PENDAFTARAN
ID ID
EN EN

KUKUHKAN IMAN HADAPI PERKEMBANGAN ZAMAN! Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Mabit dan Jalasah bagi Mahasiswa Baru 2026

Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), ASEAN’s Best Private University dan Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Sumatera, kembali memperkuat komitmennya dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, keimanan, dan akhlak mahasiswa.

Baca Juga: MEMBANGGAKAN !! Empat Dosen Universitas Teknokrat Indonesia Raih Insentif Video Pembelajaran Berbasis Riset, Peraih Terbanyak Kedua Nasional

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Mabit dan Jalasah Gelombang 1 PKKMB 2026 bagi mahasiswa baru Universitas Teknokrat Indonesia yang berlangsung pada 26–27 September 2026.

Mengusung tema “Kukuhkan Iman, Hadapi Perkembangan Zaman”, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 600 mahasiswa baru, yang terdiri atas 250 peserta Mabit Gelombang 1 dan 350 peserta Jalasah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan mahasiswa baru setelah pelaksanaan PKKMB 2026, dengan memberikan ruang kepada mahasiswa untuk memperkuat nilai keislaman, membangun ukhuwah, meningkatkan kualitas ibadah, serta mempersiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat.

Membentuk Mahasiswa Beriman dan Berakhlak di Tengah Perubahan Zaman

Mabit dan Jalasah tidak hanya dirancang sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diarahkan untuk memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kematangan spiritual, dan kemampuan menghadapi dinamika kehidupan modern.

Ada sejumlah tujuan utama yang ingin dicapai melalui kegiatan Mabit dan Jalasah PKKMB 2026.

Pertama, membentuk pribadi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia melalui pembiasaan kegiatan keagamaan dan penguatan pemahaman nilai-nilai Islam.

Kedua, membekali mahasiswa dalam menghadapi tantangan era modern, termasuk perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, sehingga mahasiswa mampu menyikapinya secara bijak dengan tetap berpegang pada nilai agama.

Ketiga, memperkuat ukhuwah Islamiyah melalui kebersamaan, interaksi, dan kegiatan bersama antarmahasiswa baru.

Keempat, meningkatkan kualitas ibadah melalui pembiasaan amalan seperti salat Tahajud, salat Subuh berjamaah, tilawah Al-Qur’an, serta kajian keislaman.

Dengan demikian, Mabit dan Jalasah menjadi salah satu instrumen pembinaan mahasiswa untuk membangun karakter yang kokoh sekaligus memiliki kesiapan menghadapi perubahan zaman.

Kajian Keislaman Bekali Mahasiswa Hadapi Tantangan Era Modern

Rangkaian kegiatan Mabit Gelombang 1 diawali dengan kajian keislaman yang menghadirkan sejumlah pemateri.

Materi pertama disampaikan oleh M. Naufal Tauhid Rapasya dengan topik “Kajian Fiqih Sholat Sunnah”. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya ibadah sunnah serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, Ustadz Fajar Ghosiyah Zain, S.Pd., CPS., menyampaikan materi bertema “Pentingnya Iman untuk Menghadapi Perkembangan Zaman”.

Materi tersebut mengajak mahasiswa memahami bahwa perkembangan zaman, teknologi, dan informasi perlu dihadapi dengan fondasi keimanan yang kuat agar kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan secara positif tanpa mengabaikan nilai-nilai moral dan agama.

Selain mengikuti kajian, peserta Mabit juga melaksanakan salat Tahajud, salat Subuh, dan tilawah secara berjamaah.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Riyadoh atau olahraga pagi bersama. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan sekaligus menjaga kebugaran jasmani mahasiswa.

Baca Juga: LUAR BIASA !! Universitas Teknokrat Indonesia Cetak Talenta Mahasiswa Siap Kerja melalui Program PKL-Magang

Jalasah Bahas Iman, Akhlak, Gaya Hidup, hingga Literasi Digital

Sementara itu, rangkaian Jalasah menghadirkan materi yang dekat dengan kehidupan mahasiswa generasi muda.

Materi pertama disampaikan oleh Ustadzah Putri Ramadhona dengan tema “Menyikapi Perubahan Zaman dengan Iman dan Akhlak”.

Materi tersebut menekankan pentingnya menjadikan iman dan akhlak sebagai landasan dalam menghadapi perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta berbagai fenomena kehidupan yang dihadapi generasi muda.

Materi berikutnya disampaikan oleh Yuli Santika, S.Pd., dengan tema “Faith as Your Filter: Style, Scroll, Spend”.

Topik tersebut mengajak mahasiswa untuk menjadikan nilai keimanan sebagai penyaring dalam menentukan gaya hidup, memilih konten yang dikonsumsi melalui media digital, serta mengambil keputusan dalam penggunaan dan pengelolaan keuangan.

Pendekatan tersebut membuat kegiatan Jalasah tidak hanya membahas aspek ibadah, tetapi juga menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan realitas kehidupan mahasiswa di era digital.

Wakil Rektor III: Pembinaan Karakter Menjadi Bagian Penting Pendidikan

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Teknokrat Indonesia, Auliya Rahman Isnain, S.Kom., M.Cs., memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Mabit PKKMB 2026.

Dalam sambutannya, Auliya menegaskan bahwa kegiatan Mabit dan Jalasah merupakan bagian dari pembinaan karakter mahasiswa di lingkungan Universitas Teknokrat Indonesia.

“Mabit dan Jalasah merupakan bagian dari program pembinaan karakter mahasiswa di Universitas Teknokrat Indonesia. Kami ingin membentuk generasi Sang Juara yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga memiliki keimanan dan akhlak yang kuat dalam menghadapi perkembangan zaman,” ujar Auliya.

Menurutnya, 600 mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan bagian dari generasi muda yang sedang dipersiapkan untuk menjadi pribadi yang memiliki kompetensi sekaligus karakter.

“Kami berharap mahasiswa baru dapat menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat iman, membangun persaudaraan, dan membentuk karakter yang akan menjadi bekal dalam perjalanan akademik maupun kehidupan mereka di masa depan,” tambahnya.

Mahathir: Mahasiswa Harus Memiliki Keseimbangan Ilmu dan Karakter

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap pelaksanaan Mabit dan Jalasah Gelombang 1 PKKMB 2026.

Menurut Mahathir, pendidikan tinggi tidak hanya bertujuan membangun kemampuan akademik dan profesional mahasiswa, tetapi juga perlu membentuk karakter dan nilai moral yang menjadi landasan dalam menggunakan ilmu pengetahuan.

“Kami sangat mendukung pelaksanaan Mabit dan Jalasah sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa baru Universitas Teknokrat Indonesia. Pendidikan yang baik tidak hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan tanggung jawab mahasiswa,” ujar Mahathir.

Ia menilai tema “Kukuhkan Iman, Hadapi Perkembangan Zaman” relevan dengan kondisi generasi muda yang hidup di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang sangat cepat.

“Mahasiswa hari ini hidup di tengah perkembangan teknologi yang luar biasa. Karena itu, mereka perlu memiliki kemampuan untuk menggunakan teknologi sekaligus memiliki nilai dan prinsip yang kuat. Iman dan akhlak dapat menjadi landasan agar ilmu serta teknologi yang mereka kuasai digunakan untuk hal-hal yang positif dan memberikan manfaat,” jelasnya.

Mahathir juga mengapresiasi sinergi antara pimpinan universitas, bidang kemahasiswaan, dosen, dan UKMI Ar-Rahman dalam menyelenggarakan pembinaan mahasiswa.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus menjadi bagian dari ekosistem pembinaan mahasiswa di Teknokrat. Sinergi antara pendidikan akademik, pengembangan karakter, kegiatan keagamaan, organisasi kemahasiswaan, dan pengembangan prestasi merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang unggul dan berdampak,” tambah Mahathir.

UKMI Ar-Rahman Apresiasi Dukungan Universitas

Pembina UKMI Ar-Rahman Universitas Teknokrat Indonesia, Angga Bayu Santoso, M.Kom., menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Teknokrat, Universitas Teknokrat Indonesia, serta para dosen yang telah memberikan doa, dukungan, dan kontribusi terhadap pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan pembinaan keimanan mahasiswa dapat berjalan dengan baik.

Sinergi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembentukan karakter mahasiswa merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan pimpinan universitas, dosen, organisasi mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika.

Mabit dan Jalasah Selaras dengan SDGs

Pelaksanaan Mabit dan Jalasah Gelombang 1 PKKMB 2026 juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs).

SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera tercermin melalui kegiatan Riyadoh atau olahraga pagi bersama yang mendorong mahasiswa menjaga kesehatan fisik. Pembinaan spiritual juga menjadi bagian dari upaya membangun keseimbangan kesehatan jasmani dan rohani.

SDG 4 – Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui pendidikan karakter dan pembinaan keimanan sebagai bagian dari pendekatan pendidikan yang holistik. Mahasiswa tidak hanya dibekali kompetensi akademik, tetapi juga nilai, karakter, dan kemampuan menghadapi tantangan kehidupan.

SDG 16 – Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh relevan melalui pembentukan mahasiswa yang berakhlak, memiliki nilai moral, mampu menghargai perbedaan, serta dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan damai.

Sementara itu, SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin melalui sinergi antara Yayasan Pendidikan Teknokrat, pimpinan universitas, bidang kemahasiswaan, dosen, serta UKMI Ar-Rahman dalam melaksanakan pembinaan mahasiswa baru.

Kukuhkan Iman, Bangun Karakter, Raih Prestasi

Pelaksanaan Mabit dan Jalasah Gelombang 1 PKKMB 2026 menjadi salah satu bagian dari upaya Universitas Teknokrat Indonesia membangun mahasiswa yang memiliki keseimbangan antara ilmu, iman, akhlak, kesehatan, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.

Sebanyak 600 mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan tersebut mendapatkan pengalaman pembinaan yang memadukan kajian keislaman, ibadah berjamaah, kebersamaan, olahraga, serta pembahasan mengenai tantangan kehidupan generasi muda di era modern.

Melalui berbagai program pembinaan tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya menghasilkan mahasiswa berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Mabit dan Jalasah menjadi salah satu bentuk nyata semangat Kampus Sang Juara dalam menyiapkan generasi muda yang berilmu, beriman, berakhlak, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan zaman.

Baca Juga: LUAR BIASA !! Mahasiswa Informatika Universitas Teknokrat Indonesia Kembangkan DesaKita AI, Platform Smart Tourism Berbasis Kecerdasan Buatan