ID
EN
Perkuat kemampuan komunikasi bahasa Inggris aparatur pelayanan publik, kolaborasi melalui Pusat Bahasa UTI ini diharapkan mendukung layanan yang profesional, ramah, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta warga negara asing.
Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), yang dikenal sebagai ASEAN’s Best Private University dan perguruan tinggi swasta unggulan di luar Pulau Jawa, terus memperluas kontribusinya dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan kualitas pelayanan publik. Melalui Pusat Bahasa, Universitas Teknokrat Indonesia bekerja sama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandar Lampung menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi English for Public Service.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni Jumat, 25 September 2026, dan Senin, 28 September 2026, tersebut dilaksanakan di kantor DPMPTSP Kota Bandar Lampung. Sebanyak 25 pegawai mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk warga negara asing (WNA).
Bimtek ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan komunikasi praktis yang relevan dengan tugas sehari-hari. Penguasaan bahasa Inggris diharapkan dapat membantu aparatur memberikan informasi, menjelaskan prosedur pelayanan, serta merespons pertanyaan dengan lebih jelas, profesional, dan percaya diri.
Kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan pemerintah daerah sekaligus memperkuat kesiapan sumber daya manusia menghadapi interaksi yang semakin luas di tingkat internasional.
Materi utama yang diberikan dalam pelatihan ini adalah speaking for public service, yaitu keterampilan berbicara dalam bahasa Inggris untuk kebutuhan pelayanan publik. Pembelajaran dirancang secara aplikatif melalui latihan percakapan, praktik komunikasi, dan simulasi situasi pelayanan yang menyerupai kondisi kerja sehari-hari.
Melalui metode tersebut, peserta berlatih menggunakan ungkapan bahasa Inggris untuk menyambut pemohon layanan, memberikan informasi, menjelaskan tahapan pelayanan, serta merespons pertanyaan secara sopan dan efektif. Peserta juga didorong untuk membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi sehingga tidak hanya memahami kosakata, tetapi mampu menerapkannya dalam situasi nyata.
Pelatihan dibimbing oleh tim pengajar dari Universitas Teknokrat Indonesia, yaitu Intan Hamzah, M.Pd.; Alvi Raihan Utami, M.Pd.; dan Khairani Putri Salsya, M.Pd.
Keterlibatan dosen yang memiliki kompetensi di bidang bahasa Inggris menjadi bagian penting dalam memastikan materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta. Dengan pendekatan yang menekankan praktik, pelatihan diharapkan membantu pegawai mengembangkan keterampilan komunikasi yang dapat diterapkan secara langsung di lingkungan kerja.
Bimtek English for Public Service dibuka secara resmi oleh Kepala DPMPTSP Kota Bandar Lampung, Febriana, S.STP., MIP. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kemampuan bahasa Inggris bagi aparatur pemerintah, khususnya pegawai yang berhadapan langsung dengan masyarakat dan pemohon layanan.
Menurutnya, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing menjadi salah satu kompetensi pendukung untuk menghadapi kebutuhan pelayanan yang semakin beragam. Keterampilan tersebut juga relevan ketika aparatur berinteraksi dengan investor maupun warga negara asing yang membutuhkan informasi mengenai layanan dan prosedur perizinan.
“Seiring meningkatnya kebutuhan interaksi dengan investor dan warga negara asing di Kota Bandar Lampung, kemampuan berbahasa Inggris menjadi bekal penting bagi aparatur dalam memberikan pelayanan. Saya berharap seluruh peserta mengikuti bimtek ini dengan sungguh-sungguh dan aktif berlatih, sehingga pelayanan DPMPTSP semakin profesional, ramah, dan mudah diakses oleh siapa pun,” ujar Febriana.
Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan demikian, peningkatan kompetensi pegawai tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut menjadi perbaikan kualitas komunikasi dan pengalaman masyarakat ketika mengakses pelayanan publik.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., mengapresiasi kerja sama antara Pusat Bahasa UTI dan DPMPTSP Kota Bandar Lampung. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan wujud peran perguruan tinggi dalam memberikan manfaat nyata bagi pemerintah daerah dan masyarakat melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
Ia menilai penguasaan bahasa Inggris semakin relevan bagi aparatur pelayanan publik, terutama dalam menghadapi kebutuhan komunikasi dengan investor dan warga negara asing. Karena itu, pelatihan berbasis praktik menjadi salah satu upaya untuk membantu pegawai meningkatkan kesiapan dalam menjalankan tugas pelayanan.
“Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Teknokrat Indonesia untuk hadir dan berkontribusi nyata bagi masyarakat serta pemerintah daerah sebagai kampus berdampak. Kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi penting bagi aparatur pelayanan publik di tengah meningkatnya interaksi internasional. Melalui Pusat Bahasa, kami siap mendukung peningkatan kompetensi tersebut agar pelayanan di Kota Bandar Lampung semakin profesional dan berdaya saing,” ujar Mahathir.
Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjembatani kebutuhan kompetensi di dunia kerja dengan pengetahuan dan keahlian akademik. Kerja sama dengan instansi pemerintah diharapkan dapat terus dikembangkan melalui program pelatihan dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan masyarakat.
Peningkatan kemampuan bahasa Inggris bagi pegawai DPMPTSP diharapkan dapat memperkuat kualitas komunikasi dalam proses pelayanan, khususnya ketika menghadapi pemohon yang menggunakan bahasa Inggris. Kemampuan menyampaikan informasi secara jelas dan sopan dapat membantu mengurangi hambatan komunikasi serta mendukung pelayanan yang lebih responsif.
Bagi DPMPTSP, kompetensi komunikasi internasional menjadi salah satu unsur pendukung dalam memberikan informasi kepada investor dan pemohon layanan dari berbagai latar belakang. Meski bukan satu-satunya faktor penentu iklim investasi, kualitas komunikasi aparatur dapat berkontribusi terhadap pengalaman layanan yang lebih baik.
Sementara itu, bagi Universitas Teknokrat Indonesia, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menerapkan keahlian dosen dan sumber daya Pusat Bahasa dalam menjawab kebutuhan nyata instansi pemerintah. Sinergi tersebut memperlihatkan bahwa perguruan tinggi dapat berperan sebagai mitra strategis dalam pengembangan kapasitas aparatur dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Universitas Teknokrat Indonesia berharap kolaborasi dengan DPMPTSP Kota Bandar Lampung dapat berlanjut dan menjadi landasan bagi pelaksanaan program pengembangan kompetensi lainnya. Melalui kemitraan yang berkelanjutan, manfaat pendidikan tinggi diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh pemerintah dan masyarakat.
Pelaksanaan Bimtek English for Public Service juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)
Pelatihan bahasa Inggris bagi aparatur pemerintah merupakan bentuk pembelajaran sepanjang hayat yang mendukung peningkatan kompetensi sesuai kebutuhan pekerjaan. Materi yang berorientasi pada praktik memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengembangkan keterampilan komunikasi yang dapat digunakan dalam lingkungan profesional.
SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth)
Peningkatan kompetensi pegawai dapat mendukung profesionalisme dan produktivitas dalam pelayanan publik. Kemampuan komunikasi bahasa Inggris juga menjadi salah satu keterampilan pendukung untuk melayani kebutuhan informasi investor dan pemohon layanan internasional, sehingga dapat berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan pelayanan yang kondusif bagi aktivitas ekonomi.
SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice and Strong Institutions)
Penguatan kapasitas aparatur merupakan bagian dari upaya membangun kelembagaan pelayanan publik yang profesional, responsif, dan inklusif. Komunikasi yang jelas serta pelayanan yang ramah dapat membantu masyarakat memperoleh informasi dan mengakses layanan secara lebih baik.
SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)
Kerja sama antara Universitas Teknokrat Indonesia melalui Pusat Bahasa dan DPMPTSP Kota Bandar Lampung mencerminkan pentingnya kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini memungkinkan kompetensi akademik dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan instansi serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
Melalui kegiatan ini, Universitas Teknokrat Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah diharapkan mampu menghasilkan manfaat berkelanjutan bagi aparatur, masyarakat, dan pembangunan Kota Bandar Lampung.
Universitas Teknokrat Indonesia — Kampus Berdampak, Kampusnya Sang Juara!
#KampusBerdampak
#DosenBerdampak
#KampusBerdampakTerbaikdiLampung