Monday, 28 September 2020

Kerjasama

Infrastructure University Kuala Lumpur Malaysia Melakukan Kunjungan Kerjasama ke Universitas Teknokrat Indonesia

Sejumlah mahasiswa dan dosen dari Infrastructure University Kuala Lumpur Malaysia (IUKL) melakukan kunjungan kerjasamanya ke Universitas Teknokrat Indonesia pada hari senin (13/11/2017) kemarin. Kunjungan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan penandatanganan nota kesepahaman antara  IUKL dengan Universitas Teknokrat Indonesia pada bulan Juli yang lalu di kampus Teknokrat. Kegiatan yang bertemakan “Fostering International Collaboration through Academic and cultural Exchange” ini memiliki tiga agenda. Agenda pertama yaitu kuliah umum yang di berikan oleh Anjas Asmara, MM., MA., dan Suprayogi,M.Hum. yang merupakan dosen dari UTI mengenai pengetahuan kebudayaan masyarakat Lampung. Kemudian dilanjutkan dengan Inovative Theaching Workshop yang disampaikan oleh Prof. Dr. Siti Maziha Mustapha yang merupakan Head of Education Departement IUKL Malaysia kepada dosen-dosen UTI.

Agenda yang tak kalah menarik dari kegiatan kunjungan ini adalah cultural Exchangei. Pada sesi ini, tim mahasiswa perwakilan dari IUKL Malaysia memberikan pengetahuan umum mengenai kebudayaan malaysia kepada sesama rekan mahasiswa perwakilan Universitas Teknokrat Indonesia. Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi mahasiswa UTI yang memperkenalkan tarian, alat musik dan lagu-lagu tradisional Lampung. Seluruh mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini terlihat sangat bersemangat.

“Kegiatan kunjungan kerjasama ini merupakan salah satu dari beberapa poin kerjasama antara IUKL dan Universitas Teknokrat Indonesia yang merupakan bentuk pengembangan diri bagi dosen masing-masing Universitas dan juga para mahasiswa sehingga kedepannya akan ada proses belajar antara kedua belah pihak untuk kemajuan pendidikan” ujar Dr.H. Mahathir Muhamad, SE., MM. Selaku Ketua Yayasan.

Teknokrat - FEB Unila MoU Bidang Akademik

Universitas Teknokrat Indonesia melakukan kerjasama dengan Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Lampung (FEB Unila ). Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dilakukan bersamaan dengan program orientasi pendidikan tinggi (propti ) mahasiswa baru gelombang dua di Gelangagang Mahasiswa Teknikrat kemarin (14/9).

Dekan FEB Unila Prof.Dr. Satria Bangsawan mengatakan, kerja sama tersebut terkait bidang akademik, tenaga pengajar, pengabdian dan penelitian atau riset kolaborasi.

MoU dilakukan karena kami menilai Teknokrat merupakan perguruan tinggi yang mengutamakan mutu dan prestasi. Kemudian menyiapkan lulusannya untuk mapu bersaing secara global,”kata Satria.

Selain penandaanganan kerjasama, pada kesempatan itu Satria juga memberikan kuliah umum dengan tema Peran Perguruan Tinggi dalam Membangun Potensi Generasi Muda.

Di hadapan 1.220 mahasiswa baru Teknokrat, Satria berpesan bahwa perguruan tinggi harus bersaing dalam menciptakan daya saing bangsa.

“Setelah di terima di lapangan pekerjaan, nantinya akan di uji lagi. Bisa atau tidak lulusan perguruan tinggi itu diterima di pasar global. Peguruan tinggi dan mahasiswa harus berjuang dalam membuka lapangan pekerjaan, “tegasnya.

Dilanjutkan, dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), para tenaga kerja akan bersaing dengan lulusan perguruan tinggi asing. Karena itu, mahasiswa harus bersiap. “Mahasiswa Teknokrat, empat tahun kedepan akan menjadi pengisi bangsa. Karena itu, mahasiswa sekarang harus dibekali keterampilan, terutama Bahasa Inggris untuk bias bersaing dengan tenaga kerja dari Negara tetangga, “ujarnya.

Sementara , Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H.M. Nasrullah Yusuf , S.E.,M.B.A., mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru,. Nasrullah mengatakan, adanya perguruan tinggi swasta membantu pemerintah dalam bidang pendidikan .

Sebab tidak semua mahasiswa bisa di tampung di perguruan tinggi negeri . Namun demikian, perguruan tinggi swata dituntut untuk berkualitas dalam menyelenggarakan pendidikan .

“Mahasiswa hendaknya menjadi orang - orang professional dan terampil . Peserta propti sekarang berganti alam, dari siswa menjadi mahasiswa . Karena itu, pola pikir dan perilaku juga harus berubah , “sebut dia.

Teknokrat - Disnaker MoU Kepakaran IT

PEMERINTAH Provinsi Lampung melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menggandenng Universitas Teknokrat Indonesia untuk kerja sama bidang IT. Pelibatan tersebut karena Disnaker menilai Teknokrat sebagai lembaga yang memiliki banyak ahli IT .

Hal tersebut diungkapkan Kepala Disnaker Lampung Sumiarti Somad di hadapan 1.220 mahasiswa baru peserta propti gelombang kedua di kampus setempat, kamis (14/9). Menurut dia, Teknokrat memiliki pakar IT terbaik di Lampung 

“Kami memerlukan para pakar yang mampu membantu pengembangan dan pembangunan daerah. Teknokrat adalah jawaban yang tepat untuk itu, “kata Sumiarti.

Sebagai institusi pemerintah yang bertanggung jawab meningkatakan produktivitas dan pembinaan tenaga kerja, Disnaker akan mengembangkan pelayanan . Untuk mengoptimalkan layanan, Disnakaer bekerja sama dengan pakar dari Teknokrat .

Salah satunya untuk membuat system aplikasi pengawasan perusahaan . “kami berharap kerjasam ini berjalan dengan baik dan memberi manfaat bagi masyarakat, “ kata dia.

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf mengatakan kerjasam di laksanakan sejak beberapa bulan lalu .”Walaupun baru dituangkan dalam MoU hari ini, kami sudah bekerjasama bidang robotic, “ ujar Nasrullah .

Propti gelombang kedua berlangsung hingga sabtu(16/9). Sejumlah tokoh ternama hadir menjadi pembicara, di antaranya.

Satria Bangsawan, Ahmad Jajuli, Rycko Menoza SZP, dan Arief Hartawan . “semoga mahasiswa baru bias mendapat ilmu dari berbagai pemaparan materi yang di berikan seluruh pembicara, “kata Nasrullah.

TINGKATKAN KAPASITAS INSTITUSI, Teknokrat Teken Mou Dengan Bank Indonesia Lampung

Usai menjalin kerjasam melalui penendatanganan nota kesepahaman dengan Dinas Tenaga  Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dan FEB Unila pada Kamis kemarin, 14/9/2017, Universitas Teknokrat Jumat siang, 15/9/2017  juga melakukan penandatanganan memorandum of Understanding (MoU)   dengan bank Indonesia Perwakilan Lampung.

Penandatanganan di lakukan oleh Rektor Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA dan kepala BI Perwkilan Lampung Arief Hartawan di Gelanggang Olahraga Mahasiswa kampus setaempat.

Penandatangan tersebut bersamaan dengan  kegiatan program Orientasi Pendidikan Tinggi (PROPTI)  hari kedua di ikuti oleh sekitar 1000-an mahasiswa baru tahun ajaran 2017-2018.

Poin poin kerjasama meliputi kerjasama dalam hal pemanfaatan sumber daya, fasilitas perpustaaan, pemanfaatan kepakaran, perencanaan, pendidikan pelatihan, pengembangan dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan MoU tersebut di harapkan kedua belah pihak dapat saling meningkatkan kualitas dan kapasitas institusi.

Selain melakukan penandatanganan MoU, Kepala BI  Perwakilan Lampung Arief Hartawan juga didapuk menjadi pemateri pada kuliah umum propti. Sesuai bidang, ia menyampaikan materi tentang perekonomian. Ia mengulas mengenai tantangan perekonomian di era ketidakstabilan atau diistilahkan dengan VUCA (volatiity, complexity,dan urrcentainty,Ambiguity).

Arief menyampaikan bahwa kondisi dunia saat ini  dalam fase VUCA .Di mana banyak hak terjadi tanpa dapat di prediksi, akibatnya banyak terjadi ketidakjelasan dalam masyarakat. Namun demikian, VUCA juga menjadi tantangan besar untuk dioptimalkan menjadi keuntungan.

 

“Kuncinya adalah penguasaan ilmu dan teknologi. Saat ini di dunia tengah terjadi dijumlah perubahan di berbagai bidang. Perubahan tersebut di antaranya perubahan teknologi dan pasar .Marilah kita taklukkan itu semua,”ajak Arief.

Arief mengatakan pertumbuhan ekonomiProvinsi Lampung saat ini sedang bagus. Ia menggambarkan Lampung pada tahun 2045  akan   menjadi daerah yang maju  dan modern.

TEKNOKRAT JALIN KERJASAMA DENGAN INFRASTRUCTURE UNIVERSITY KUALA LUMPUR

Universitas teknokrat indonesia melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan    infrastructure university kuala lumpur ,Malaysia, kamis (20/7).

Bandar lampung , melalui program tersebut kedua universitas siap bekerja sama bidang akademis.

ketua yayasan universitas teknokrat indonesia mahatir muhammad menjelaskan, manfaat kerja sama mahasiswa teknokrat berpeluang kuliah di university kuala lumpur selama beberapa semester dan kebalikannya. Terbuka juga peluang bagi mahasiswa yamg mengikuti program khusus atau bimbingan satu sampai tiga bulan.

Untuk dosen juga sama, ada peluang melakukan penelitian bersama dan mengajar. Biaya pendidikan, tempat tinggal, dan transportasi selama belajar di tanggung tuan rumah”, ujarnya. Mengacu kerjasama tersebut, lanjut mahathir, Teknokrat siap membuka pendaftaran dan seleksi bagi mahasiswa yang berminat mengikuti beragam program kerjasama antar University kuala lumpur. Mahasiswa yang terpilih tentunya hasil seleksi ketat dan nilai akademis serta fasih bahasa inggris jadi prioritas utama.

Ini kesempatan baik bagi mahasiswa dan dosen Teknokrat menimba ilmu di luar negeri. Kita tidak bisa pungkiri, kualitas pendidikan kita saat ini sedikit dibawah negara tetangga, terang mahatir.

Presiden and vice chan cellor infrastructure  university kuala lumpur prof Dr Roslan Zainal Abidin menyambut baik kerjasama kedua universitas. Apalagi, Teknokrat awal tahun ini baru saja menyandang status universitas.

Beragam program studi yang ada di Teknokrat memang menyiapkan lulusan menjadi tenaga siap kerja di bekali keterampilan terbaik. Tentunya kerjasama ini kami berharap saling menguntungkan antar kedua pihak kedepannya, katanya.

Selain menggelar penandatanganan nota kesepahaman, Teknokrat menggelar program orientasi pendidikan tinggi (propti), kemarin. Kegiatan berlangsung 20-22 juli tersebut diikuti 750 mahasiswa baru gelombang pertama.

Kegiatan tersebut mengundang pemateri diantaranya, kapolda Lampung irjen polisi sudjarno dan Danrem 041/ Garuda Hitam kol inf hadi basuki. Pada hari pertama propti, sudjarno memberikan materi Radikalisme dan wawasan kebangsaan.

Pada hari kedua, jum’at (21/7), hadi basuki direncanakan menyampaikan materi kesadaran bela negara untuk menjaga keutuhan NKRI.