Pontianak — Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM Nasrullah Yusuf, SE., MBA., tampil sebagai salah satu pembicara utama dalam Forum Rektor Indonesia (FRI) yang digelar di Pontianak, Kalimantan Barat. Di hadapan pejabat tinggi negara, menteri, gubernur, serta ratusan rektor dari seluruh Indonesia, Nasrullah menyampaikan kisah perjalanan panjang Teknokrat hingga menjadi salah satu universitas terbaik di ASEAN.
Baca Juga: Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Tampil pada Hari Pertama KMI Expo XVI 2025 di Magelang.
Dalam forum terhormat tersebut, Nasrullah menceritakan bagaimana Universitas Teknokrat Indonesia berdiri dari sebuah lembaga kursus sederhana dan berkembang pesat menjadi perguruan tinggi berprestasi nasional dan internasional.
Yayasan Pendidikan Teknokrat didirikan oleh Dr. HM Nasrullah Yusuf pada 19 Februari 1986 di Bandar Lampung. Cikal bakal universitas ini bermula dari “Kursus dan Bimbingan Technocrat”, yang didirikan dengan modal awal sebuah motor Bajaj bekas senilai Rp1,6 juta.
Pada awal berdirinya, program yang ditawarkan masih terbatas pada kursus bahasa Inggris, akuntansi, bimbingan belajar, dan mengetik manual. Meski sederhana, respons masyarakat cukup besar. Pada Maret 1986 tercatat 32 peserta kursus bahasa Inggris, 22 peserta akuntansi, dan 8 peserta mengetik, disusul bimbingan belajar yang dibuka Mei 1986 dengan 35 peserta.
Pada masa awal itu, tenaga pengajar hanya dua orang: Nasrullah sendiri yang mengajar hampir seluruh mata pelajaran, serta Ny. Hernaini Nasrul yang mengajar bahasa Inggris dan mengetik manual.
“Teknokrat lahir dari sebuah tekad untuk mencerdaskan masyarakat Lampung. Dengan sumber daya terbatas, kami terus belajar, berkembang, dan berinovasi. Prinsip yang kami pegang sejak hari pertama adalah: pendidikan harus memberi manfaat bagi banyak orang,” ujar Nasrullah dalam penyampaiannya.
Pada 1995, lembaga tersebut bertransformasi menjadi Lembaga Pendidikan Teknokrat, yang membawahi dua departemen:
1. Departemen Kursus dan Bimbingan
2. Departemen Lembaga Pendidikan Bisnis dan Manajemen
Perkembangan pesat mendorong lahirnya Program Pendidikan Satu Tahun Teknokrat pada 1996. Program ini menawarkan pelatihan siap kerja seperti ECOMTEC (English Computer Technology Information), Komputer Akuntansi, Desain Grafis, Sekretaris, dan Bahasa Inggris.
Pada tahun 2000, Teknokrat mengambil langkah besar dengan mendirikan Perguruan Tinggi Teknokrat, yang terdiri dari:
– STBA Teknokrat
– AMIK Teknokrat
– STMIK Teknokrat
Ketiga institusi tersebut resmi beroperasi sesuai izin dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan seluruh program studinya telah terakreditasi oleh BAN-PT sejak 2003.
Komitmen Yayasan Pendidikan Teknokrat untuk meningkatkan kontribusi di dunia pendidikan diwujudkan melalui penggabungan ketiga institusi menjadi universitas. Usulan penggabungan ini resmi disetujui melalui SK Nomor 494/KPT/I/2017 pada 18 September 2017, yang menandai kelahiran Universitas Teknokrat Indonesia.
Program studi: S1 Informatika, SI, Teknik Elektro, Teknik Komputer, Teknik Sipil, Teknologi Informasi, D3 Sistem Informasi, D3 Teknik Komputer, D3 Sistem Informasi Akuntansi
Program studi: S1 Manajemen, S1 Akuntansi
Program studi: S1 Sastra Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Olahraga, Pendidikan Bahasa Inggris
Teknokrat menetapkan visi 2030:
“Menjadi universitas unggul di Indonesia yang berstandar internasional dan mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.”
Misi strategis universitas mencakup peningkatan mutu pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama inovasi, dan tata kelola berbasis teknologi informasi menuju Good University Governance (GUG) berstandar internasional.
“Teknokrat berkomitmen melahirkan lulusan berdaya saing global, menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” tegas Nasrullah.
Dalam forum tersebut, Nasrullah juga memaparkan berbagai capaian membanggakan yang diraih Teknokrat, di antaranya:
PTS Terbaik di Sumatera versi Webometrics & UniRank
PTS Terbaik di Sumatera versi UI GreenMetric World University Rankings
Akreditasi Institusi Baik Sekali
Prestasi mahasiswa pada kompetisi nasional dan internasional
Prestasi dosen tingkat nasional dan internasional
Lulusan dengan tingkat serapan kerja yang tinggi
“Kini Teknokrat dikenal sebagai salah satu kampus terbaik di ASEAN. Ini bukan hanya pencapaian institusi, tetapi hasil kerja keras seluruh sivitas akademika,” ungkap Nasrullah.
Dalam akhir presentasinya di Forum Rektor Indonesia, Nasrullah menekankan pentingnya kerja keras, konsistensi, dan inovasi dalam membangun institusi pendidikan.
“Kami memulai dengan sangat sederhana. Tetapi dengan visi yang jelas dan kerja keras tanpa henti, Teknokrat dapat berdiri sejajar dengan kampus-kampus terbaik di Indonesia dan ASEAN,” tutupnya.
#KampusBerdampak
#MahasiswaBerdampak
#DosenBerdampak