PENDAFTARAN

Mahasiswa Prodi S1 Manajemen FEB Teknokrat, Kampus Terbaik di Lampung, Sukses Menyelesaikan Tugas Akhir Non-Skripsi melalui Proyek Bisnis Coffee Threen

Bandar Lampung – Mahasiswa Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Kampus Terbaik di Lampung, kembali menorehkan prestasi akademik melalui penyelesaian tugas akhir non-skripsi berbasis business project dengan menghadirkan usaha inovatif bertajuk Coffee Threen. Proyek ini mengusung konsep minuman kopi sehat dengan pemanis alami madu sebagai alternatif gula, yang dirancang untuk menjawab tren gaya hidup sehat di tengah meningkatnya budaya konsumsi kopi masyarakat modern.

Baca Juga: Ratusan Siswa SMA/SMK se-Lampung Ikuti Academic Expo, Seminar, dan Tryout Universitas Teknokrat Indonesia

Coffee Threen lahir dari gagasan mahasiswa untuk memadukan kualitas rasa kopi premium dengan manfaat kesehatan. Produk ini menggunakan biji kopi pilihan yang dipadukan dengan madu alami sebagai pemanis, sehingga menghasilkan cita rasa khas tanpa mengandalkan gula rafinasi.

“Inovasi ini ditujukan bagi konsumen yang ingin tetap menikmati kopi dengan rasa nikmat, namun lebih ramah bagi kesehatan. Penggunaan madu menjadi solusi untuk mengurangi konsumsi gula buatan tanpa mengurangi kenikmatan,” demikian dijelaskan dalam pemaparan proyek bisnis mahasiswa kepada tim penguji.

Implementasi Teori Manajemen dalam Proyek Nyata

Melalui skema tugas akhir non-skripsi berbasis proyek bisnis, mahasiswa tidak hanya diuji secara konseptual, tetapi juga ditantang untuk mengimplementasikan teori manajemen ke dalam praktik usaha nyata. Pengembangan Coffee Threen dilakukan secara komprehensif, mulai dari perumusan ide bisnis, riset pasar, perancangan produk, penentuan segmentasi dan strategi pemasaran, pengelolaan operasional, hingga analisis kelayakan dan keberlanjutan usaha.

Pendekatan ini menjadikan tugas akhir sebagai sarana pembelajaran aplikatif yang menyeluruh, sekaligus melatih mahasiswa dalam menghadapi dinamika dunia usaha sesungguhnya.

Didampingi Dosen Pembimbing

Dalam proses pengembangannya, mahasiswa mendapatkan pendampingan intensif dari dosen pembimbing tugas akhir non-skripsi, Febrian Eko Saputra, S.M., M.S.M. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga pada nilai inovasi, keberlanjutan, dan relevansi produk dengan kebutuhan pasar.

“Proyek ini menjadi contoh bagaimana mahasiswa mampu merancang bisnis secara sistematis, mulai dari konsep hingga strategi komersialisasi. Harapannya, Coffee Threen tidak berhenti sebagai tugas akademik, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi usaha riil,” ujar Febrian.

Apresiasi Wakil Rektor UTI

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., turut memberikan apresiasi atas keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir berbasis proyek bisnis tersebut.

Menurutnya, skema tugas akhir non-skripsi merupakan terobosan penting dalam pendidikan tinggi untuk menjembatani dunia akademik dan dunia industri.

“Universitas Teknokrat Indonesia mendorong mahasiswa agar tidak hanya lulus secara akademik, tetapi juga memiliki mental wirausaha, kreativitas, dan kemampuan menciptakan peluang. Coffee Threen adalah contoh konkret bahwa mahasiswa mampu menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Mahathir.

Ia menambahkan, kampus akan terus memperkuat kurikulum berbasis praktik agar lulusan UTI lebih adaptif dan siap bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha.

“Kami bangga melihat mahasiswa mampu mengembangkan produk yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga membawa pesan gaya hidup sehat. Ini sejalan dengan visi kami untuk melahirkan lulusan yang berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.

Dorong Lulusan Berjiwa Wirausaha

Keberhasilan penyelesaian tugas akhir non-skripsi ini menegaskan komitmen Program Studi S1 Manajemen FEB UTI dalam mencetak lulusan yang adaptif, kreatif, dan memiliki jiwa kewirausahaan. Model pembelajaran berbasis proyek bisnis diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis, kemampuan analisis, serta kepercayaan diri untuk membangun usaha secara mandiri setelah lulus.

Melalui Coffee Threen, mahasiswa diharapkan dapat melanjutkan pengembangan bisnis yang telah dirintis dan menjadikannya sebagai peluang usaha berkelanjutan di masa depan. Inovasi ini juga diharapkan memberi kontribusi positif bagi perkembangan industri kreatif, khususnya di sektor kuliner dan minuman yang berorientasi pada kesehatan.

Dengan lahirnya berbagai proyek bisnis mahasiswa seperti Coffee Threen, Universitas Teknokrat Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga aktif melahirkan inovator dan wirausahawan muda yang siap berkontribusi bagi pembangunan ekonomi daerah dan nasional.

Baca Juga: Universitas Teknokrat Indonesia Pamerkan Cookies Premium Bonava Karya Mahasiswa FEB di Teknokrat Academic Expo 2026