Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia kembali menunjukkan perannya sebagai kampus berdampak melalui penyelenggaraan Teknokrat SEMARAC 2026, ajang kompetisi akademik dan teknologi bagi siswa SMA, SMK, dan MA. Kompetisi yang mempertemukan pelajar terbaik dari berbagai sekolah di Lampung dan Palembang tersebut resmi dibuka di Kampus Universitas Teknokrat Indonesia pada Kamis (28/8/2026).
Pembukaan ditandai dengan penekanan tombol podium oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Teknokrat Indonesia, Auliya Rahman Isnain, S.Kom., M.C.S., yang mewakili Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Ryan Randy Suryono, S.Kom., M.Kom., Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Dr. Sampurna Dadi Riskiono, S.Kom., M.Eng., jajaran dekan dan ketua program studi, dosen, serta kepala sekolah dan guru pendamping dari sekolah peserta.
Teknokrat Semarac 2026 menjadi ruang kompetisi sekaligus pembelajaran bagi generasi muda untuk menguji kemampuan dan menunjukkan potensi terbaik mereka.
Sebanyak 58 sekolah dari Lampung dan Palembang ambil bagian dalam kompetisi yang mengusung tema: “Synergizing the Future: Integrasi Logika Matematika, Bahasa Global, dan Inovasi AI untuk Generasi Maju.”
Melalui tema tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia ingin mendorong siswa agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan dunia global. Kompetisi tahun ini mencakup empat bidang utama, yakni Robotik, Komputer, Matematika, dan Bahasa Inggris.
Setiap bidang perlombaan dirancang untuk mengembangkan kemampuan yang berbeda sekaligus saling melengkapi.
Lomba Robotik mendorong kreativitas, kemampuan merancang sistem, serta problem solving. Peserta ditantang untuk mengembangkan solusi melalui penerapan teknologi dan logika.
Sementara itu, lomba Komputer diarahkan untuk memperkuat literasi teknologi dan mengenalkan siswa pada perkembangan talenta digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Pada bidang Matematika, peserta ditantang untuk memperkuat kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, dan kritis.
Adapun lomba Bahasa Inggris menjadi sarana bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan komunikasi internasional sebagai salah satu kompetensi penting dalam menghadapi persaingan global.
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., melalui sambutan yang disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, menegaskan bahwa Teknokrat Semarac merupakan bagian dari upaya kampus dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan zaman.
Menurutnya, kompetisi tidak hanya berorientasi pada pencapaian juara, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan mendapatkan pengalaman berkompetisi.
“Kompetisi ini selaras dengan semangat Universitas Teknokrat Indonesia sebagai kampus sang juara. Melalui kegiatan ini kami ingin mempersiapkan generasi muda yang kreatif, logis, melek digital, dan siap bersaing di era industri 4.0 serta pasar global,” ujar Nasrullah dalam sambutannya.
Ia menjelaskan bahwa masing-masing bidang lomba memiliki kontribusi dalam membangun kompetensi generasi muda.
“Lomba Robotik melatih kreativitas dan problem solving. Lomba Komputer mendorong literasi AI dan talenta digital. Lomba Matematika menguatkan fondasi berpikir analitis, sedangkan Lomba Bahasa Inggris membekali kemampuan komunikasi internasional,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat sejak rangkaian pembukaan berlangsung. Para siswa hadir dengan semangat untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mendapatkan pengalaman baru melalui kompetisi.
Pimpinan Universitas Teknokrat Indonesia juga mengingatkan peserta agar menjadikan kompetisi sebagai proses pembelajaran dan tetap menjunjung tinggi sportivitas.
“Siapapun nanti juaranya, kalian semua sudah juara karena berani tampil dan berkompetisi,” pesan Auliya kepada para peserta.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberanian untuk tampil, mencoba, dan berkompetisi merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter generasi muda.
Baca Juga: MEMBANGGAKAN !! Mahasiswa Teknokrat Raih Juara Nasional Kompetisi Keamanan Siber “Rise The Ranger 2”
Rangkaian pembukaan Teknokrat Semarac 2026 turut diwarnai seremoni penghormatan kepada Bapak dan Ibu Guru Pendamping.
Seremoni tersebut menjadi bentuk apresiasi Universitas Teknokrat Indonesia terhadap para guru yang telah mendampingi, membina, dan memberikan dukungan kepada siswa sehingga dapat mengikuti kompetisi.
Setelah itu, dilakukan penyematan tanda peserta kepada perwakilan dari empat bidang lomba, yakni Robotik, Matematika, Komputer, dan Bahasa Inggris.
Dalam kesempatan tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia juga memaparkan sejumlah capaian yang diraih sepanjang 2026.
Hingga Juli 2026, mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia telah mengumpulkan lebih dari 350 prestasi.
Di tingkat internasional, Teknokrat disebut berhasil meraih lebih dari 10 peringkat prestasi internasional. Pada kategori WURI Innovation Korea Selatan, Teknokrat menduduki peringkat pertama dunia.
Sementara berdasarkan pemeringkatan Webometrics Spanyol, Universitas Teknokrat Indonesia disebut menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta di Indonesia yang memperoleh penghargaan internasional tersebut.
Di tingkat nasional, Universitas Teknokrat Indonesia juga meraih posisi sebagai Kampus Hijau peringkat pertama se-Sumatera/Lampung versi GreenMetric.
Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari upaya kampus untuk menunjukkan bahwa budaya prestasi tidak hanya dibangun melalui kegiatan akademik, tetapi juga melalui kompetisi, inovasi, organisasi, teknologi, seni, dan berbagai bidang pengembangan mahasiswa.
Semangat berprestasi tersebut juga terus berlanjut. Pada September 2026, UKM Tari Universitas Teknokrat Indonesia dijadwalkan mewakili Provinsi Lampung pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional di Universitas Negeri Jember.
Di bidang teknologi, Tim Robotik Universitas Teknokrat Indonesia juga akan berlaga pada Kontes Kapal Indonesia (KKI) sebagai satu-satunya perwakilan perguruan tinggi swasta dari Sumatera dalam kompetisi tersebut di Politeknik Negeri Bengkalis, Riau.
Teknokrat Semarac 2026 tidak hanya menghadirkan kompetisi. Panitia juga menyelenggarakan Semarak TekTalk bertajuk: “Work Smarter: AI dan Global Communication.”
Talkshow tersebut menghadirkan Fari Madyan, S.Kom., Ketua Komunitas LampungDev.org, dengan moderator Fadil Shely Amalia, S.Kom., M.Cs., dan Devan Pramudya.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta untuk mendapatkan wawasan tambahan mengenai pemanfaatan AI serta pentingnya kemampuan komunikasi dalam menghadapi perkembangan dunia kerja dan lingkungan global.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap siswa berprestasi, Universitas Teknokrat Indonesia juga menyiapkan beasiswa bagi para juara Teknokrat Semarac 2026.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan kampus untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada generasi muda berprestasi dalam melanjutkan pendidikan tinggi.
Melalui beasiswa tersebut, para siswa tidak hanya mendapatkan penghargaan atas prestasi kompetisinya, tetapi juga peluang untuk mengembangkan potensi akademik dan nonakademik di lingkungan Universitas Teknokrat Indonesia.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Teknokrat Semarac 2026.
Menurutnya, kompetisi pelajar merupakan bagian dari strategi perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pembentukan karakter dan kesiapan menghadapi masa depan.
“Kami ingin Teknokrat Semarac menjadi ruang bagi siswa untuk tumbuh, mencoba, dan menemukan potensi terbaiknya. Kompetisi ini bukan semata-mata tentang siapa yang mendapatkan juara, tetapi bagaimana para peserta mendapatkan pengalaman, membangun kepercayaan diri, belajar bekerja keras, dan berani menghadapi tantangan,” ujar Mahathir.
Ia menambahkan bahwa perkembangan AI dan teknologi digital membuat kemampuan berpikir logis, kreativitas, komunikasi, serta kemampuan beradaptasi menjadi semakin penting.
“Generasi muda harus dipersiapkan agar mampu menjadi pengguna sekaligus pencipta teknologi. Karena itu, kami terus mendorong kegiatan yang mempertemukan kompetensi akademik, teknologi, kreativitas, dan kemampuan komunikasi,” tambahnya.
Penyelenggaraan Teknokrat Semarac 2026 juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4, SDG 8, dan SDG 17.
SDG 4: Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui penyediaan ruang pembelajaran dan kompetisi yang mendorong siswa mengembangkan kemampuan akademik, teknologi, kreativitas, serta komunikasi.
SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi didukung melalui penguatan keterampilan digital, literasi AI, kemampuan berpikir analitis, dan bahasa global yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan.
Sementara SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin melalui sinergi Universitas Teknokrat Indonesia dengan puluhan sekolah dari Lampung dan Palembang dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih kolaboratif.
Keikutsertaan 58 sekolah dalam Teknokrat Semarac 2026 menunjukkan tingginya antusiasme pelajar untuk mengembangkan kompetensi dan berani berkompetisi.
Universitas Teknokrat Indonesia berharap ajang tersebut dapat menjadi wadah lahirnya talenta-talenta muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, kemampuan teknologi, serta keberanian untuk berprestasi.
Melalui semangat “Kampus Sang Juara” dan “Kampus Berdampak”, Universitas Teknokrat Indonesia berkomitmen terus membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkompetisi, berinovasi, dan mengembangkan potensi terbaik.
Dari Lampung dan Palembang, semangat kompetisi ini diharapkan melahirkan generasi muda yang mampu membawa nama daerah ke tingkat nasional, bahkan hingga kancah internasional.
#KampusBerdampak
#KampusTerbaikdiLampung
#TeknokratFestival