ID
EN
Melalui workshop pembelajaran mendalam, UTI dorong peningkatan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) sebagai kampus berdampak terbaik di Lampung terus memperkuat kontribusinya sebagai kampus berdampak dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan kompetensi guru, penguatan literasi dan numerasi, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Program Studi Pendidikan Matematika dalam workshop bertajuk “Transformasi Pembelajaran melalui Penguatan Literasi dan Numerasi Berbasis Pembelajaran Mendalam” yang diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) SMP Negeri 2 Metro pada Sabtu (24/10/2026), bertempat di Aula UPTD SMP Negeri 2 Metro.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 15.00 WIB ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi profesional guru dalam merancang pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kemampuan literasi dan numerasi murid. Selain memperdalam pemahaman konseptual, para peserta memperoleh kesempatan untuk mengembangkan rancangan aktivitas pembelajaran dan media pembelajaran inovatif dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Sebagai ASEAN’s Best Private University dan perguruan tinggi swasta di luar Pulau Jawa yang berkomitmen menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong dosen untuk berperan aktif sebagai agen transformasi pendidikan. Keterlibatan dosen lintas disiplin dalam kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam menjawab tantangan pembelajaran di era digital.
Workshop dibuka oleh Kepala UPTD SMP Negeri 2 Metro, Martati, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis sekolah dalam meningkatkan kapasitas profesional guru sekaligus mendorong penerapan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan.
Universitas Teknokrat Indonesia menghadirkan dua dosen sebagai narasumber, yakni Dr. Afrianto, M.Hum., dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Dr. Sugama Maskar, M.PMat., dari Program Studi Pendidikan Matematika.
Kehadiran kedua narasumber tersebut merepresentasikan kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam memperkuat kompetensi guru. Pendekatan ini menegaskan bahwa literasi, numerasi, dan pemanfaatan teknologi bukanlah aspek yang berdiri sendiri, melainkan komponen yang dapat diintegrasikan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih komprehensif.
Melalui pendampingan akademik dan praktik langsung, para guru diharapkan mampu menerapkan strategi pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif murid, pengembangan daya nalar, dan kemampuan menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada sesi pertama, Dr. Afrianto, M.Hum., menyampaikan materi bertajuk “Penguatan Literasi Berbasis Pembelajaran Mendalam”. Pembahasan mencakup konsep literasi lintas mata pelajaran, strategi membaca kritis, pemahaman informasi, serta pengembangan aktivitas literasi yang bermakna dalam proses pembelajaran.
Literasi menjadi salah satu kompetensi fundamental yang perlu dikembangkan dalam dunia pendidikan. Kemampuan memahami, menginterpretasikan, mengevaluasi, dan mengomunikasikan informasi sangat diperlukan murid untuk mengikuti pembelajaran secara efektif, baik dalam mata pelajaran bahasa maupun bidang ilmu lainnya.
Melalui pendekatan pembelajaran mendalam, guru didorong untuk mengembangkan aktivitas yang melampaui keterampilan membaca dan memahami teks secara sederhana. Penguatan literasi juga diarahkan pada pembentukan kemampuan berpikir kritis, reflektif, serta kecakapan menghubungkan informasi dengan konteks dan persoalan yang dihadapi murid.
Dengan demikian, pembelajaran literasi diharapkan dapat menjadi bagian integral dari seluruh mata pelajaran, sehingga murid memiliki kemampuan memahami informasi secara lebih utuh dan menggunakannya untuk membangun pengetahuan serta mengambil keputusan secara tepat.
Pada sesi kedua, Dr. Sugama Maskar, M.PMat., membawakan materi “Penguatan Numerasi Berbasis Pembelajaran Mendalam”. Materi tersebut membahas penguatan numerasi lintas mata pelajaran, interpretasi data, penalaran matematis, pemecahan masalah kontekstual, serta strategi menyusun aktivitas numerasi yang relevan dengan kebutuhan murid.
Dalam konteks pembelajaran modern, numerasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan melakukan operasi hitung atau menyelesaikan soal matematika. Numerasi juga mencakup kemampuan menggunakan konsep, prosedur, dan penalaran matematis untuk memahami informasi kuantitatif serta menyelesaikan berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, guru didorong untuk mengintegrasikan numerasi ke dalam berbagai mata pelajaran melalui aktivitas yang dekat dengan pengalaman murid. Penggunaan data, grafik, pengukuran, perbandingan, dan pemecahan masalah kontekstual dapat menjadi bagian dari strategi pembelajaran untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam.
Pendekatan tersebut diharapkan membantu guru menciptakan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga mengembangkan proses berpikir logis, kemampuan menganalisis informasi, dan keterampilan mengambil keputusan berdasarkan data.
Setelah memperoleh penguatan materi literasi dan numerasi, peserta mengikuti sesi ketiga berupa workshop praktik penyusunan rancangan pembelajaran, pengembangan aktivitas belajar, serta pembuatan media pembelajaran berbantuan kecerdasan buatan atau AI.
Dalam sesi ini, para guru mengembangkan rancangan pembelajaran yang mengintegrasikan penguatan literasi atau numerasi sesuai dengan mata pelajaran yang diampu. Peserta juga mempraktikkan penyusunan aktivitas pembelajaran kontekstual dengan memanfaatkan teknologi AI untuk membantu mengembangkan ide, menyusun bahan ajar, dan menghasilkan media pembelajaran yang menarik serta sesuai dengan karakteristik murid.
Pemanfaatan AI menjadi salah satu perhatian utama dalam workshop tersebut seiring dengan perkembangan teknologi digital yang membuka berbagai peluang bagi pendidik untuk meningkatkan kreativitas dan efisiensi dalam merancang pembelajaran.
Teknologi AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mengeksplorasi gagasan, menyusun alternatif kegiatan belajar, dan mengembangkan media pembelajaran yang lebih variatif. Namun, penggunaannya tetap memerlukan pertimbangan pedagogis, verifikasi informasi, serta penyesuaian dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.
Dalam hal ini, teknologi diposisikan sebagai pendukung kreativitas dan profesionalisme guru, bukan sebagai pengganti peran pendidik. Guru tetap menjadi pihak utama yang menentukan tujuan pembelajaran, menilai kesesuaian materi, serta memastikan proses belajar berlangsung secara bermakna dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan praktik tersebut, para peserta diharapkan memperoleh pengalaman yang dapat diterapkan secara langsung di kelas, sehingga penguatan literasi dan numerasi dapat berjalan beriringan dengan pemanfaatan teknologi secara tepat guna.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas kontribusi dosen UTI dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui kegiatan pengembangan kompetensi guru tersebut.
Menurutnya, keterlibatan dosen dalam kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang.
“Universitas Teknokrat Indonesia sebagai kampus berdampak terus mendorong peran aktif dosen dalam kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya melalui transfer pengetahuan, pendampingan pengembangan pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi digital untuk menjawab tantangan pendidikan di era kecerdasan buatan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kolaborasi dosen Pendidikan Matematika dan Pendidikan Bahasa Inggris dalam memperkuat literasi dan numerasi guru di SMPN 2 Metro merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung transformasi pendidikan.
“Kolaborasi dosen Pendidikan Matematika dan Pendidikan Bahasa Inggris dalam memperkuat literasi dan numerasi guru di SMPN 2 Metro ini adalah wujud nyata bahwa Teknokrat adalah kampus sang juara yang hadir memberikan solusi. Literasi, numerasi, dan AI harus berjalan beriringan untuk mencetak generasi yang cerdas dan adaptif,” tegasnya.
Ia berharap kontribusi akademik dosen Universitas Teknokrat Indonesia dapat terus diperluas melalui berbagai bentuk kolaborasi dengan sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan. Dengan demikian, keahlian akademik perguruan tinggi dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga bagi peningkatan kualitas pembelajaran di lapangan.
Kegiatan workshop tersebut juga sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama melalui penguatan kualitas pendidikan, inovasi pembelajaran, dan kemitraan antarlembaga.
SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Melalui penguatan literasi dan numerasi berbasis pembelajaran mendalam, kegiatan ini mendukung peningkatan kompetensi profesional guru dan pengembangan proses pembelajaran yang lebih bermakna. Guru diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang mendorong murid untuk memahami informasi, berpikir kritis, serta menerapkan pengetahuan dalam berbagai konteks.
SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam penyusunan rancangan dan media pembelajaran menjadi bagian dari upaya mendorong inovasi di bidang pendidikan. Penggunaan teknologi secara tepat diharapkan membantu guru mengembangkan pendekatan pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan adaptif terhadap kemajuan teknologi digital.
SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Kolaborasi antara Universitas Teknokrat Indonesia dan UPTD SMP Negeri 2 Metro memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan. Kemitraan tersebut menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, mengembangkan kompetensi, dan menjembatani keahlian akademik dengan kebutuhan praktis di lingkungan sekolah.
Melalui workshop ini, Universitas Teknokrat Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kontribusi akademik yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Keterlibatan dosen Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Matematika menunjukkan bahwa kolaborasi lintas disiplin dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus menjawab tantangan pendidikan di era transformasi digital.
Sinergi antara dosen dan guru diharapkan terus berkembang melalui penerapan strategi pembelajaran yang inovatif, penguatan literasi dan numerasi, serta pemanfaatan teknologi yang berorientasi pada kebutuhan murid. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah bersama untuk mempersiapkan generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, bernalar secara logis, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan.
Universitas Teknokrat Indonesia, sebagai Kampus Terbaik di Lampung yang terus mengembangkan peran sebagai kampus berdampak, berkomitmen untuk memperluas kontribusi perguruan tinggi melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Universitas Teknokrat Indonesia — Kampus Berdampak, Kampusnya Sang Juara!
#KampusBerdampak
#DosenBerdampak
Comments
SANGAT MEMBANGGAKAN !! Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara 1 Nasional ALSA English Challenge 2026 – Universitas Teknokrat Indonesia
[…] Baca Juga: BERDAMPAK NYATA !! Dosen Universitas Teknokrat Indonesia Perkuat Literasi, Numerasi, dan Inovasi Pem… […]