Sunday, 20 September 2020

Berita Lain

Mahasiswa Jago Debate Contest dari Teknokrat

JAGO debate contest dalam bahasa Inggris. Inilah sebutan yang pantas disandang Nurul Djanah (23). Tidak pula berlebihan karena mahasiswa semester VI Program Studi Sastra Inggris Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Teknokrat ini selalu membukukan hasil memuaskan setiap debate contest yang diikutinya.

Beberapa prestasi gemilang yang telah diraih putri kelahiran Jakarta ini secara individual di antaranya peringkat II Tingkat Regional Se-Sumatera Selatan 2nd Winner Speech Competition EEC in Action, 14–15 Februari 2009, di Universitas Lampung, dan peringkat II Tingkat Nasional 1st Runner-up Speech Competition Asia Low Student Asociation (ALSA) E-comp, 16–21 April 2009, di Universitas Indonesia.

Tidak hanya itu. Nurul juga pernah menjadi Mahasiswa Berprestasi Teknokrat 2009. Kemudian, The 2nd Winner of Speech Competition of Economic English Club in Action 2009 Unila, juara III Mahasiswa Berprestasi Kopertis Wilayah II 2011, juara II Lomba Debat Bahasa Inggris Kopertis II 2011, dan 1st Winner Translation Competition Gebyar STBA Teknokrat 2011.

Sedangkan prestasinya secara berkelompok antara lain peringkat ke-III Tingkat Nasional The 3rd Winner of Debate Competition of English Festival English Society 2010 di Unila dan juara II Debate Contest Speech English Kopertis 2 Tingkat Regional Se-Sumatera Selatan, 9–10 Mei 2011, di kopertis wilayah II. Paling membanggakan peringkat I tingkat ASEAN dalam Novice Champion English Debate Competition Speaker Debate Competition South East Asia English Olympics (SEO), 14–19 Februari 2011, di Binus University.

Bahkan, prestasi Nurul tidak hanya dalam bidang perlombaan. Putri pasangan Suparno dan Katonah, warga Pasar Waymily, Kelurahan Waymili, Kecamatan Gunungpelindung, Lampung Timur, ini juga pernah sebagai ketua English Club di Teknokrat selama tiga tahun. Kemudian menjadi pemakalah film sebagai media belajar bahasa Inggris di Teknokrat.

’’Aku juga pernah menjadi juri tingkat provinsi pada Teknokrat English Competition 2010. Kemudian, Lampung Overland Various English Debate 2011 tingkat provinsi di Unila dan English Club Competition Pringsewu Regency 2010 di SMA 1 Pringsewu,’’ ujar mahasiswi yang hobi membaca dan menonton film saat ditemui di kampusnya kemarin (6/6).

Nurul pun menuturkan kiat dirinya mampu meraih beberapa berprestasi gemilang. Paling utama, menurutnya, harus mampu membaca peluang dan segera mengambil peluang yang sudah ada di depan mata. Selanjutnya menanamkan rasa keingintahuan serta selalu optimistis dan terus belajar.

’’Untuk berjuang memang tidak gampang. Namun, yakinlah bahwa sesulit apa pun yang akan kita raih, kalau sungguh-sungguh pasti dapat tercapai. Karena itu, jangan pula melihat dulu hasilnya, tapi bagaimana prosesnya,’’ ungkap dia.

Nurul juga mengatakan, mustahil sesuatu dapat diraih tanpa dilandasi semangat dan optimisme. ’’Prinsipnya tetap semangat dan optimistis. Teruslah belajar dan berlatih. Ingat, yang benar bukan practice make perfect,  tapi  perfect practice make perfect,’’