Wakil Rektor III Teknokrat : Entrepreneurship Solusi Kurangi Pengangguran
en id
Monday, 27 May 2019

Latest News

Wakil Rektor III Teknokrat : Entrepreneurship Solusi Kurangi Pengangguran

Wakil Rektor III Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad, SE, MM, mengatakan, di era digital sekarang ini entrepreneurship atau wirausaha merupakan solusi untuk mengurangi pengangguran di Indonesia.

Hal itu dikatakan Mahathir Muhammad, saat membuka Seminar Kewirausahaan Universitas Teknokrat Indonesia, di Indoor Gelanggang Mahasiswa kampus setempat, Sabtu (23/2/2019). Seminar dengan tema “Kewirausahaan di Era Degital” diikuti ratusan siswa SMA, SMK dan MK dari 45 sekolah di Provinsi Lampung seperti, Bandarlampung, Lampung Selatan, Pesawaran, Lampung Tengah, Metro, Pringsewu, Lampung Timur, Lampung Utara, Tulangbawang dan Mesuji.

Mahathir mengatakan, di era digital dan menghadapi persaingan dunia kerja, perlu menumbuhkan entrepreneurship jiwa kewirausahaan yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Ritme pola pikir rutinitas yang selami ini ada pada diri kita perlu dirubah. Karena itu, Mahathir memandang penting sejak sekolah siswa punya pemikiran dan mendapat pengetahuan tentang entrepreurship. “Karena pemikiran ini tidak berlaku terutama di zaman now. Oleh karena itu, entreprenuer menjadi solusi. Solusi terhadap penggangguran yang terjadi di negara kita.

Mahathir Muhammad juga Ketua Yayasan Pendidikan Teknokrat ini mengatakan, bahwa untuk mendapat pekerjaan dan penghasilan layak yang terpola saat ini, harus lulus S1. Belum cukup S2 lalu S3 dan seterusnya. Padahal tidak begitu, anak sejak menempuh pendidikan perlu diberi pengetahuan tentang kewirausahaan.

Dalam kesempatan ini, Mahathir juga menyinggung tingkat pengangguran di Indonesia. Dengan jumlah pengangguran data pada Agustus 2018 jumlah penganggura 4,34 persen dari 131 juta orang angkatan kerja. Maka tidak bisa lagi kita hanya terpaku pada peluang lapangan kerja.

Di era digital saat ini lanjut Mahathir, tidak menjamin seseorang yang sekolah reveuw terus tingkat pendidikan baik, punya prestasi tidak menjamin bisa memperoleh pekerjaan yang layak. Bukan berarti tidak mampu, tapi kesempatan yang terbatas

Oleh karena itu perlu mencari jalan lain menjadi solusi masalah ini. Terutama anak-anak muda zaman now, bisa meraih sukses tidak harus mengandalkan peluang kerja tapi membuka lapangan pekerjaan.



Jumlah penduduk Indonesia yang besar menjadi tantangan bagi kita semua, karena jumlah entrepenuership nya masih rendah. Bisa dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura. Penduduk Singapura yang telah menjadi intreprenuership mencapai 7 persen, Malaysia 5 persen, Thailand 4,5 persen Vietnam 3,3 persen. “Sehingga menjadi tugas kita untuk menaikkan prosentase sebuah bangsa ini, bagaimana penduduknya tidak hanya menjadi pencari kerja tapi membuka peluang kerja.

Sebagai nara sumber dalam Seminar Kewirausahaan yaitu, Dewi Sukmasari, SE, MSA, CA, Akt, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknokrat. Dewi menyampaikan peluang-peluang bisnis bagi wirausaha muda. Kemudian narasumber Angga Febrian, SAN, MM, membahas tentang bisnis online. (W9)

Go to Top