ID
EN
Bandar Lampung – Prestasi membanggakan kembali diraih Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), ASEAN’s Best Private University dan Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Sumatera, melalui capaian empat dosen terbaiknya dalam program Insentif Video Pembelajaran Berbasis Riset untuk Penguatan Talenta Akademik Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Nomor 892/DST/C2/AL.04.02/2026 tanggal 22 September 2026, sebanyak empat dosen Universitas Teknokrat Indonesia ditetapkan sebagai penerima insentif dalam program tersebut.
Dari daftar 85 penerima yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, Universitas Teknokrat Indonesia mencatatkan empat penerima, sehingga menempatkan UTI bersama Universitas Sumatera Utara pada posisi dua besar nasional berdasarkan jumlah penerima. Sementara itu, posisi pertama ditempati Universitas Telkom dengan lima penerima.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penguatan kapasitas dosen UTI dalam mengembangkan pembelajaran digital yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mengintegrasikan hasil riset, inovasi teknologi, dan kebutuhan pembelajaran masa kini.
Empat dosen Universitas Teknokrat Indonesia yang berhasil ditetapkan sebagai penerima insentif tersebut berasal dari bidang keilmuan yang berkaitan erat dengan teknologi digital dan transformasi pembelajaran.
Keempat dosen tersebut beserta mata kuliah yang dikembangkan melalui video pembelajaran adalah:
1.Dr. Damayanti, S.Kom., M.Kom.
Video Mata Kuliah: Pemodelan Perangkat Lunak Lanjut
2.Dr.Sc. Dedi Darwis, S.Kom., M.Kom.
Video Mata Kuliah: Internet of Things
3.Dr. Heni Sulistiani, S.Kom., M.Kom.
Video Mata Kuliah: Sains Data
4.Dr. Ryan Randy Suryono, M.Kom.
Video Mata Kuliah: Analitika Media Sosial dan Digital.
Setiap dosen penerima memperoleh insentif sebesar Rp40 juta. Dengan demikian, total insentif yang berhasil diraih empat dosen Universitas Teknokrat Indonesia mencapai Rp160 juta.
Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi capaian individual para dosen, tetapi juga memperlihatkan kapasitas institusi dalam mendukung pengembangan konten pembelajaran berbasis riset dan teknologi digital.
Program Insentif Video Pembelajaran Berbasis Riset untuk Penguatan Talenta Akademik Tahun 2026 dilaksanakan melalui proses seleksi secara berjenjang.
Pada tahap awal, dosen mengajukan proposal melalui Platform Talenta untuk kemudian menjalani proses verifikasi dan mendapatkan rekomendasi dari perguruan tinggi.
Para pengusul yang berhasil lolos seleksi tahap pertama selanjutnya diwajibkan memproduksi sedikitnya lima video pembelajaran interaktif beserta narrated presentation sebagai bagian dari tahapan seleksi akhir.
Video pembelajaran yang dihasilkan harus memenuhi standar substansi dan teknis yang ditetapkan Kemendiktisaintek. Standar tersebut mencakup penggunaan materi berbasis riset, kesesuaian dengan capaian pembelajaran, penyajian materi yang interaktif, serta kualitas produksi audio dan visual.
Tahapan tersebut membuat program ini tidak hanya menilai kemampuan akademik dosen, tetapi juga kemampuan dalam mengemas pengetahuan dan hasil riset menjadi materi pembelajaran digital yang efektif dan menarik bagi mahasiswa.
Keberhasilan empat dosen UTI juga didukung oleh kesiapan infrastruktur dan ekosistem pembelajaran digital yang telah dikembangkan Universitas Teknokrat Indonesia.
Universitas Teknokrat Indonesia telah memiliki studio serta fasilitas produksi video pembelajaran yang memadai untuk mendukung dosen dalam mengembangkan materi pembelajaran berbasis digital.
Para dosen UTI juga telah terbiasa mengembangkan materi pembelajaran digital dengan memperhatikan standar akademik dan kualitas yang ditetapkan universitas.
Kesiapan tersebut tidak terlepas dari inisiatif Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., yang sejak awal mendorong penerapan standar video pembelajaran sekaligus menyediakan studio dan fasilitas pendukung, bahkan sebelum program insentif Kemendiktisaintek diluncurkan.
Langkah tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun budaya pembelajaran digital di lingkungan UTI. Dengan dukungan fasilitas dan kebijakan tersebut, dosen memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan materi pembelajaran yang inovatif, berbasis riset, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan empat dosen UTI memperoleh insentif nasional tersebut.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia di perguruan tinggi harus berjalan beriringan dengan pemanfaatan teknologi dan pengembangan inovasi pembelajaran.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dan bangga atas capaian empat dosen Universitas Teknokrat Indonesia yang berhasil memperoleh Insentif Video Pembelajaran Berbasis Riset Tahun 2026. Prestasi ini menunjukkan bahwa dosen Teknokrat memiliki kemampuan akademik, kreativitas, dan komitmen untuk terus mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi,” ujar Nasrullah.
Ia menegaskan bahwa penyediaan fasilitas produksi video pembelajaran merupakan bagian dari upaya universitas membangun ekosistem akademik yang adaptif terhadap perubahan teknologi pendidikan.
“Sejak awal kami mendorong agar pembelajaran di Universitas Teknokrat Indonesia tidak berhenti pada penyampaian materi di ruang kelas. Dosen harus mampu mengembangkan materi pembelajaran yang inovatif, berbasis riset, dan dapat dimanfaatkan mahasiswa melalui berbagai platform digital. Karena itu, kami terus memperkuat fasilitas, infrastruktur, dan kapasitas dosen,” tambahnya.
Menurut Nasrullah, keberhasilan empat dosen tersebut juga menjadi motivasi bagi sivitas akademika UTI untuk terus menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi pendidikan tinggi dan masyarakat.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., turut menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian empat dosen UTI tersebut.
Ia menilai keberhasilan memperoleh empat insentif sekaligus menunjukkan bahwa dosen Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya menjalankan fungsi pengajaran, tetapi juga mampu mengembangkan karya pembelajaran berbasis riset dan inovasi teknologi.
“Alhamdulillah, empat dosen Universitas Teknokrat Indonesia berhasil meraih Insentif Video Pembelajaran Berbasis Riset Kemendiktisaintek Tahun 2026 dan menempatkan Teknokrat sebagai perguruan tinggi dengan jumlah penerima terbanyak kedua secara nasional. Capaian ini menunjukkan bahwa dosen Teknokrat tidak hanya mengajar, tetapi juga mampu menghasilkan karya pembelajaran berbasis riset yang inovatif dan diakui secara nasional,” ujar Mahathir.
Ia menambahkan, bidang mata kuliah yang dikembangkan para dosen penerima insentif memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan transformasi digital, mulai dari Pemodelan Perangkat Lunak Lanjut, Internet of Things, Sains Data, hingga Analitika Media Sosial dan Digital.
“Bidang-bidang tersebut merupakan kompetensi strategis yang sangat relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, pengembangan video pembelajaran berbasis riset menjadi bagian penting dalam memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan zaman,” jelasnya.
Mahathir menegaskan bahwa capaian tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan memberikan dampak nyata.
“Prestasi ini menjadi bukti komitmen Universitas Teknokrat Indonesia sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan terus memberikan dampak bagi penguatan talenta akademik nasional. Kami akan terus mendorong dosen untuk menghasilkan inovasi pembelajaran dan karya akademik yang memiliki manfaat luas,” tambah Mahathir.
Keempat video pembelajaran yang dikembangkan dosen UTI memiliki keterkaitan dengan kebutuhan kompetensi di era transformasi digital.
Materi Pemodelan Perangkat Lunak Lanjut mendukung penguatan kompetensi mahasiswa dalam pengembangan dan perancangan perangkat lunak. Sementara itu, Internet of Things (IoT) berkaitan dengan pemanfaatan perangkat yang saling terhubung untuk menghasilkan sistem cerdas yang dapat diterapkan pada berbagai sektor.
Bidang Sains Data menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan terhadap pengolahan dan analisis data dalam pengambilan keputusan. Adapun Analitika Media Sosial dan Digital memberikan pemahaman mengenai bagaimana data dan aktivitas digital dapat dianalisis untuk menghasilkan informasi yang bernilai.
Pengembangan materi pada empat bidang tersebut menunjukkan upaya untuk menghubungkan pembelajaran di perguruan tinggi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan kompetensi di dunia profesional.
Capaian empat dosen UTI juga memperkuat upaya universitas dalam membangun ekosistem pendidikan yang memadukan riset, teknologi, pembelajaran digital, dan pengembangan talenta akademik.
Video pembelajaran berbasis riset memungkinkan materi akademik dikemas dalam format digital yang lebih fleksibel sehingga dapat dimanfaatkan mahasiswa sebagai sumber belajar tambahan. Kehadiran materi digital juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengulang materi sesuai kebutuhan dan mendukung proses pembelajaran yang lebih adaptif.
Bagi dosen, proses produksi video pembelajaran juga menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan dalam menyampaikan materi secara visual, interaktif, dan sistematis.
Dengan demikian, program insentif tersebut tidak hanya memberikan penghargaan kepada penerima, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas konten pembelajaran dan kapasitas akademik perguruan tinggi.
Prestasi empat dosen Universitas Teknokrat Indonesia dalam program Insentif Video Pembelajaran Berbasis Riset juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs).
SDG 4 – Pendidikan Berkualitas menjadi salah satu tujuan utama yang relevan melalui pengembangan video pembelajaran berbasis riset, inovatif, interaktif, dan dapat dimanfaatkan mahasiswa secara lebih fleksibel. Pengembangan materi digital juga mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran di perguruan tinggi.
SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur tercermin melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan materi pembelajaran, khususnya pada bidang Internet of Things, Sains Data, perangkat lunak, serta analitika digital.
Sementara itu, SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi berkaitan dengan penguatan kompetensi mahasiswa pada bidang-bidang teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri digital dan perkembangan dunia kerja.
Adapun SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin melalui sinergi antara Universitas Teknokrat Indonesia dengan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran serta penguatan talenta akademik nasional.
Keberhasilan empat dosen Universitas Teknokrat Indonesia memperoleh Insentif Video Pembelajaran Berbasis Riset Tahun 2026 dengan total nilai Rp160 juta, sekaligus menempatkan UTI bersama Universitas Sumatera Utara pada posisi dua besar nasional berdasarkan jumlah penerima, menjadi capaian penting dalam pengembangan pembelajaran digital berbasis riset.
Prestasi tersebut memperlihatkan sinergi antara kualitas sumber daya manusia, dukungan pimpinan, kesiapan fasilitas, dan budaya akademik yang mendorong inovasi pembelajaran.
Universitas Teknokrat Indonesia akan terus memperkuat pengembangan kompetensi dosen, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, serta produksi karya akademik yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan dunia kerja.
Melalui penguatan tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, inovatif, berbasis riset, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan memberikan dampak nyata bagi penguatan talenta akademik Indonesia.
#DosenTerbaikLampung
#DosenBerdampak
#DosenBerprestasi