Universitas Teknokrat Ajak Generasi Z se-Lampung Menjadi Digitalpreneur
en id
Monday, 27 May 2019

Latest News

Universitas Teknokrat Ajak Generasi Z se-Lampung Menjadi Digitalpreneur

Seminar Kewirausahaan Universitas Teknokrat Indonesia kembali mengundang ratusan siswa SMA, SMK dan MK se-Provinsi Lampung untuk mendapat pengetahuan baru dan inspirasi untuk menjadi wirausahawan. Seminar tersebut dilaksanakan di  Indoor Gelanggang Mahasiswa Universitas Indonesia pada Sabtu (23/2/2019).

Seminar dengan tema “Kewirausahaan di Era Degital” tersebut diikuti oleh 45 sekolah yang ada di Lampung seperti, Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pesawaran, Lampung Tengah, Metro, Pringsewu, Lampung Timur, Lampung Utara, Tulang Bawang dan Mesuji.

Wakil Rektor III Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad, SE, MM, membuka secara langsung Seminar Kewirausahaan ini. Dalam sambutannya beliau mengatakan, Wirausaha merupakan solusi terhadap pengangguran di Indonesia. Pada tahun 2018 jumlah penganggura 4,34 persen dari 131 juta orang angkatan kerja. Banyaknya angka penganguran ini disebabkan sedikitnya lapangan pekerjaan sehingga persaingan semakin ketat. “Kita harus turut serta dalam pembangunan bangsa dengan jalan mengerjakan tugas dan pekerjaan dengan baik sesuai bidang dan keahlian serta turut serta membuka lapangan pekerjaan. Bukan hanya siswa SMK namun SMA dan MA pun bisa bekerja. Stigma setelah sekolah harus kuliah lalu kerja, harus disisihkan. Memulai berwirausaha tidak perlu harus menjadi profesor dan berkaitan dengan gelar akademik namun dengan mental, pola pikir, keberanian, dan kreativitas.” Ungkapnya.

Beliau menyampaikan bahwa banyak faktor yang melatarbelakangi sedikit sekali masyarakat indonesia mau berwirausaha. Penyebabnya antara lain: merasa ketidaktersediaan modal sebagai halangan,  Malu yang menjadi mental block, dimana ada stigma bahwa "yang menjual artinya miskin, yang mampu membeli artinya kaya", serta Takut yang dapat berupa takut rugi, takut bangkrut, takut dihina, takut dihina oleh masyarakat. “Peluang pekerjaan semakin juga semakin sedikit karena persaingan persaingan bukan hanya dari negara sediri namun juga  masyarakat negera lain dimana mereka lebih menguasai bahasa, dan terampil di bidangnya.” Kata Mahathir

Mahathir juga menyampaikan bahwa pada seminar ini akan disampaikan bagaimana langkah yang baik untuk menjadi pengusaha di era digital. Di era digital ini kita harus bisa memanfaatkan teknologi dan fasislitas yang tersedia untuk berjualan. “Kemudahan akses untuk berinternet harusnya menjadi solusi untuk menangani keterbatasan modal. Begitu juga dalam hal pengembangan produk, kita bisa manfaatkan berbagai literatur, survey maupun inovasi yang ada di internet. Trend berwirausaha di era digital ini membuat peluang kita mendirikan usaha semakin baik. Tidak semua orang diindonesia memamnfaatkan peluang ini maka harus bisa mengambil peluang ini dengan baik.” Ungkapnya.



Beliau mengimbau agar Siswa dan sisiwi juga harus mengambil inspirasi dari para Wirausaha digital indonesia seperi Bukalapak, Go-Jek, Vlogger - Ria Richis dll. Begitupula mencontoh inovasi dan kreatifitas wirausawawan Digital dunia seperti Facebook, Microsoft, Google dll. “Menjadi wirausaha dilakukan dengan belajar. Namun bisnis yang membutuhkan kreatifitas ini juga harus dilatih. Dengan kegiatan semacam ini diharapkan siswa dapat mulai mengasah kreatifitas dan mendapat pengetahuan yang banyak sebagai bekal untuk turut membangun usahanya sendiri agar berguna untuk diri sendiri, orang lain, bangsa dan negara.” Kata Mahathir.

Narasumber dalam Seminar Kewirausahaan ini adalah Dewi Sukmasari, SE, MSA, CA, Akt, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknokrat. Dewi menyampaikan peluang-peluang bisnis bagi wirausaha muda. Sesi kedua seminar diisi oleh narasumber Angga Febrian, SAN, MM, yang membahas mengenai bisnis online.



Go to Top