ID
EN
Bandar Lampung – Inovasi teknologi kembali dikembangkan mahasiswa terbaik Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) untuk menjawab kebutuhan masyarakat di era transformasi digital. Mahasiswa Program Studi Informatika UTI berhasil menciptakan DesaKita AI, sebuah platform digital berbasis mobile yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu wisatawan menemukan destinasi, merencanakan perjalanan, hingga mengakses layanan wisata dalam satu platform.
DesaKita AI dirancang sebagai solusi digital yang mengintegrasikan berbagai informasi mengenai destinasi wisata, fasilitas, aktivitas, serta layanan reservasi sehingga wisatawan dapat memperoleh informasi secara lebih praktis, cepat, dan efisien.
Tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, DesaKita AI dikembangkan dengan konsep smart tourism yang mempertemukan kebutuhan wisatawan dengan potensi desa wisata melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan.
Inovasi tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana kompetensi mahasiswa Informatika dapat diterapkan untuk menghasilkan produk teknologi yang memiliki manfaat nyata dan berpotensi mendukung digitalisasi sektor pariwisata, khususnya pengembangan desa wisata.
Salah satu fitur unggulan DesaKita AI adalah “KITA AI Assistant”, sebuah asisten virtual berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu pengguna memperoleh rekomendasi destinasi wisata sesuai dengan preferensi dan kebutuhannya.
Melalui fitur tersebut, pengguna dapat menyampaikan kebutuhan wisata secara sederhana. Misalnya, pengguna dapat mencari destinasi wisata alam, tempat yang cocok untuk keluarga, lokasi untuk berfoto, maupun aktivitas wisata tertentu.
Sistem kemudian memproses kebutuhan tersebut dan memberikan rekomendasi destinasi yang relevan. Pemanfaatan AI membuat proses pencarian wisata menjadi lebih personal, interaktif, dan adaptif. Pengguna tidak hanya disajikan daftar destinasi, tetapi memperoleh rekomendasi yang disesuaikan dengan minat dan kebutuhan yang disampaikan.
“KITA AI Assistant dirancang untuk memberikan pengalaman pencarian wisata yang lebih personal. Pengguna dapat menyampaikan kebutuhan mereka secara sederhana, kemudian sistem membantu memberikan rekomendasi destinasi yang relevan,” jelas tim pengembang DesaKita AI.
Konsep tersebut diharapkan dapat membantu wisatawan menghemat waktu dalam mencari informasi sekaligus memberikan pengalaman digital yang lebih nyaman dalam merencanakan perjalanan.
DesaKita AI tidak hanya berorientasi pada kebutuhan wisatawan. Platform ini juga memiliki potensi menjadi media promosi digital bagi pengelola desa wisata.
Melalui integrasi informasi destinasi, fasilitas, aktivitas, dan layanan wisata, pengelola desa wisata dapat memiliki sarana digital yang lebih terstruktur untuk memperkenalkan potensi wilayahnya kepada masyarakat yang lebih luas.
Kehadiran platform seperti DesaKita menjadi relevan di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap transformasi digital dalam pengelolaan pariwisata. Informasi mengenai sebuah desa wisata dapat disajikan secara lebih mudah diakses sehingga calon wisatawan memiliki referensi sebelum menentukan tujuan perjalanan.
Bagi desa wisata, digitalisasi juga membuka peluang untuk memperluas jangkauan promosi dan memperkenalkan potensi lokal kepada calon wisatawan di luar wilayah.
Sementara bagi wisatawan, konsep tersebut memberikan kemudahan karena berbagai informasi yang dibutuhkan untuk merencanakan perjalanan dapat diakses melalui satu platform.
Dengan demikian, DesaKita AI diarahkan bukan sekadar sebagai aplikasi informasi wisata, tetapi sebagai bagian dari ekosistem digital yang mempertemukan wisatawan, pengelola desa wisata, destinasi, serta berbagai layanan pendukung pariwisata.
Dari sisi teknologi, DesaKita AI dikembangkan menggunakan Flutter sebagai framework pengembangan aplikasi mobile dan Firebase sebagai salah satu teknologi pendukung backend serta pengelolaan data.
Pemilihan teknologi tersebut mendukung pengembangan aplikasi yang dapat menghadirkan pengalaman penggunaan secara lebih terintegrasi.
Selain aspek teknis, tim pengembang juga memberikan perhatian terhadap User Experience (UX) agar aplikasi dapat digunakan secara mudah dan nyaman oleh pengguna.
Perpaduan teknologi mobile, cloud computing, dan artificial intelligence menjadi fondasi utama dalam membangun konsep DesaKita AI sebagai platform smart tourism.
Pendekatan tersebut memungkinkan pengembangan aplikasi tidak berhenti pada penyediaan informasi, tetapi diarahkan menuju ekosistem digital yang mampu memberikan layanan secara lebih interaktif dan sesuai kebutuhan pengguna.
Ke depan, DesaKita AI masih memiliki ruang pengembangan, termasuk peningkatan kemampuan sistem rekomendasi, integrasi layanan reservasi yang lebih luas, serta penambahan destinasi dan layanan desa wisata.
DesaKita AI merupakan hasil kreativitas dan inovasi mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Teknokrat Indonesia.
Aplikasi tersebut dikembangkan oleh:
Dalam proses pengembangannya, kedua mahasiswa tersebut mendapatkan pendampingan dari dosen pembimbing:
Pengembangan DesaKita AI menjadi salah satu bentuk penerapan kompetensi mahasiswa Informatika dalam mengintegrasikan berbagai bidang teknologi.
Mulai dari mobile application development, cloud computing, user experience, pengelolaan data, hingga artificial intelligence, seluruhnya dipadukan dalam sebuah produk teknologi yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Proses tersebut juga menjadi pengalaman pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa karena mereka tidak hanya mempelajari teknologi secara konseptual, tetapi juga ditantang untuk mengidentifikasi permasalahan, merancang solusi, membangun produk, serta mempertimbangkan kebutuhan pengguna.
Pengembangan DesaKita AI memperlihatkan bahwa pembelajaran di bidang Informatika dapat diarahkan untuk menghasilkan inovasi yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami bahasa pemrograman dan teknologi pengembangan perangkat lunak, tetapi juga perlu memiliki kemampuan melihat persoalan di lingkungan sekitar dan menerjemahkannya menjadi solusi berbasis teknologi.
Dalam konteks DesaKita AI, kebutuhan terhadap informasi wisata yang mudah diakses dipadukan dengan peluang digitalisasi promosi desa wisata.
Hasilnya adalah sebuah gagasan teknologi yang menggabungkan AI dan smart tourism dalam satu platform.
Konsep tersebut sejalan dengan perkembangan industri pariwisata yang semakin membutuhkan pemanfaatan data, teknologi digital, dan layanan yang berorientasi pada pengalaman pengguna.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap inovasi DesaKita AI yang dikembangkan mahasiswa Program Studi Informatika.
Menurut Mahathir, pengembangan platform tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki ruang untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam produk teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami sangat bangga atas inovasi yang dikembangkan mahasiswa Informatika Universitas Teknokrat Indonesia melalui DesaKita AI. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teknologi secara teori, tetapi mampu menggabungkan artificial intelligence, aplikasi mobile, cloud computing, dan user experience menjadi sebuah solusi yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Mahathir.
Ia menilai pemanfaatan AI dalam sektor pariwisata memiliki peluang pengembangan yang luas, terutama dalam membantu wisatawan memperoleh informasi sekaligus memperkuat promosi potensi desa wisata.
“Konsep smart tourism yang diusung DesaKita AI sangat relevan dengan perkembangan transformasi digital saat ini. Kami mendukung mahasiswa untuk terus menyempurnakan inovasi ini agar dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi wisatawan maupun pengelola desa wisata,” tambahnya.
Mahathir juga menegaskan bahwa Universitas Teknokrat Indonesia akan terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai teknologi, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi.
“Kami ingin inovasi mahasiswa Teknokrat hadir sebagai solusi. Teknologi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, membuka peluang, dan memberikan dampak positif. DesaKita AI merupakan salah satu contoh bagaimana kompetensi mahasiswa dapat diarahkan untuk menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Pengembangan DesaKita AI menjadi bagian dari upaya menghadirkan ekosistem smart tourism yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pengalaman wisata sekaligus mendukung pengelolaan destinasi.
Melalui sistem rekomendasi berbasis AI, wisatawan dapat memperoleh informasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Sementara itu, desa wisata memperoleh peluang untuk memperluas eksposur digital terhadap potensi destinasi dan layanan yang dimiliki.
Konsep tersebut membuka peluang pengembangan lebih lanjut, seperti integrasi sistem reservasi, informasi fasilitas wisata, rekomendasi aktivitas, peta digital, informasi kuliner dan produk lokal, hingga sistem yang dapat membantu wisatawan menyusun rencana perjalanan.
Jika dikembangkan secara berkelanjutan, DesaKita AI berpotensi menjadi platform yang tidak hanya membantu wisatawan menemukan destinasi, tetapi juga menghubungkan berbagai pelaku dalam ekosistem pariwisata desa.
Inovasi DesaKita AI memiliki keterkaitan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek pendidikan, inovasi teknologi, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan.
Pengembangan DesaKita AI menjadi bentuk pembelajaran berbasis proyek yang memungkinkan mahasiswa menerapkan pengetahuan akademik ke dalam produk teknologi nyata.
Mahasiswa memperoleh pengalaman dalam pengembangan aplikasi, artificial intelligence, cloud computing, user experience, dan pemecahan masalah berbasis teknologi.
Hal tersebut mendukung penguatan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga kompetensi praktis dan kemampuan menghasilkan inovasi.
Digitalisasi desa wisata berpotensi memperluas jangkauan promosi destinasi dan meningkatkan akses calon wisatawan terhadap informasi serta layanan wisata.
Jika diimplementasikan dan dikembangkan secara berkelanjutan, platform digital seperti DesaKita AI dapat mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi lokal melalui peningkatan visibilitas desa wisata dan potensi layanan yang dimilikinya.
Pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi digital juga menjadi modal penting untuk mempersiapkan talenta yang relevan dengan kebutuhan ekonomi digital.
DesaKita AI secara langsung berkaitan dengan pemanfaatan teknologi digital dan artificial intelligence untuk menghasilkan inovasi baru di sektor pariwisata.
Perpaduan aplikasi mobile, cloud computing, dan AI menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membangun layanan digital yang inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan pengguna.
Pengembangan desa wisata berbasis teknologi dapat mendukung penguatan potensi lokal sekaligus meningkatkan akses informasi terhadap destinasi yang berada di wilayah pedesaan.
Digitalisasi informasi dan promosi dapat menjadi salah satu bagian dari upaya memperkenalkan potensi desa secara lebih luas dengan tetap menempatkan pengembangan lokal sebagai bagian penting dari ekosistem pariwisata berkelanjutan.
Pengembangan ekosistem DesaKita AI juga membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah daerah, pengelola desa wisata, pelaku usaha, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut penting agar inovasi teknologi dapat dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan dan memberikan manfaat yang lebih luas.
DesaKita AI menunjukkan bagaimana mahasiswa Informatika Universitas Teknokrat Indonesia berupaya menjadikan teknologi sebagai instrumen untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui perpaduan Artificial Intelligence, mobile technology, cloud computing, dan user experience, platform ini menawarkan pendekatan baru dalam membantu wisatawan menemukan destinasi sekaligus membuka peluang digitalisasi bagi desa wisata.
Pengembangan ke depan dapat diarahkan pada penyempurnaan sistem rekomendasi, perluasan layanan reservasi, penambahan destinasi, serta integrasi berbagai layanan pendukung perjalanan wisata.
Bagi mahasiswa pengembangnya, DesaKita AI menjadi ruang untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus memahami bagaimana sebuah teknologi dapat dirancang berdasarkan kebutuhan pengguna.
Sementara bagi sektor pariwisata desa, inovasi tersebut menjadi gambaran mengenai peluang pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses informasi dan promosi destinasi di tengah percepatan transformasi digital.
Melalui DesaKita AI, mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia kembali menunjukkan bahwa inovasi teknologi dapat dikembangkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran, tetapi juga sebagai solusi digital yang aplikatif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
DesaKita AI — Temukan Destinasi, Rencanakan Perjalanan, Nikmati Pengalaman Wisata dalam Satu Platform.
Baca Juga: MEMBANGGAKAN !! Mahasiswa Teknokrat Raih Juara Favorit Infografis Di Pekan Ilmiah Nasional 2026