Penerapan Know Your Customer (Kyc) Pada Perbankan Indonesia

Pemanfaatan teknologi yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong lembaga keuangan menggunakan sistem pengenalan nasabah atau Know Your Customer (KYC) versi digital atau e-KYC sesuai dengan peraturan BI No.3/10/PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Pelanggan (Know Your Customer Principles). Karena, nasabah tidak bisa memalsukan data dalam e-KYC. Dengan adanya e-KYC diharapkan dapat membantu kinerja perbankan di Indonesia menjadi lebih baik, dan juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi permasalahan pencucian uang. Berbeda dengan KYC, proses e-KYC meniadakan proses tatap muka langsung saat verifikasi calon pelanggan. Dalam e-KYC, verifikasi diselesaikan secara online dan realtime dengan otorisasi langsung dari pelanggannya. Dengan pengerjaan secara realtime, e-KYC dapat mengurangi waktu verifikasi dokumen dan memangkas biaya dari banyaknya penggunaan kertas untuk mencetak atau biaya pengiriman dokumen keluar kota. Penerapan e-KYC sendiri bisa beragam. Mulai dari panggilan video, mengirimkan foto wajah, memanfaatkan data kependudukan lewat KTP Elektronik yang kini telah terintegrasi dengan data unik seperti sidik jari dan retina, hingga menggunakan tanda tangan digital.

Kenali Prinsip Mengenal Nasabah (e-KYC)

Prinsip Mengenal Nasabah
Ilustrasi from pexels.com

Prinsip mengenal nasabah (Know Your Customer Principles) atau yang biasa disebut KYC merupakan prinsip yang diterapkan bank untuk mengetahui identitas nasabah, dan memantau kegiatan transaksi yang mencurigakan. Penerapan prinsip ini dianggap penting karena sebagai salah satu cara untuk melindungi  kesehatan bank, serta melalui penerapan prinsip ini diharapkan bank secara dini dapat mengidentifikasi transaksi yang mencurigakan, untuk meminalisir berbagai risiko, yaitu salah satunya berguna untuk mendeteksi resiko kejahatan pencucian uang. Dengan memadukan perkembangan teknologi dan finansial, hadir salah satu kategori startup yang khusus membantu masyarakat mengelola keuangannya yaitu yang biasa disebut Financial Technology (Fintetch).

Artikel Seputar Akuntansi dan Manajemen

Baca Juga : Artikel Keuangan Lainnya

Diera digital saat ini yang menuntut serba cepat, maka Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong lembaga keuangan menggunakan sistem pengenalan nasabah atau Know Your Customer (KYC) versi digital atau e-KYC. Proses KYC melalui digital adalah salah satu alternatif untuk membuat kinerja perbankan di Indonesia menjadi lebih efisien. Hasilnya, perusahaan akan terhindar dari pencucian uang karena nasabah tidak bisa memalsukan data dalam pengenaan e-KYC, dan juga pendanaan terorisme. Diharapkan banyak pihak yang bisa menyediakan verifikasi mengenal nasabah secara elekktronik, sehingga konsumen akan menikmati proses pelayanan yang semakin baik dan memperoleh layanan keuangan secara lebih terintegrasi.

Fungsi Mengenal Nasabah Anda (e-KYC)

Mengenal Nasabah Bank

Penerapan prinsip mengenal nasabah diharapkan bank secara dini dapat mengidentifikasi transaksi yang mencurigakan, untuk meminalisir berbagai risiko, seperti risiko operasional (operational risk), risiko hukum (legal risk), risiko terkonsentrasinya transaksi (concentration risk), dan risiko reputasi (reputational risk). Di samping itu, dengan menerapkan prinsip ini, bank diharapkan dapat mengenal nasabah secara lebih dalam tidak hanya sekedar mengenal (identitas) tapi dapat memahami karakteristik nasabahnya melalui jasa perbankan

Dalam praktek yang terjadi, masih banyak nasabah yang belum memahami pentingnya data atau informasi yang terkait dengan keuangan. Mereka beranggapan bahwa data keuangan adalah urusan pribadi sehingga dalam melakukan hubungan usaha dengan bank, jarang dari mereka yang memberikan data yang sebenar-benarnya bahkan terkesan asal-asalan. Oleh karena itu, perlu adanya peran pemerintah, bank serta pihak lainnya yang terkait untuk melakukan sosialaisasi tentang pentingnya informasi tersebut, dan memberikan pemahaman bahwa nasabah tidak perlu takut akan kekayaan yang dimilikinya jika kekayaan tersebut berasal dari usaha yang halal.

Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Teknokrat Indonesia

Informasi Program Studi Akuntansi Selengkapnya Disini

Selain itu, petugas bank harus memiliki pemahaman yang lebih dalam mengenai ketentuan tindak pidana pencucian uang, sehingga perlu diadakannya pelatihan kepada petugas bank, karena mereka adalah penyaring terdepan ketika bank melakukan hubungan usaha dengan calon nasabah. Adanya rotasi karyawan dan penambahan karyawan baru mewajibkan bank untuk rutin mengadakan pelatihan, dan untuk karyawan lama pelatihan-pelatihan yang diberikan secara rutin dapat menambah pemahaman mereka lebih dalam lagi mengenai nasbah dan bank, hal tersebut juga dapat diberikan sebagai penyegaran mereka agar tidak lupa ketentuan bank. Oleh karena itu, peranan bank sangat penting untuk selalu memberikan pelatihan kepada karyawannya, sehingga dapat berguna bagi bank itu sendiri agar aman dalam melakukan usahanya.

Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Teknokrat Indonesia

Informasi Program Studi Manajemen Selengkapnya Disini

Mengenai peran Prinsip e-KYC terhadap Pencegahan dan Tindak Kejahatan Pencucian Uang, prinsip tersebut baik dijalankan oleh semua bank, bank pemerintah maupun swasta. Mengingat pentingnya prinsip e-KYC tersebut, tidak hanya untuk perbankan tetapi juga nasabah. Apabila semua kegiatan terintegrasi secara aman oleh perbankan, nasabah pasti tidak akan takut untuk melakukan transaksi yang berkaitan dengan kekayaan mereka di bank.

Translate »