti pada penguasaan perangkat, melainkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan kemajuan pendidikan di Lampung.
Baca Juga: LUAR BIASA !! Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Melaju ke Kompetisi Nasional Keamanan Siber
#KampusBerdampak
#KampusBerdampakTerbaikdiLampung
#MahasiswaBerdampak
#DosenBerdampak