PENDAFTARAN

Mahasiswa Teknokrat Raih Juara 1 dan Best Presentation di Pesta Ilmiah Sriwijaya 2025

Bandar Lampung – Kabar membanggakan datang dari Universitas Teknokrat Indonesia (UTI). Tiga mahasiswa dari Program Studi S1 Akuntansi dan S1 Sistem Informasi berhasil mengharumkan nama kampus dengan meraih Juara 1 sekaligus Predikat Best Presentation dalam ajang Lomba Infografis Pesta Ilmiah Sriwijaya 2025, yang digelar oleh Universitas Sriwijaya (UNSRI) tingkat nasional.

Baca Juga: Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Juara Nasional Lomba Bahasa Inggris EEC IN ACTION 2025

Kompetisi ini berlangsung pada Selasa, 14 Oktober 2024, di kampus UNSRI, Palembang. Dengan mengangkat subtema “Teknologi dan Pendidikan”, tim UTI tampil percaya diri membawa karya infografis bertajuk “Metaschool”, sebuah konsep sekolah masa depan yang menggabungkan teknologi digital dan dunia pendidikan.

Tim pemenang tersebut beranggotakan Claudia Bellenica (22412015) dari Prodi S1 Akuntansi, serta Doli Indra Harahap (22311061) dan Ade Firmansyah (22311060) dari Prodi S1 Sistem Informasi. Mereka dibimbing oleh Dr. Tri Darma Rosmala Sari, S.Ak., M.Ak., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UTI yang dikenal aktif mendampingi mahasiswa berprestasi.

Baca Juga: Mahasiswa Magister Bahasa Inggris Universitas Teknokrat Indonesia Raih Penghargaan BEST PRESENTER di AISELT 2025

Dari banyaknya peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, tim dari Universitas Teknokrat Indonesia berhasil menarik perhatian dewan juri melalui ide yang inovatif serta penyampaian yang menarik. Atas pencapaian tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia berhasil meraih Juara 1 tingkat nasional, diikuti oleh Universitas Lampung di peringkat kedua, dan Universitas Sriwijaya di posisi ketiga. Selain itu, tim UTI juga dinobatkan sebagai peraih penghargaan Best Presentation berkat penampilan mereka yang komunikatif dan mampu meyakinkan para juri.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Teknokrat tak hanya unggul di bidang akademik, tapi juga kreatif dan adaptif dengan perkembangan teknologi,” ujar Dr. Tri Darma Rosmala Sari, dosen pembimbing mereka. Ia menambahkan bahwa proses persiapan lomba dilakukan secara intens selama beberapa minggu, mulai dari riset ide, perancangan desain infografis, hingga latihan presentasi.

Karya infografis berjudul “Metaschool” menjadi daya tarik utama karena mengangkat konsep pendidikan berbasis metaverse — dunia virtual yang memungkinkan proses belajar-mengajar berlangsung secara interaktif tanpa batas ruang dan waktu. Melalui “Metaschool”, tim UTI ingin memperkenalkan gagasan sekolah digital yang dapat diakses oleh semua kalangan, terutama mereka yang berada di daerah terpencil.

Menurut Claudia Bellenica, ketua tim, ide ini lahir dari keprihatinan terhadap kesenjangan akses pendidikan di Indonesia.

“Kami ingin menciptakan ruang belajar yang inklusif, di mana siapa pun bisa belajar dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Melalui teknologi, pendidikan seharusnya bisa menjangkau semua lapisan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Doli Indra Harahap mengaku pengalaman mengikuti kompetisi ini sangat berharga.

“Kami belajar banyak, bukan hanya soal desain dan teknologi, tapi juga bagaimana menyampaikan ide secara efektif di depan juri. Tantangannya seru, apalagi peserta dari universitas lain juga hebat-hebat,” katanya sambil tersenyum.

Sedangkan Ade Firmansyah menambahkan bahwa keberhasilan timnya tidak lepas dari kerja sama dan dukungan kampus.

“Dosen pembimbing kami selalu memberikan masukan dan dorongan, sementara teman-teman kampus juga ikut menyemangati. Rasanya bangga bisa membawa nama Teknokrat ke tingkat nasional,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UTI, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., turut menyampaikan apresiasi atas prestasi mahasiswa tersebut.

“Ini menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar Teknokrat. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita tidak hanya pandai secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam bentuk karya inovatif,” ungkapnya.

Beliau juga menambahkan bahwa pihak fakultas terus mendorong mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi ilmiah dan kreatif.

“Kami ingin membangun budaya akademik yang produktif, di mana mahasiswa terbiasa berpikir kritis, berkolaborasi lintas disiplin, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Kemenangan di ajang Pesta Ilmiah Sriwijaya 2025 ini semakin menegaskan posisi Universitas Teknokrat Indonesia sebagai kampus unggulan berprestasi nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, UTI memang dikenal aktif mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam lomba ilmiah, riset, serta kegiatan inovatif tingkat nasional maupun internasional.

Semangat kompetitif yang tinggi, dukungan penuh dari dosen, serta lingkungan akademik yang kondusif menjadi faktor penting di balik kesuksesan mahasiswa UTI. Prestasi tim “Metaschool” ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berinovasi di bidang masing-masing.

Dengan kemenangan ini, nama Universitas Teknokrat Indonesia kembali menegaskan jati dirinya sebagai The Champion Campus — kampus yang tak henti melahirkan generasi muda kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di era digital.

Baca Juga: Achmad Yudi, Dosen Universitas Teknokrat Raih Penghargaan Best Presenter Award di Konferensi Linguistik Terapan Internasional

#MahasiswaBerdampak
#KampusBerdampak
#DosenBerdampak
#MahasiswaBerprestasi