Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung kembali menorehkan kontribusi strategis di tingkat nasional melalui keterlibatan dosen dalam proyek infrastruktur energi. Salah satu dosen Program Studi S1 Teknik Sipil, Dr. Ir. Lilik Ariyanto, S.T., M.T., I.P.M., ASEAN Eng., dipercaya sebagai konsultan independen sekaligus pengawas dalam pengelolaan sumber daya air (SDA) untuk mendukung operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batutegi yang berkelanjutan.
Penugasan ini diberikan oleh Perum Jasa Tirta II dalam rangka Program Jasa Pengelolaan Sumber Daya Air (PJPSDA), yang bertujuan menjaga stabilitas pasokan air di kawasan tangkapan Bendungan Batutegi. Program tersebut menjadi bagian dari kegiatan Rekonsiliasi PJPSDA yang berlangsung pada 30–31 Maret 2026 di Bandar Lampung, bekerja sama dengan pihak PLTA Batutegi National Power.
Dalam perannya, Dr. Lilik Ariyanto bertanggung jawab melakukan inventarisasi, evaluasi, serta pengawasan terhadap implementasi program pengelolaan SDA. Selain itu, ia juga berperan dalam memastikan keselarasan antara program pengelolaan air dengan kebutuhan operasional pembangkit listrik, sehingga target produksi energi dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan.
PLTA Batutegi sendiri merupakan salah satu infrastruktur energi penting di wilayah Lampung dan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Dengan kapasitas mencapai 2 x 14 MW dan potensi produksi lebih dari 120 juta kWh per tahun, keberlangsungan pasokan air menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas energi di kawasan tersebut.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada dosen Teknokrat. Menurutnya, keterlibatan ini menjadi bukti bahwa kompetensi akademisi kampus diakui secara nasional serta mampu memberikan kontribusi nyata di sektor strategis.
“Kepercayaan ini menunjukkan bahwa dosen Universitas Teknokrat Indonesia memiliki profesionalisme yang tinggi. Kontribusi ini tidak hanya berdampak pada dunia akademik, tetapi juga mendukung pembangunan infrastruktur dan ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa partisipasi aktif dosen dalam proyek nasional merupakan bagian dari komitmen universitas dalam mendorong inovasi berbasis keilmuan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Keterlibatan dosen dalam pengawasan pengelolaan sumber daya air di PLTA Batutegi menunjukkan sinergi nyata antara dunia akademik dan sektor industri energi. Melalui pendekatan ilmiah dan teknis, pengelolaan air dapat dilakukan secara lebih terukur, efisien, dan berkelanjutan.
Tidak hanya berperan sebagai pengawas, akademisi juga menjadi agen perubahan dalam memastikan bahwa pengelolaan sumber daya alam dilakukan dengan prinsip keberlanjutan, menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan kelestarian lingkungan.
Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Universitas Teknokrat Indonesia sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pembangunan nasional berbasis riset dan teknologi.
Keterlibatan Universitas Teknokrat Indonesia dalam proyek ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada beberapa poin penting:
SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak
Pengelolaan daerah tangkapan air Bendungan Batutegi secara berkelanjutan memastikan ketersediaan sumber daya air yang stabil dan berkualitas, sekaligus menjaga ekosistem lingkungan.
SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau
Optimalisasi operasional PLTA sebagai sumber energi terbarukan berkontribusi pada penyediaan listrik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi masyarakat.
SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
Keterlibatan akademisi dalam proyek infrastruktur energi menunjukkan peran penting perguruan tinggi dalam mendorong inovasi serta memperkuat sistem infrastruktur nasional.
SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Kolaborasi antara perguruan tinggi, BUMN, dan sektor industri menjadi kunci dalam menciptakan solusi berkelanjutan yang berdampak luas bagi pembangunan nasional.
Melalui kontribusi nyata dalam proyek strategis nasional, Universitas Teknokrat Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi konkret bagi tantangan pembangunan di era modern.
Ke depan, sinergi antara dunia pendidikan dan industri diharapkan semakin kuat, sehingga inovasi yang dihasilkan mampu mendorong Indonesia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan, mandiri, dan berdaya saing global.