TEKNOKRAT CETAK LULUSAN CERDAS BERKARAKTER
en id
Wednesday, 19 June 2019

Latest News

TEKNOKRAT CETAK LULUSAN CERDAS BERKARAKTER

Berbekal pengetahuan dan pengalaman akademik, lulusan harus dapat mengambil keputusan berdasarkan kajian atas fakta dan data.

Dengan lantang salah satu lulusan terbaik Perguruan Tinggi Teknokrat, Nisa Aprilia, menyampaikan motivasi dihadapan peserta yudisium lainya. "subete koto wa yume karo hajimarimasu. Soshite seikou suru tameni kamisama e no ainori to doryouko o soenakerebanarimasen," ujar Nisa, saat menyampaikan pesan dan kesan disela-sela yudisium Perguruan Tinggi Teknokrat, di kampus setempat, Senin (26/10).

Lulusan terbaik STBA Teknokrat Progran Studi bahasa jepang dengan IPK 3,88 itu menjelaskan makna ucapanya adalah semua hal berawal dari mimpi yang harus di iringi usaha dan doa kepada Tuhan untuk mencapai kesuksesan. selain dalam bahasa Jepang, dua lulusan lainya, Zahra Muti'ah dan Paulus Doni, juga memotivasi lulusan lainya dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

Ketiganya merupakan lulusan terbaik yang tidak haya cerdas secara akademik yang dibuktikan melalui IPK, tetapi juga karakter mulia. HAl tersebut senada dengan target yang ditetapkan Ketua Perguruan Tinggi Teknokrat Nasrullah Yusuf, yakni mencetak llusan cerdas dan berkarakter.

" jangan hanya mampu meraih gelar kesarjanaan. Baktikan ilmu dan pengetahuan itu dalam masyarakat. Selain prestasi akademik, karakter dan akhlak menentukan keberhasilan seseorang dalam hidupnya," kata Nasrullah,

Sebagai kaum intelektual, lulusan diharapkan dapat menjadi penggerak perubahan dalam masyarakat. Berbekal pengetahuan dan pengalama akademik, lulusan harus dapat mengambil keputusan berdasarkan kajian atas fakta dan data.

Teknokrat merupakan perguruan tinggi dengan suasana akademik yang kondusif. Hal itu penting untuk mencetak lulusan berdaya saing.

Lapor Kopertis

Ia menjelaskan Kordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) kini memberlakukan aturan baru, salah satunya tentang yudisium. Seluruh perguruan tinggi swasta yang hendak menyelengarakan yudisium harus melaporkan seluruh mahasiswanya ke kopertis paling lambat 15 hari sebelum pelaksanaan. Kopertis mengkaji laporan tersebut dan menyamakan data calon peserta yudisium dengan data mahasiswa yang ada di pangkalan data.

"Jadi Kopertis akan menentukan apakah kampus atau mahasiswa yang bersangkutan diijinkan mengikuti yudisium. Jika dinyatakan tidak terdaftar di pangkalan data, calon peserta tidak dapat mengikuti yudisium dan dinyatakan gugur," ujar Nasrullah. Ia menyambut baik aturan tersebut.

Selain menaati peraturan, Teknokrat juga terus meningkatkan kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidiknya. "Kualitas dosen akan memengaruhi mutu lulusan. karena bertekad mencetak lulusan bermutu, konsekuensinya kami harus meningkatkan kualitas tenaga pendidik," kata Nasrullah.

Pada 2016, Teknokrat akan mengirim 12 Dosenya untuk melanjutkan pendidikan Doktoral di Malaysia dan Australia. Kemampuan dosen dalam mengajar juga slalu ditingkatkan melalui pelatihan rutin setiap semester. "Bahkan, seluruh dosen tetap diwajibkan menggunakan slide show berbahasa inggris. Hal itu untuk menpersiapkan mahasiswa bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN," ujar Nasrullah.

Go to Top