Teknokrat Gandeng ICMI Gelar Seminar Anti Perilaku Seks Menyimpang
en id
Sunday, 26 May 2019

Latest News

Teknokrat Gandeng ICMI Gelar Seminar Anti Perilaku Seks Menyimpang

Universitas Teknokrat Indonesia sukses menggelar Seminar Nasional Pencegahan Perilaku Seks Menyimpang dengan berkolaborasi dengan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) pusat (22/4). Acara yang dihadiri tidak kurang dari 750 mahasiswa/I Universitas Teknokrat Indonesia ini dibuka oleh Ketua Yayasan Pendidikan Teknokrat Dr. H. Mahathir Muhammad SE., MM. dan didampingi Ketua Umum ICMI pusat yang diwakili oleh Dr. Sri Astuti Buchari, M.Si.

Pembicara pada seminar nasional ini mengkaji dari berbagai aspek permasalahan yang dialami oleh dunia saat ini, yakni mengenai perilaku seks menyimpang. Pembicara pertama yakni, Prof. Dr. Ir. Aida Vitayala Sjafri Hubeis mengupas permasalahan ini dari perspektif gender. Dari sisi kesehatan, materi dibawakan dengan padat dan lugas oleh dr. Hanny, Sp.KK (K), FINSDV, FAADV. Dr. Ir.Didit A. Ratam membahas fenomena perilaku seks menyimpang secara global. Sedangkan yang terakhir pembahasan dari sisi religiusitas diberikan oleh Dr. H. Didin Muhafidin, S.IP., M.Si. Seminar nasional ini juga dihadiri oleh Dr. Herawati Tarigan dan Masna Sari, SH., M.Kn. mewakili Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

Ketua Yayasan Pendidikan Teknokrat, Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM. mengutarakan dalam sambutannya pentingnya seminar nasional mengenai pencegahan perilaku seks menyimpang ini. “Universitas Teknokrat Indonesia yang sangat mengedepankan Pendidikan Karakter mengajak seluruh sivitas akademika untuk menangkal bahayanya perilaku menyimpang ini” ujarnya. Mahathir menambahkan juga seminar ini diselenggarakan untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa dari bahayanya komunitas lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer.

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE., MBA. mengungkapkan bahwa Universitas Teknokrat Indonesia kegiatan seminar ini adalah salah satu upaya meningkatkan mutu pendidikan dengan selalu menghadirkan pembicara-pembicara nasional dan para pakar untuk memberikan wawasan teoritis maupun praktis tentang kemajuan ilmu di bidang sosial humaniora, politik, teknologi, hukum, pertahanan dan keamanan. “Kami mengharapkan dengan diselenggarakannya seminar ini lulusan Universitas Teknokrat Indonesia mampu untuk menjadi agent of change dan menghadirkan solusi atas permasalahan di masyarakat” ujarnya.

Ketua Umum ICMI yang diwakili oleh Wakil Ketua Dr. Sri Astuti Buchari, M.Si mengaku bahwa penyeleggaraan seminar ini berlangsung sukses dan sesuai dengan harapan. “Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia selain aktif bertanya, juga melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis” ujarnya. Seminar ini pada akhirnya bertujuan untuk mensosialisasikan solus-solusi yang mahasiswa dan akademisi bisa tempuh untuk mencegah perilaku seks menyimpang yang mengkhawatirkan pada saat ini. Menurut Sri, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi ICMI untuk membantu pemerintah menyelesaikan persoalan bangsa. “ICMI ingin hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya mahasiswa sebagai mitra dalam mencari solusi alternatif untuk mencegah moral degradasi, dan mencerdaskan masyarakat Indonesia” tandasnya. Seperti telah diketahui bahwa setelah sukses menyelenggarakan seminar mencegah perilaku seks menyimpang bersama Universitas Teknokrat Indonesia, ICMI telah berkolaborasi dengan kampus besar lain seperi Intitut Pertanian Bogor, Universitas Gunadarma, dan Universitas Tanjungpura Pontianak.

Go to Top