Mengenal Aliran Linguistik Sistemik Fungsional

Apa itu Linguistik Sistemik Fungsional?

Aliran Linguistik Sistemik Fungsional (LSF) mula-mula dikenalkan oleh pakar linguis, M.A.K Halliday pada tahun 1960an di Inggris. Aliran linguistik ini ialah teori linguistik yang dibentuk bersumber pada pendeskripsian pemakaian bahasa secara otentik di masyarakat. Kata sistemik dan fungsional menjadi kata kunci penting dalam aliran Linguistik Sistemik Fungsional. Kata sistemik mengacu pada sistem opsi atau pilihan dalam pemakaian bahasa misalnya apakah klausa dalam kejadian komunikasi mengindikasikan klausa deklaratif ataupun indikatif, serta aktif ataukah pasif. Sebaliknya, dalam kata fungsional memiliki arti jika bahasa terletak dalam konteks pemakaian dalam mengemban fungsinya. Untuk itu, LSF merupakan linguistik yang mempermasalahkan cara pemilihan bentuk bentuk bahasa pada konteks pemakaian bahasa sebagai teks.

Tata Bahasa Fungsional Vs. Formal

Tata bahasa fungsional kerap dikontraskan dengan tata bahasa formal. Tata bahasa fungsional mengacu pada aliran linguistik yang dipelopori oleh M. A. K Halliday. Sebaliknya, tata bahasa formal mengacu pada tipe linguistik formal yang dipelopori oleh Noam Chomsky, seseorang linguis Amerika. Lebih jauh, kelompok fungsional berakar pada tradisi yang menginterpretasikan kepada retorika serta etnografi. Di sisi lain, kelompok formal berakar pada tradisi yang menginterpretasikan bahasa sebagai bentuk dengan beroreantasi kepada logika serta fisafat.

Prinsip-prinsip Linguistik Sistemik Fungsional

Ada beberapa prinsip dalam Linguistik Sistemik Fungsional diantaranya adalah:

  1. LSF memandang bahasa sebagai sumber makna (a resource for meaning) daripada sebagai seperangkat sistem kaidah (a system of rules);
  2. LSF lebih berkenaan dengan teks daripada kluasa atau kalimat;
  3. LSF memberikan fokusi pada hubungan solidaritas antara teks dan konteks sosial;
  4. LSF berkenaan dengan bahasa yang dipandang sebagai sistemuntuk menafsirkan makna.
  5. LSF berorientasi kepada pengembangan suatu model bahwa bahasa , kehidupan alam raya dan segala sesuatunya dipandang sebuah kerangka komunikasi semiotika.
  6. LSF memandang setiap unsur bahasa hanya dapat dijelaskan dengan mangacu kepada fungsi unsur itu dalam sistem kebahasaan secara menyeluruh.
  7. LSF didasarkan pada kenyataan bahwa klausa merupakan bagian dari kalimat.

Dalam pandangan LSF, terdapat tiga jenis makna dalam sebuah klausa, yakni makna tekstual (textual meaning), makna interpersonal (interpersonal meaning), dan makna ideasional (ideational meaning). Ketiga makna tersebut yang kemudian disebut dengan makna metafungsional.

Tiga Makna Metafungsional dalam LSF

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, klausa menjadi sumber makna yang merepresentasikan pengalaman (ideasional), menjadi sumber makna dalam melakukan pertukaran makna (interpersonal), dan menjadi sumber makna dalam menyampaikan pesan (tekstual). Hal ini dapat digambarkan dalam gambar berikut.

Sumber : Jing Hao (2020)

1.     Klausa sebagai Representasi Pengalaman (Ideasional)

Pada jenis makna ini, klausa dipandang sebagai sumber makna yang digunakan untuk merepresentasikan pengalaman (Halliday, 1994). Makna ideasional dapat dirinci menjadi makna eksperiensial dan makna logikal. Makna ideasional yang terkait dengan makna eksperiensial diasosiasikan dengan berbagai jenis proses dalam kerangka sistem kebahasaan atau yang disebut dengan Transitivitas (Halliday, 1994).

FAKULTAS SASTRA DAN ILMU PENDIDIKAN

SELENGKAPNYA DISINI

2.     Klausa sebagai Pertukaran Makna (Interpersonal)

Jenis klausa sebagai pertukaran makna ini, klausa dipandang sebagai sumber makna yang berfungsi untuk mengorganisasikan proses interaksi di antara penulis/penutur dan pembaca/pendengar (Halliday, 1994). Hal ini direalisasikan dalam sistem Mood.

3.     Klausa sebagai Pesan (Tekstual)

Jenis klausa ini sebagai sumber makna yang digunakan untuk mengorganisasikan informasi atau pesan (Halliday, 1994). Dalam berkomunikasi, tuturan-tuturan diujarkan dalam bentuk klausa. Klausa tersebut terdapat susunan distribusi informasi, dan informasi yang dianggap lebih penting biasanya didahulukan dengan menempatkan dibagian depan klausa (Tema), sedangkan bagian yang disusulkan adalah bagian yang melengkapi informasi yang telah disampaikan sebelumnya (Rema).

Translate »