Entrepreneurship VS Technopreneurship

Definisi Technopreneurship

Technopreneurship

Technopreneurship didefinisikan oleh Professor Balachandran dari Northwestern University, 2018 menyatakan bahwa Technopreneurship adalah seseorang yang memulai sesuatu dengan sekedar mengandalkan sebuah ide. Dia menciptakan produk atau solusi yang menggunakan kemampuan teknologi untuk mengubah cara melakukan sesuatu yang sebelumnya dilakukan secara tradisional.

Sehingga, Technopreneurship adalah proses menggabungkan antara kemampuan teknologi serta keterampilan kewirausahaan. Secara tidak langsung, untuk memiliki kemampuan di dalam bidang Techopreneurship, kita harus terlebih dahulu memahami kemampuan dalam bidang Kewirausahaan.

Contoh Technopreneur dunia yang nama dan bisnisnya sudah dikenal di seluruh penjuru dunia yaitu, Steve Jobs pendiri Apple dan Elon Musk pendiri Tesla dan Space X. Sedangkan, para Technopreneur yang berasal dan mendirikan bisnisnya di Indonesia adalah Nadiem Makarim pendiri Gojek, William Tanuwijaya pendiri Tokopedia, dan Ferry Unardi pendiri dari Traveloka. Apabila kita melihat dari seluruh jenis bisnis dari contoh-contoh yang saya paparkan, mereka adalah para pengusaha yang menggunakan teknologi pada produk/jasa bisnisnya.

Baca Juga : Mahasiswa PTS Terbaik Sumatera Universitas Teknokrat Indonesia Lulus Microcredential Certification

Definisi Entrepreneurship

Definisi Entrepreneurship

Entrepreneurship diartikan sebagai Kewirausahaan. Dimana kewirausahaan adalah “Hasil dari suatu disiplin, proses sistematis dari penerapan kreativitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di  pasar.”

Menurut Schumpter, inti dari fungsi wirausaha adalah :

  1. Mengenalkan produk/kualitas baru dari suatu barang yang belum dikenal oleh konsumen
  2. Melakukan metode produksi dari penemuan ilmiah dan cara-cara baru untuk membuat suatu produk lebih mendatangkan keuntungan
  3. Membuka suatu pasar baru
  4. Membuka suatu sumber dasar baru
  5. Pelaksanaan organisasi baru

Kewirausahaan memiliki sebuah esensi yaitu berupa menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses kombinasi sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda. Menurut Zimmerer, nilai tambah tersebut diciptakan dengan cara-cara seperti dibawah ini :

  1. Pengembangan Teknologi Baru
  2. Penemuan Pengetahuan Baru
  3. Perbaikan Produk dan Jasa yang sudah ada
  4. Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit.

Namun, antara Entrepreneurship dan Technopreneurship memiliki kesamaan dalam hal manfaat. Secara makro, mereka berperan dalam ekonomi nasional sebagai penggerak, pengendali, dan pemacu perekonomian suatu bangsa. Para entrepreneur dan technopreneur berfungsi menciptakan investasi baru, pembentuk modal baru, menghasilkan lapangan kerja baru, menciptakan produktivitas, meningkatkan ekspor, mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan sosial, dan meningkatkan kesejahteraan.

Sedangkan secara mikro, fungsi entrepreneur dan technopreneur dalam perusahaan adalah menanggung resiko dan ketidakpastian, mengkombinasikan sumber-sumber ke dalam cara yang baru dan berbeda, menciptakan nilai tambah, menciptakan usaha-usaha baru, dan pencipta peluang-peluang baru.

.

Karakteristik Entrepreneur dan Technopreneur

Selain itu, ada 5 Karakteristik Entrepreneur dan Technopreneur Sukses dan Produktif juga menunjukkan kesamaan dimana hal ini telah diriset dari 100 pengusaha. Riset ini dilakukan oleh Bryan Collins yang sudah terpublikasi di dalam majalah Forbes pada tahun 2020.

Karakteristik pertama, Mereka bergantung pada tim yang memiliki motivasi untuk maju

Kedua, Mereka Bekerja Keras dan Mengambil Waktu Istirahat. Waktu istirahat ini memberikan kesempatan bagi pemimpin dan tim untuk menyegarkan diri dan merenung untuk mendapatkan ide-ide baru.

Ketiga, Mereka Mendukung Kegiatan di Luar Pekerjaan. Dimana melakukan kegiatan yang menyalurkan hobi, dibutuhkan untuk memperkuat pikiran dan tubuh

Keempat, Mereka selalu Berefleksi / Bercermin. Hal ini berpengaruh pada peningkatan kinerja dan peningkatan kesejahteraan.

Kelima, Mereka fokus pada apa yang menjadi kehandalannya. Mereka mengetahui kehandalannya dan membuat kualitas terbaik dari hal tersebut.

Translate »