PENDAFTARAN
ID ID
EN EN

JUARA NASIONAL !! Tim Wastra Aksara Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara III KMI Award 2026, Angkat Batik Cap Lampung ke Panggung Nasional

Bandar Lampung – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Kampus Berdampak Terbaik di Lampung di tingkat nasional. Tim wirausaha mahasiswa UTI berhasil meraih Juara III KMI Award Bisnis Terbaik Bidang Industri Kreatif, Seni dan Budaya Kategori Tahapan Bertumbuh dalam ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo 2026 yang diselenggarakan oleh Belmawa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Baca Juga: LUAR BIASA !! Tiga Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Terpilih sebagai International Speaker pada The 8th Summer School 2026

KMI Expo 2026 berlangsung di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, pada 29 September hingga 1 Oktober 2026. Ajang bergengsi tersebut menjadi salah satu wadah nasional bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan kewirausahaan, inovasi bisnis, kreativitas, serta kontribusi produk mahasiswa terhadap masyarakat dan perekonomian.

Capaian tersebut diraih oleh Tim Wastra Aksara Batik Cap Lampung, yang mengangkat kekayaan budaya lokal Lampung melalui pengembangan produk kreatif berbasis batik. Prestasi ini semakin membanggakan karena diraih dalam kompetisi yang mempertemukan ratusan tim wirausaha mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Bersaing dengan 368 Tim dari 219 Perguruan Tinggi

KMI Expo 2026 diikuti oleh 368 tim dari 219 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Tingginya jumlah peserta menunjukkan ketatnya persaingan yang harus dihadapi para mahasiswa untuk dapat menembus jajaran terbaik nasional.

Khusus pada kategori Industri Kreatif, Seni dan Budaya Tahapan Bertumbuh, persaingan semakin kompetitif karena terdapat 39 tim finalis yang berasal dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Sejumlah perguruan tinggi yang turut menjadi bagian dari persaingan tersebut antara lain Institut Seni Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Hasanuddin.

Di tengah persaingan tersebut, Tim Wastra Aksara Universitas Teknokrat Indonesia berhasil mengamankan posisi tiga besar nasional.

Adapun daftar pemenang kategori Industri Kreatif, Seni dan Budaya Tahapan Bertumbuh KMI Expo 2026 adalah:

- Juara I: Universitas Muhammadiyah Purworejo

- Juara II: Universitas Agung Podomoro

- Juara III: Universitas Teknokrat Indonesia

- Juara Harapan I: Universitas Amikom Purwokerto

- Juara Harapan II: Universitas Sulawesi Barat

- Juara Harapan III: Universitas Muhammadiyah Surabaya

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia mampu bersaing dan menunjukkan kualitas ide bisnis serta inovasi kreatif di tengah kompetisi kewirausahaan tingkat nasional.

Tiga Mahasiswa Teknokrat Bawa Wastra Lampung ke Panggung Nasional

Tim Wastra Aksara Batik Cap Lampung diperkuat oleh tiga mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia, yaitu:

1. Insani Maria Ulfa – Program Studi S1 Sastra Inggris, angkatan 2023

2. Yoan Meyral – Program Studi S1 Sastra Inggris, angkatan 2023

3. Tiara Intri Venna – Program Studi S1 Manajemen, angkatan 2023

Tim tersebut mendapatkan pendampingan dari Suprayogi, M.Hum. sebagai dosen pembimbing dan berada di bawah koordinasi Febrian Eko Saputra, M.M., Koordinator P2MW UTI sekaligus pengelola Inkubator Juara UTI.

Kolaborasi mahasiswa dari bidang Sastra Inggris dan Manajemen menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangan Wastra Aksara. Kompetensi bahasa, komunikasi, kreativitas, pemasaran, dan manajemen bisnis dipadukan untuk mengembangkan produk berbasis budaya lokal agar memiliki nilai ekonomi dan daya saing yang lebih luas.

Baca Juga: JUARA NASIONAL !! Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara Nasional Pada Kompetisi Newscasting SEESPA English Olympics 2026 di Universitas Sriwijaya

Wastra Aksara Angkat Potensi Batik Cap Lampung

Dalam kompetisi tersebut, Tim Wastra Aksara berhasil menarik perhatian dewan juri melalui inovasi yang mengangkat Batik Cap Lampung sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus pengembangan ekonomi kreatif.

Wastra Aksara tidak hanya memosisikan batik sebagai produk fesyen, tetapi juga membawa pesan mengenai pentingnya menjaga identitas dan kekayaan budaya lokal agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Inovasi tersebut menjadi semakin bermakna karena batik telah diakui sebagai warisan budaya takbenda dunia oleh UNESCO. Semangat pelestarian tersebut kemudian diterjemahkan oleh mahasiswa melalui pendekatan kewirausahaan sehingga budaya lokal dapat terus diperkenalkan kepada generasi muda sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Kemampuan menggabungkan aspek budaya, kreativitas, dan kewirausahaan inilah yang menjadi salah satu nilai penting dari Wastra Aksara dalam kompetisi KMI Award 2026.

Menjadi Kado Istimewa di Momentum Hari Batik Nasional

Prestasi Juara III KMI Award 2026 memiliki makna khusus karena diraih berdekatan dengan Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober.

Capaian tersebut menjadi momentum yang semakin memperkuat semangat mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dalam memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia melalui jalur kewirausahaan.

Bagi Tim Wastra Aksara, dukungan dari lingkungan kampus juga menjadi bagian penting dalam proses pengembangan bisnis.

“Terima kasih Universitas Teknokrat Indonesia atas dukungannya. Terima kasih Bapak/Ibu dosen dan staf yang telah membeli, memakai, dan merekomendasikan Wastra Aksara sehingga dapat bertumbuh semakin baik dan dikenal oleh semakin banyak kalangan,” ujar perwakilan Tim Wastra Aksara.

Dukungan sivitas akademika tersebut menjadi salah satu bentuk ekosistem kewirausahaan yang memungkinkan produk mahasiswa memperoleh ruang untuk berkembang, memperoleh masukan, sekaligus semakin dikenal di lingkungan masyarakat.

Inkubator Juara UTI Dorong Mahasiswa Menjadi Entrepreneur

Keberhasilan Tim Wastra Aksara juga memperlihatkan peran penting pembinaan kewirausahaan mahasiswa melalui P2MW dan Inkubator Juara Universitas Teknokrat Indonesia.

Melalui pembinaan tersebut, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan ide bisnis, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan produk, membangun model usaha, meningkatkan kemampuan pemasaran, serta menguji daya saing bisnis melalui berbagai kompetisi.

Ekosistem tersebut menjadi bagian dari upaya UTI dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki keberanian untuk menjadi wirausahawan muda dan pencipta lapangan kerja.

Baca Juga: S1 Teknik Komputer Universitas Teknokrat Indonesia: Kuasai IoT, Robotika, dan Teknologi Cerdas, Peluang Karier Semakin Luas

Mahathir: Prestasi Ini Bukti Mahasiswa Teknokrat Mampu Bersaing Secara Nasional

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas keberhasilan Tim Wastra Aksara meraih Juara III KMI Award 2026.

Mahathir menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota tim, dosen pembimbing, koordinator P2MW, serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan terhadap proses pengembangan Wastra Aksara.

“Kami sangat bangga atas prestasi Tim Wastra Aksara Batik Cap Lampung yang berhasil meraih Juara III KMI Award 2026. Mereka mampu bersaing dengan 368 tim dari 219 perguruan tinggi di Indonesia dan berhasil masuk tiga besar nasional pada kategori Industri Kreatif, Seni dan Budaya,” ujar Mahathir.

Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia memiliki kemampuan yang tidak hanya kuat dalam bidang akademik, tetapi juga dalam kreativitas, kewirausahaan, inovasi, dan pengembangan potensi budaya lokal.

“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan, kreativitas, semangat inovasi, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia. Wastra Aksara menunjukkan bahwa kearifan lokal Lampung dapat dikembangkan menjadi bisnis kreatif yang memiliki daya saing di tingkat nasional,” tambahnya.

Mahathir juga menegaskan bahwa Universitas Teknokrat Indonesia akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan kewirausahaan mahasiswa melalui berbagai program pembinaan.

“Sebagai kampus berdampak, Universitas Teknokrat Indonesia terus mendukung Inkubator Juara dan berbagai program kewirausahaan mahasiswa. Kami ingin semakin banyak mahasiswa yang mampu mengubah ide menjadi produk, produk menjadi bisnis, dan bisnis tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat serta membuka peluang ekonomi baru,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi keberhasilan Tim Wastra Aksara yang bertepatan dengan momentum Hari Batik Nasional.

“Prestasi ini menjadi kado istimewa pada momentum Hari Batik Nasional. Semoga Wastra Aksara terus berkembang dan menjadi salah satu contoh bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan inovasi dan kewirausahaan generasi muda,” ujar Mahathir.

Dari Kearifan Lokal Menjadi Bisnis yang Berdampak

Prestasi Wastra Aksara menunjukkan bahwa kekayaan budaya daerah memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi bagian dari ekonomi kreatif.

Bagi mahasiswa, proses tersebut memberikan pengalaman nyata mengenai bagaimana sebuah potensi lokal dapat diidentifikasi, dikembangkan menjadi produk, dipasarkan, dan diperkenalkan kepada masyarakat dalam bentuk bisnis yang memiliki nilai tambah.

Pengembangan usaha berbasis budaya juga memiliki potensi untuk memberikan dampak lebih luas bagi para pelaku ekonomi lokal, termasuk pengrajin dan masyarakat yang terlibat dalam rantai produksi.

Dengan demikian, kewirausahaan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pencapaian keuntungan, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk menjaga keberlanjutan budaya sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs)

Prestasi Tim Wastra Aksara dalam KMI Expo 2026 juga sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

SDG 4: Pendidikan Berkualitas tercermin melalui pembinaan kewirausahaan mahasiswa melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), Inkubator Juara, pendampingan dosen, serta pengalaman mengikuti kompetisi nasional. Proses tersebut memberikan pembelajaran praktis yang melengkapi kompetensi akademik mahasiswa.

SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi diwujudkan melalui pengembangan bisnis kreatif Wastra Aksara yang menggabungkan inovasi, budaya, dan kewirausahaan. Pengembangan usaha berbasis batik berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, memperluas pasar produk lokal, serta membuka peluang ekonomi bagi pengrajin dan masyarakat yang terlibat.

Selain itu, pengembangan Wastra Aksara turut memiliki relevansi dengan SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya dalam aspek pelestarian warisan budaya dan penguatan identitas budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

Upaya mengembangkan batik sebagai produk kreatif generasi muda juga mendukung semangat SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui penguatan nilai produk lokal dan upaya menjaga keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya.

Teknokrat Dorong Wirausaha Muda Berprestasi dan Berdampak

Keberhasilan Tim Wastra Aksara Batik Cap Lampung meraih Juara III KMI Award 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia mampu membawa potensi budaya lokal ke panggung kewirausahaan nasional.

Prestasi tersebut sekaligus memperkuat komitmen UTI dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendorong mahasiswa untuk berani berinovasi, mengembangkan bisnis, mengikuti kompetisi, serta menciptakan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui P2MW, Inkubator Juara, pendampingan dosen, dan dukungan seluruh sivitas akademika, Universitas Teknokrat Indonesia akan terus mendorong lahirnya generasi entrepreneur muda yang kreatif, kompetitif, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap budaya bangsa.

Capaian Tim Wastra Aksara menjadi inspirasi bahwa kearifan lokal tidak hanya dapat dilestarikan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Universitas Teknokrat Indonesia – Kampus Berdampak, mencetak wirausaha muda berprestasi, berinovasi, dan terus mengangkat potensi budaya Indonesia ke panggung nasional.

Baca Juga: MEMBANGGAKAN !! Dosen dan Mahasiswa Terbaik Teknokrat, Implementasikan StegoIoT untuk Bantu Sistem Peternakan Sapi Modern