PENDAFTARAN
ID ID
EN EN

Gerilyana Tryo Putri Mahasiswa Teknokrat, Gelar Seminar Digital “Cyber Akhlak”, Dorong Etika Digital Jelang Ajang Nasional Putri Hijabfluencer 2026

Bandar Lampung – Kiprah mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Berdampak Terbaik di Lampung tidak hanya terlihat melalui prestasi di bidang akademik dan kompetisi, tetapi juga melalui berbagai gerakan sosial dan edukasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.Hal tersebut ditunjukkan oleh Gerilyana Tryo Putri, mahasiswi Program Studi S1 Informatika Universitas Teknokrat Indonesia sekaligus 1st Runner Up Putri Hijabfluencer Lampung 2026, yang menggagas gerakan edukasi digital bertajuk “Cyber Akhlak”.

Baca Juga: TEMBUS NASIONAL !! Mahasiswa Terbaik Universitas Teknokrat Indonesia Jadi Finalis Cybersecurity Compfest 2026

Gerakan tersebut diwujudkan melalui seminar bertema “Navigating The Digital Frontier” yang digelar pada Sabtu, 26 September 2026, di Aula A Gedung Dekanat FKIP Universitas Lampung (Unila). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah Gerilyana dalam mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin memahami pentingnya etika dalam menggunakan teknologi dan beraktivitas di ruang digital.

Cyber Akhlak, Gerakan Edukasi Digital dari Mahasiswi Informatika

Sebagai mahasiswi bidang Informatika, Gerilyana melihat perkembangan teknologi digital tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga harus diiringi dengan kesadaran etika dan tanggung jawab dalam penggunaannya.

Atas dasar tersebut, ia menginisiasi Cyber Akhlak sebagai gerakan edukasi digital yang berfokus pada pemanfaatan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan beretika.

Program tersebut tidak hanya diarahkan pada kegiatan seminar, tetapi telah dikembangkan melalui berbagai aktivitas edukasi yang menyentuh masyarakat secara langsung.

Sebelum menggelar seminar di lingkungan Universitas Lampung, gerakan Cyber Akhlak telah diimplementasikan secara berkala melalui berbagai kegiatan, mulai dari lokakarya (workshop), edukasi di panti asuhan, hingga kegiatan edukasi langsung di sekolah-sekolah di wilayah perkampungan.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Gerilyana berupaya memperkenalkan pentingnya literasi digital sekaligus membangun kesadaran masyarakat agar mampu menggunakan teknologi secara positif.

Kolaborasi dengan Lampung Cyber Security dan Sekelik OJK

Seminar “Cyber Akhlak: Navigating The Digital Frontier” diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Lampung Cyber Security dan Sekelik OJK.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan edukasi digital sekaligus menghadirkan perspektif yang lebih beragam mengenai tantangan masyarakat di era teknologi.

Menurut Gerilyana, perkembangan ruang digital harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memilah informasi, menjaga perilaku, memahami risiko digital, serta menggunakan teknologi untuk kegiatan yang produktif dan memberikan manfaat.

Dengan pendekatan tersebut, Cyber Akhlak diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan edukasi yang tidak hanya membahas teknologi dari sisi penggunaannya, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab dan etika dalam kehidupan digital.

Baca Juga: MEMBANGGAKAN !! Mahasiswi Teknokrat Wakili Lampung di Ajang Nasional Putri Hijabfluencer 2026

Dari Kampus Menuju Gerakan Edukasi Masyarakat

Gerakan yang digagas Gerilyana menunjukkan bagaimana pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan tinggi dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sebagai mahasiswa Informatika, ia memiliki kesempatan untuk memadukan pengetahuan di bidang teknologi dengan kepedulian terhadap persoalan sosial yang muncul seiring pesatnya perkembangan dunia digital.

Pengalaman tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa mahasiswa dapat mengambil peran sebagai agen edukasi dengan memanfaatkan kompetensi yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Cyber Akhlak menjadi salah satu bentuk kontribusi Gerilyana dalam mendorong terciptanya lingkungan digital yang lebih sehat, aman, dan bertanggung jawab.

Pernah Mendapat Apresiasi Wakil Gubernur Lampung

Gerakan edukasi digital yang dikembangkan Gerilyana sebelumnya juga telah mendapatkan apresiasi dan dukungan dari Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela.

Dukungan tersebut disampaikan ketika Gerilyana melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Lampung pada awal September 2026.

Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi Gerilyana untuk terus mengembangkan Cyber Akhlak dan memperluas edukasi mengenai etika digital kepada masyarakat.

Bagi Gerilyana, kegiatan edukasi yang dilakukan melalui Cyber Akhlak juga menjadi pengalaman penting dalam mempersiapkan dirinya menghadapi agenda nasional sebagai 1st Runner Up Putri Hijabfluencer Lampung 2026.

Bersiap Menuju Ajang Nasional Putri Hijabfluencer 2026

Di tengah aktivitasnya mengembangkan gerakan Cyber Akhlak, Gerilyana juga tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti rangkaian ajang nasional Putri Hijabfluencer Indonesia 2026.

Ia dijadwalkan mengikuti masa karantina nasional mulai 1 hingga 6 Oktober 2026. Sementara itu, agenda grand final dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober 2026 sebagai bagian dari rangkaian penentuan pemenang utama Putri Hijabfluencer Indonesia 2026.

Sebagai perwakilan Lampung, Gerilyana membawa pengalaman sebagai mahasiswa Informatika sekaligus pengalaman mengembangkan gerakan edukasi digital melalui Cyber Akhlak.

Kiprahnya tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang mempertemukan dunia pendidikan, teknologi, kreativitas, serta kepedulian sosial dalam satu gerakan yang menyasar kebutuhan masyarakat di era digital.

Baca Juga: LUAR BIASA !! Universitas Teknokrat Indonesia Cetak Talenta Mahasiswa Siap Kerja melalui Program PKL-Magang

Wakil Rektor UTI Dukung Gerakan Cyber Akhlak

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Gerilyana dalam mengembangkan Cyber Akhlak.

Menurut Mahathir, gerakan tersebut memiliki relevansi kuat dengan kompetensi yang dipelajari Gerilyana sebagai mahasiswa Informatika sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata melalui pengetahuan yang dimilikinya.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Gerilyana Tryo Putri dalam menggagas Cyber Akhlak. Sebagai mahasiswa Informatika, ia tidak hanya dituntut memahami teknologi, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk ikut mengedukasi masyarakat agar teknologi digunakan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab,” ujar Mahathir.

Ia menilai kegiatan edukasi seperti seminar, workshop, dan kunjungan edukatif ke sekolah maupun panti asuhan merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.

“Kami berharap Cyber Akhlak dapat terus berkembang menjadi gerakan edukasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Literasi digital harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, karena kemajuan teknologi tanpa diikuti akhlak dan tanggung jawab dapat menimbulkan berbagai persoalan baru di ruang digital,” lanjutnya.

Mahathir juga memberikan dukungan kepada Gerilyana yang akan mewakili Lampung dalam ajang nasional Putri Hijabfluencer Indonesia 2026.

“Universitas Teknokrat Indonesia tentu memberikan dukungan dan doa untuk Gerilyana dalam menjalani rangkaian ajang nasional. Kami berharap pengalaman dan kiprahnya sebagai mahasiswa Informatika dapat menjadi kekuatan untuk membawa nama Lampung dan Universitas Teknokrat Indonesia dengan penuh percaya diri, sekaligus terus memberikan inspirasi melalui kegiatan-kegiatan positif,” tambah Mahathir.

Mahasiswa sebagai Agen Literasi Digital

Kiprah Gerilyana melalui Cyber Akhlak memperlihatkan bahwa mahasiswa dapat mengambil peran lebih luas dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Di satu sisi, mahasiswa Informatika dituntut menguasai teknologi dan kemampuan digital. Di sisi lain, mereka juga memiliki peluang untuk berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan teknologi yang aman, etis, dan produktif.

Gerakan semacam Cyber Akhlak menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, dan kepedulian sosial sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh selama berada di perguruan tinggi.

Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berprestasi di ruang akademik, tetapi juga berani menciptakan berbagai kegiatan inovatif yang memberikan dampak bagi masyarakat.

Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Gerakan Cyber Akhlak yang dikembangkan Gerilyana memiliki keterkaitan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Dari sisi pendidikan dan literasi, kegiatan tersebut mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui penyebarluasan pengetahuan dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.

Penguasaan dan pemanfaatan teknologi secara positif juga memiliki relevansi dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, karena literasi digital menjadi salah satu bagian penting dalam membangun masyarakat yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Sementara itu, pembentukan kesadaran mengenai etika, tanggung jawab, keamanan, dan perilaku positif di ruang digital turut berkaitan dengan SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, khususnya dalam membangun masyarakat yang lebih bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi dan informasi.

Kolaborasi Gerilyana dengan Lampung Cyber Security, Sekelik OJK, lingkungan pendidikan, serta berbagai pihak dalam menjalankan edukasi Cyber Akhlak juga mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dari Teknologi, Prestasi, hingga Kontribusi Sosial

Perjalanan Gerilyana Tryo Putri menunjukkan bahwa prestasi mahasiswa dapat diwujudkan tidak hanya melalui kompetisi, tetapi juga melalui gagasan dan gerakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebagai 1st Runner Up Putri Hijabfluencer Lampung 2026 dan mahasiswi S1 Informatika Universitas Teknokrat Indonesia, Gerilyana kini menjalani dua peran yang saling melengkapi: mengembangkan kompetensi di bidang teknologi sekaligus membangun gerakan edukasi digital melalui Cyber Akhlak.

Dengan persiapan menuju ajang nasional Putri Hijabfluencer Indonesia 2026 dan konsistensinya menjalankan edukasi digital, kiprah Gerilyana menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan dampak positif di tengah masyarakat yang semakin terkoneksi secara digital.

Baca Juga: KUKUHKAN IMAN HADAPI PERKEMBANGAN ZAMAN! Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Mabit dan Jalasah bagi Mahasiswa Baru 2026

#MahasiswaBerdampak
#MahasiswaTerbaikdiLampung
#MahasiswaBerprestasi
#PutriHijabfluencerLampung