Meminimalisir Banjir dengan Membuat Biopori

Pengertian Lubang resapan Biopori

Lubang resapan biopori adalah lubang yang dibuat tegak lurus kedalam tanah yang tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir. Metode lubang resapan biopori dimana lubang berdiameter 10-30 cm dengan Panjang 30-100 cm yang ditutupi sampah organik yang berfungsi untuk menjebak air yang mengalir sehingga dapat menjadi sumber cadangan air bagi air bawah tanah.

Banjir selalu menjadi polemik baik bagi masyarakat, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat hingga saat ini. Pada daerah perkotaan banjir selalu permasalahan yang rumit. Kurangnya daerah resapan air, pengalihfungsian daerah sepadan sungai dan resapan air. Dalam penanganan banjir khususnya banjir perkotaan terdapat metode yang mudah untuk dilakukan.

Salah satunya dengan pemasangan lubang resapan biopori. Metode ini dapat digunakan sebagai sarana dalam penyimpanan air sekaligus sebagai pengendalian banjir dengan konsep drainase berwawasan lingkungan. Teknik Lubang Resapan Biopori juga dapat menjadi salah satu solusi terbaik untuk mengatasi banjir. Lubang Resapan Biopori sangat efektif, mudah dibuat, dapat menjadi Water reservoir, dan air tanah juga dapat dilestarikan sehingga paling efektif untuk digunakan di daerah urban.

Komponen Utama Pembuatan Lubang Biopori

Komponen utama pembuatan lubang biopori yaitu bor tanah untuk membuat lubang, Pipa PVC 3 inci, Semen, dan Sampah Organik sebagai bahan pengisi berupa sampah-sampah kering, rumput, dedaunan.

Teknik pembuatan dari Lubang Resapan Biopori itu sendiri adalah sebagai berikut:

  • Membuat lubang ditanah yang berdiameter 10-30 cm dengan kedalaman 30-100 cm, serta jarak antar lubang 50-100 cm.
  • Bagian atas lubang diberi semen dengan ketebalan 2 cm dan lebar 2-3 cm serta diberikan pengaman agar anak kecil atau orang yang melewati tidak terperosok.
  • Lalu lubang diisi dengan sampah organic yang telah disiapkan, sampah dalam lubang menyusut ketika akhir bulan kemarau sehingga lubang perlu diisi Kembali.
  • Buat adukan semen selebar 2-3 cm dan tebal 2 cm disekeliling lubang untuk memperkuat dinding lubang agar tidak longsor.
  • Menurut (Yohana et al., 2017) jumlah lubang resapan biopori ditentukan berdasarkan luas  lahan. Setiap 50 m2 luas lahan dibuat 10 lubang.

Lubang resapan biopori ini juga harus dirawat agar tetap terjaga kualitasnya dan dapat berfungsi dengan baik. Terdapat beberapa metode dalam perawatan lubang biopori yaitu : mengisi lubang biopori dengan sampah organik secara bertahap setiap lima hari sekali; Lubang resapan biopori yang sudah terisi penuh dengan sampah dapat dibiarkan selama tiga bulan agar sampah tersebut nantinya menjadi kompos; setelah tiga bulan, angkat kompos yang sudah jadi dari lubang biopori, dan lubang siap diisi kembali dengan sampah yang baru dan kompos pun dapat dipergunakan sebagai pupuk tanaman dirumah.

Translate »