Dua Pejabat Kemenristek Dikti Puji Teknokrat, Ahli Robotik se-Indonesia Kontes di Lampung
en id
Saturday, 17 November 2018

Latest News

Dua Pejabat Kemenristek Dikti Puji Teknokrat, Ahli Robotik se-Indonesia Kontes di Lampung

Dua pejabat Kemenristek Dikti memuji Universitas Teknokrat Indonesia yang menjadi tuan rumah dalam Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2018.

Dua pejabat Kemeneristek Dikti yaitu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2-Dikti) Wilayah II Prof. Dr. Slamet Widodo, MS, MM, mengaku bangga Teknokrat mampu menjadi tuan rumah KRT. Karena itu, dia berharap Teknokrat akan menjadi kebangga perguruan tinggi swasta di Wilayah Sumbagsel dan Indonesia.

Pujian itu dikemukakan Prof. Slamet dalam ramah tamah dengan para juri, peserta Kontes Terbang Indonesia (KRTI) tahun 2018, di Universitas Teknokrat Indonesia, Senin (5/11/2018) malam. Teknokrat satu-satunya perguruan tinggi swasta menjadi tuan rumah KRI menyambut kedatangan peserta KRTI dari seluruh Indonesia, di Indoor Gelanggang Olahraga kampus setempat.

Pujian kedua dikemukakan oleh Menristek Dikti melalui, Kasubdit Penalaran dan Kreatifitas Kemenristek Dikti Dr. Misbah Fikrianto, MM. Menurut dia, Teknokrat merupakan satu-satunya pergurusn tinggi swasta yang paling siap menggelar event nasional ini dengan penyambutan dan persiapa yang luar biasa.

Misabah mengatakan, salah satu indikator kinerja utama Kemenristek Dikti yaitu meningkatnya peningkatan mahasiswa berprestasi.

Menurut dia, untuk meraih prestasi ada tahapan yang dilalui. Sehingga perlu proses dan tahapan seperti yang dilakukan sekarang menggelar kontes robot terbang tanpa awak.

Di era revolusi imdustri 4.0, kontes KRI dinilai sangat tepat bagi mahasiswa untuk meraih ptrestasi.

Masih kata Miisbah ada lima C yang harus dilakukan mahasiswa yaitu;
1. Critikel thingking. Bagi Misbah Ini sangat urgen bagi mahasiswa, karena harus punya daya kritis. Mahasiswa sekarasng harus punya kristis thingking.
2. Mahasiswa juga diharpkam, Creatif thingking yaitu krestifitas memiliki nilai-nilai dalam bidang tertentu.
3. Comunikatif skil, bagi mahasiswa dangat penting kreatif harus didukungan dengan kemahiran dalam bidang komunikasi. Katena tujuan yang baik harus dilakukan komunikasi agar diketahui publik.
4. Comudifition Colaburation, bagaimana mana manusia mempunyai koherasi sosial. Mahasiswa perlu kerjasama di zaman sekarang. Sehingga bisa mengembangkan kreatifitasnya.
5. Contribution, anak muda harus punya kontribusi untuk bangsa. “Carakter sangat penting bagi mahasiswa. Snak muda harus mempunyai karakter yang baik,” ujar Misbah.

Misbah mengatakan, bahwa mahasiswa harus punya semangat untuk meraih ptestasi. “Kalau kampus Teknokrat menyelenggarakan seperti ini bukan lagi excelen tapi ini bisa menjadi contoh bagi yang lain,,” ujar Misba memuji Teknokrat.

Tema KRTI 2018 yang diselenggarakan Kemenristek Dikti ini “Menuju kemandirian teknologi wahana terbang tanpa awak”. Peserta yang mengikuti KRTI berjumlah 38 Perguruan Tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Terdiri 84 tim dengan jumlah peserta 252 mahasiswa dan 84 pembimbing. Mahasiswa ahli robotik terbang dari perguruan tinggi di Indonesia akan adu kecanggihan teknologi.

Misbah mengatakan, ditunjuknya Teknokrat sebagai tuan rumah KRTI, karena kampus ini mempunyai prestasi luar biasa. Sebab, selama digelar KRTI hampir sepuluh tahun, Teknokrat konsisten juara dalam lomba.

Selain itu, karena selalu juara, maka sudah barang tentu Teknokrat memiliki pengalaman capital eksperimen yang luar biasa. Kampus ini juga memiliki teknologi, karena sering juara dalam perlombaan. (W9)

Go to Top