Aldi Nurmawan, Mahasiswa Universitas Teknokrat Kembangkan Inovasi Teknologi Pengering Biji Kakao

  • By
  • 19 October

Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) terus memberikan dukungan kepada mahasiswanya untuk menjadikan mereka bermanfaat bagi masyarakat. Salah satu contohnya adalah Aldi Nurmawan, seorang mahasiswa S1 Teknik Elektro di Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer UTI. Dia telah mengembangkan dan menerapkan inovasi teknologi dalam bentuk Pengering Biji Kakao di Desa Mekar Jaya, Lampung Utara.

Inovasi teknologi ini merupakan hasil dari Skripsi yang dibuat oleh Aldi Nurmawan, yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh para petani biji kakao di Desa Mekar Jaya, Lampura. Para petani selama ini masih menggunakan metode pengeringan tradisional dengan matahari, yang memiliki kendala saat musim hujan, yang menyebabkan kualitas biji kakao menurun dan hasil penjualan menjadi kurang baik.

Baca juga : Dosen Teknokrat Pengabdian Program T2KT di SMAN 2 Gedong Tataan

Untuk mengatasi permasalahan ini, Aldi menciptakan sebuah alat yang dapat mengeringkan biji kakao secara maksimal dalam waktu singkat, memungkinkan para petani untuk memantau tingkat pengeringan biji kakao, dan tidak tergantung pada cuaca, sehingga proses pengeringan biji kakao menjadi lebih efisien.

Alat pengering biji kakao berbasis Arduino adalah sebuah sistem otomatisasi yang menggunakan mikrokontroler Arduino untuk mengontrol proses pengeringan biji kakao. Beberapa spesifikasi umum dari alat ini mencakup sensor suhu dan kelembaban, kontroler mikrokontroler Arduino, pengatur suhu dan kelembaban, tampilan LCD atau LED, kontroler daya, koneksi internet (opsional), antarmuka pengguna, sistem proteksi dan keamanan, penyimpanan data (opsional), dan pengendalian proses otomatisasi.

Baca juga : Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia Dinda Indah Jelita Serahkan Cenderamata kepada Rektor Universitas Fajar Makassar

Selain mengembangkan alatnya, Aldi dan dosen dari UTI memberikan penjelasan kepada petani kakao tentang cara menggunakan alat pengering biji kakao. Penggunaan alat ini memiliki beberapa keunggulan, seperti pengeringan yang cepat dan konsisten, pengurangan risiko kontaminasi, penghematan waktu dan tenaga kerja, kontrol suhu dan kelembaban, pengurangan kerugian dan pembusukan, dan peningkatan kapasitas produksi.

Aldi berharap bahwa inovasinya dapat membantu para petani biji kakao di Desa Mekar Jaya meningkatkan hasil panen mereka. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Pendidikan Teknokrat, Rektor, dan Dekan FTIK UTI atas dukungan yang diberikan.