ID
EN
Empat anggota UKM Teknokrat English Club sukses meraih dua gelar juara pertama dan dua posisi first runner-up dalam kompetisi tingkat nasional, membuktikan kemampuan mahasiswa UTI dalam bidang pidato, penyiaran berita, seni bertutur, dan penguasaan kosakata bahasa Inggris.
Bandar Lampung – Mahasiswa Terbaik Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Empat mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teknokrat English Club (TEC) berhasil meraih penghargaan dalam ajang EEC in Action XXV, yang diselenggarakan oleh Economics English Club, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Lampung (Unila), pada 10–11 Oktober 2026.
Dalam kompetisi tersebut, delegasi Universitas Teknokrat Indonesia berhasil membawa pulang dua gelar juara pertama dan dua posisi first runner-up dari sejumlah cabang perlombaan. Capaian ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan bahasa Inggris, komunikasi publik, penyampaian informasi, seni bercerita, serta penguasaan kosakata melalui permainan bahasa.
Empat mahasiswa yang berhasil mengukir prestasi tersebut adalah Amaka Diana Ojukwu, mahasiswa Program Studi S1 Sistem Informasi angkatan 2025, yang meraih The Champion of Speech; Alda Despita, mahasiswa Program Studi S1 Sastra Inggris angkatan 2025, yang memperoleh The Champion of Newscasting; Aida Arofah, mahasiswa Program Studi S1 Sastra Inggris angkatan 2025, yang meraih The 1st Runner-Up of Storytelling; serta Afan Alfian, mahasiswa Program Studi S1 Sastra Inggris angkatan 2025, yang menempati posisi The 1st Runner-Up of Scrabble B Division.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi Universitas Teknokrat Indonesia sekaligus memperkuat peran UKM Teknokrat English Club sebagai wadah pengembangan minat, bakat, dan kompetensi bahasa Inggris mahasiswa melalui latihan rutin, pendampingan, serta partisipasi dalam berbagai kompetisi.
Pada cabang Speech, Amaka Diana Ojukwu berhasil meraih posisi tertinggi sebagai juara pertama. Ia mengungguli peserta dari berbagai institusi yang turut bersaing dalam kategori tersebut. Posisi kedua diraih oleh PKN STAN, sedangkan Politeknik Manufaktur Bandung menempati posisi ketiga.
Prestasi ini menunjukkan kemampuan Amaka dalam menyampaikan gagasan melalui pidato berbahasa Inggris. Dalam kompetisi pidato, peserta dituntut mampu menyusun argumentasi secara terstruktur, menggunakan bahasa yang tepat, serta menyampaikan pesan dengan artikulasi, intonasi, dan kepercayaan diri yang baik.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan keterampilan bahasa Inggris di lingkungan kampus dapat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan komunikasi sekaligus membangun keberanian tampil di hadapan publik.
Prestasi juara pertama berikutnya diraih Alda Despita melalui cabang Newscasting. Dalam kategori ini, Alda berhasil mengungguli peserta dari Universitas Sampoerna yang menempati posisi kedua dan Akademi TNI Angkatan Laut yang berada di posisi ketiga.
Newscasting merupakan cabang kompetisi yang menguji kemampuan peserta dalam membawakan berita menggunakan bahasa Inggris secara jelas, akurat, dan profesional. Selain penguasaan bahasa, peserta juga perlu memperhatikan pelafalan, intonasi, kelancaran berbicara, ekspresi, serta kemampuan menyampaikan informasi dengan gaya penyiaran yang tepat.
Capaian Alda memperlihatkan potensi mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dalam bidang komunikasi publik dan penyampaian informasi berbahasa Inggris. Kompetensi tersebut relevan untuk dikembangkan sebagai bekal menghadapi berbagai peluang di bidang komunikasi, media, pendidikan, dan profesi lain yang membutuhkan keterampilan bahasa asing.
Pada cabang Storytelling, Aida Arofah berhasil meraih posisi The 1st Runner-Up. Juara pertama diraih oleh Universitas Negeri Yogyakarta, sedangkan posisi ketiga ditempati peserta dari MAN 2 Kota Pekanbaru.
Kompetisi Storytelling menuntut peserta menggabungkan kemampuan berbahasa dengan kreativitas, penghayatan cerita, penguasaan panggung, serta keterampilan membangun hubungan dengan audiens. Peserta perlu menyampaikan alur cerita secara runtut dan ekspresif agar pesan yang dibawakan dapat dipahami serta menarik perhatian pendengar.
Prestasi Aida menunjukkan bahwa keterampilan bahasa Inggris dapat dikembangkan melalui pendekatan kreatif yang tidak hanya menekankan ketepatan bahasa, tetapi juga kemampuan berekspresi dan menyampaikan pesan secara efektif.
Pengalaman mengikuti kompetisi ini diharapkan semakin memperkuat kepercayaan diri Aida untuk terus mengembangkan kemampuan berbicara dan seni bertutur dalam bahasa Inggris.
Prestasi keempat diraih Afan Alfian yang berhasil menempati posisi kedua pada cabang Scrabble B Division. Posisi pertama diraih Heryanto dari kategori peserta umum, sementara posisi ketiga ditempati Jefry Sitorus, yang juga berasal dari kategori peserta umum.
Scrabble merupakan permainan kata yang mengandalkan penguasaan kosakata, pemahaman struktur kata, kreativitas, dan kemampuan menyusun strategi untuk memperoleh skor optimal. Dalam kompetisi ini, peserta dituntut mampu mengidentifikasi kombinasi huruf yang tepat sekaligus mempertimbangkan penempatan kata secara strategis.
Keberhasilan Afan memperlihatkan bahwa penguasaan bahasa Inggris dapat dikembangkan melalui beragam metode, termasuk permainan edukatif yang melatih ketelitian dan kemampuan berpikir strategis.
Capaian tersebut sekaligus menambah deretan prestasi mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dalam kompetisi kebahasaan dan menjadi dorongan bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan kemampuan sesuai bidang yang diminati.
Pembimbing UKM Teknokrat English Club, Dina Amelia, M.Hum. dan Suprayogi, M.Hum., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan keempat mahasiswa dalam EEC in Action XXV. Menurut mereka, prestasi yang diraih merupakan hasil dari proses belajar, latihan yang konsisten, kedisiplinan, serta kemauan mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan.
Kompetisi tingkat nasional juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengukur perkembangan kompetensi, memperoleh pengalaman baru, dan berinteraksi dengan peserta dari berbagai institusi pendidikan.
“Prestasi ini merupakan hasil dari proses belajar dan latihan yang dijalani mahasiswa. Kami bangga melihat mereka berani berkompetisi, menunjukkan kemampuan terbaik, dan membawa nama Universitas Teknokrat Indonesia di tingkat nasional. Kami berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berkembang dan tidak berhenti belajar,” ujar Dina Amelia.
Ia menambahkan bahwa keikutsertaan dalam kompetisi bahasa Inggris tidak semata-mata berorientasi pada perolehan gelar juara. Proses persiapan dan pengalaman berkompetisi juga berperan dalam membangun kepercayaan diri, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kedisiplinan, dan keterampilan komunikasi yang dibutuhkan dalam dunia profesional.
Melalui Teknokrat English Club, mahasiswa mendapatkan ruang untuk mengembangkan minat dan bakat dalam berbagai bidang, mulai dari pidato, penyiaran berita, dan seni bercerita hingga permainan bahasa seperti Scrabble.
Para pembimbing berharap capaian ini dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan pengembangan diri, mengikuti pelatihan secara konsisten, dan berani berpartisipasi dalam kompetisi di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., turut menyampaikan apresiasi atas keberhasilan empat mahasiswa tersebut dalam ajang EEC in Action XXV.
Menurutnya, prestasi ini menunjukkan pentingnya dukungan perguruan tinggi terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Organisasi kemahasiswaan dan kompetisi dinilai menjadi bagian dari proses pembelajaran yang dapat memperkaya pengalaman mahasiswa di luar ruang kuliah.
“Selamat kepada mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia yang telah meraih prestasi dalam EEC in Action XXV. Kami mengapresiasi kerja keras mahasiswa, para pembimbing, serta UKM Teknokrat English Club yang terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan berkompetisi secara positif. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama universitas,” ujar Mahathir.
Ia menegaskan bahwa keterampilan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi merupakan kompetensi penting yang perlu dikembangkan selama masa perkuliahan. Keterlibatan mahasiswa dalam organisasi dan kompetisi dapat menjadi sarana untuk melatih kemampuan tersebut sekaligus membangun kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja.
Universitas Teknokrat Indonesia, lanjutnya, akan terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui kegiatan akademik, organisasi kemahasiswaan, pembinaan, dan berbagai ajang kompetisi.
Teknokrat English Club merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa di Universitas Teknokrat Indonesia yang berfokus pada pengembangan kemampuan bahasa Inggris. Melalui kegiatan latihan, diskusi, dan pendampingan, TEC memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperkuat keterampilan berbahasa sekaligus mempersiapkan diri mengikuti kompetisi.
Beragam bidang yang dikembangkan dalam TEC memberikan ruang bagi mahasiswa dengan minat berbeda untuk bertumbuh. Mahasiswa yang tertarik pada komunikasi publik dapat mengasah kemampuan melalui Speech dan Newscasting, sedangkan mereka yang menyukai seni bertutur dapat mengembangkan potensi melalui Storytelling. Adapun Scrabble menjadi sarana untuk melatih penguasaan kosakata dan strategi berbahasa.
Keberhasilan empat mahasiswa dalam EEC in Action XXV menjadi salah satu bukti kontribusi kegiatan kemahasiswaan dalam membangun lingkungan kampus yang mendorong prestasi dan pengembangan diri.
Universitas Teknokrat Indonesia berharap keberhasilan tersebut dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berlatih, memperluas pengalaman, dan memanfaatkan berbagai fasilitas pembinaan yang tersedia di lingkungan kampus.
Prestasi mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dalam EEC in Action XXV sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education).
Melalui pembinaan di UKM Teknokrat English Club dan partisipasi dalam kompetisi, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan bahasa, literasi, komunikasi, kreativitas, dan kepercayaan diri. Pengalaman tersebut melengkapi pembelajaran di ruang kuliah serta mendorong pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan akademik dan profesional.
Selain itu, kegiatan organisasi kemahasiswaan turut memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman, karena mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga menerapkannya melalui latihan, persiapan kompetisi, dan interaksi dengan peserta dari institusi lain.
Universitas Teknokrat Indonesia terus berkomitmen mendukung mahasiswa agar mampu mengoptimalkan potensi, menghasilkan karya, dan meraih prestasi melalui lingkungan pendidikan yang mendorong pembelajaran sepanjang hayat.
Empat gelar yang diraih dalam EEC in Action XXV menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan mahasiswa. Dengan dukungan institusi, dosen pembimbing, dan organisasi kemahasiswaan, Universitas Teknokrat Indonesia berharap semakin banyak mahasiswa yang mampu berprestasi serta memberikan kontribusi positif di tingkat nasional dan internasional.
Universitas Teknokrat Indonesia — Kampus Berdampak, Kampusnya Sang Juara!
#MahasiswaBerprestasi
#MahasiswaBerdampak
#MahasiswaTerbaikdiLampung