Teknokrat Gelar 24 Lomba, Cari 70 Juara
en id
Sunday, 16 June 2019

Teknokrat Gelar 24 Lomba, Cari 70 Juara

Perguruan Tinggi Teknokrat kembali menggelar kompetisi bergengsi, Teknokrat Computer Competition 2015 dan Teknokrat English Competition 2015. Even ini rutin dilaksanakan setiap tahun untuk mengukur kemampuan siswa dan juga memotivasi mereka agar menjadi yang terbaik dari yang baik. Kegiatan ini dibuka langsung Ketua Yayasan Teknokrat Dr. (can.) Hi. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., Sabtu(21/2). Dengan mengusung tema Genggam Dunia melalui Teknologi, Teknokrat Computer Competition 2015 ini memperebutkan 40 juara dari 14 perlombaan yang dihelat. Yakni webblog, desain grafis, lomba cepat tepat, Android, speed sheet, Ms.Word, Power Point, jaringan Linux, short movie, animasi, karya ilmiah, pemrograman, foto grafis, dan Myob. Perlombaan dilaksanakan selama satu hari di gedung A dan di Laboratorium Komputer GSG Perguruan Tinggi Teknokrat.

 

Sedangkan untuk Teknokrat English Competition 2015 mengusung tema Inspiring Youth Global Challenge, yang berarti menginspirasi siswa/i dalam persaingan global. Kegiatan ini memperebutkan 30 juara dari 10 perlombaan yakni lomba speech (pidato), news casting (pembawa berita), scrabble, wall magazine, debate, quick and smart, translation, story telling, reading poetry, presenting idea. Perlombaan ini dilaksanakan dua hari (21-22/2) di aula gedung A Perguruan Tinggi Teknokrat. Teknokrat memang selalu menggelar kegiatan dan perlombaan yang sangat bermanfaat, seperti kegiatan ini. Para peserta yang merupakan pelajar SMA, MA, dan SMK harus mahir dalam dunia teknologi. Semua itu dilakukan untuk mengukur kemampuan mereka dan memotivasi agar mereka lebih giat belajar dan menjadi lebih baik lagi.

 

“Semoga dengan diadakannya kegiatan ini mereka terpacu untuk lebih giat belajar, untuk menguasai teknologi dan juga menguasai Bahasa Inggris, karena semua itu sangat penting. Karena mereka bisa belajar tidak hanya dari buku saja, mereka bisa belajar lewat Youtube, belajar langsung dengan profesor dari luar negeri dengan mudah, karena mereka mengerti dengan bahasa yang digunakan,” jelas Ketua Yayasan Teknokrat Dr. (can.) Hi. Mahathir Muhammad, S.E., M.M. (pms2/p7/c1/eka)

Go to Top