PENDAFTARAN

CoE Smart Agriculture Universitas Teknokrat Indonesia Kenalkan Irigasi Tetes Berbasis IoT di SMK Gajah Mada

Bandar Lampung – Center of Excellence (CoE) Smart Agriculture Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMK Gajah Mada Bandar Lampung, Kamis (15/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) tersebut menjadi bagian dari upaya kampus dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk sektor pertanian sejak dini.

Baca Juga: Universitas Teknokrat Indonesia Peringkat Pertama Kampus Swasta Terbaik di Lampung Versi Webometrics 2026

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan (FSIP) UTI Dr. M. Yuseano Kardiansyah, M.A., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Febrian Eko Saputra, S.E., M.M., Ketua CoE Smart Agriculture Styawati, S.T., M.Cs., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Gajah Mada Riyon, S.S., M.Pd., sejumlah dosen Universitas Teknokrat Indonesia, para guru, mahasiswa CoE Smart Agriculture, serta siswa-siswi Jurusan TKJ SMK Gajah Mada.

Teken MoU dan Perjanjian Implementasi

Rangkaian kegiatan diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Implementation of Arrangement (IA) antara Universitas Teknokrat Indonesia dan SMK Gajah Mada Bandar Lampung. Kerja sama ini menjadi landasan penguatan kolaborasi dalam bidang pendidikan, pengembangan teknologi terapan, riset, serta pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kerja sama tersebut, kedua institusi sepakat untuk saling mendukung peningkatan kompetensi siswa dan guru, khususnya dalam pemanfaatan teknologi informasi dan sistem cerdas untuk sektor pertanian modern.

Praktik Langsung Irigasi Tetes Berbasis IoT

Kegiatan PKM kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi sekaligus praktik Digitalisasi Pertanian melalui Sistem Irigasi Tetes Berbasis Internet of Things (IoT) yang disampaikan oleh Ketua CoE Smart Agriculture UTI, Styawati, S.T., M.Cs., didampingi tim mahasiswa.

Dalam sesi ini, siswa diperkenalkan pada konsep pertanian presisi (precision agriculture), pemanfaatan sensor untuk mengukur kelembapan tanah, pengaturan aliran air secara otomatis, serta pemantauan sistem irigasi melalui perangkat digital. Para siswa juga diajak mencoba langsung sistem prototipe yang telah dikembangkan oleh tim CoE Smart Agriculture.

“Teknologi IoT memungkinkan petani mengelola irigasi secara lebih efisien, hemat air, dan berbasis data. Kami ingin siswa SMK sudah mengenal teknologi ini sejak dini agar siap menghadapi pertanian modern,” ujar Styawati.

Wakil Rektor: Perluas Kerja Sama dengan Sekolah

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M. menyambut baik pelaksanaan kegiatan PKM sekaligus penandatanganan kerja sama tersebut. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan merupakan langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang melek teknologi.

“Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan tim Teknokrat dapat benar-benar bermanfaat bagi para siswa, tidak hanya untuk pembelajaran di sekolah, tetapi juga sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan perkembangan teknologi di masa depan,” kata Mahathir.

Ia menambahkan, Universitas Teknokrat Indonesia berkomitmen memperluas kerja sama serupa dengan lebih banyak sekolah di Provinsi Lampung.

“Kami ingin semakin banyak sekolah bermitra dengan Teknokrat dan memperoleh akses pengetahuan tentang pengembangan teknologi informasi, termasuk penerapannya di sektor pertanian, industri, dan ekonomi digital,” ujarnya.

Dorong Lahirnya Talenta Pertanian Digital

Melalui kegiatan ini, Universitas Teknokrat Indonesia menegaskan perannya sebagai kampus berbasis teknologi yang aktif mendorong transformasi digital lintas sektor, termasuk pertanian. CoE Smart Agriculture diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya inovasi dan sumber daya manusia unggul di bidang agroteknologi.

Sementara itu, pihak SMK Gajah Mada menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kerja sama yang terjalin, serta berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dalam bentuk pelatihan lanjutan, magang siswa, serta pengembangan kurikulum berbasis teknologi terapan.

Dengan kegiatan PKM ini, Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya memperkuat peran akademiknya, tetapi juga berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan vokasi dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan pertanian modern berbasis teknologi digital.

Baca Juga: Universitas Teknokrat Indonesia Kenalkan Metaverse & AI di SMKN 3 Kotabumi, Dorong Siswa Manfaatkan Teknologi untuk Karier

#KampusBerdampak
#MahasiswaBerdampak
#DosenBerdampak