Mahasiswa Teknokrat Juara Diskusi Jasa Raharja and Police Go To Campus
en id
Saturday, 17 November 2018

Latest News

Mahasiswa Teknokrat Juara Diskusi Jasa Raharja and Police Go To Campus

Mahasiswa Universitas Teknokrat Program Studi Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia meraih Juara II Dalam Lomba Diskusi yang digelar oleh PT Jasa Raharja and Police Go To Campus.

Dalam lomba diskusi ini, mahasiswa Teknokrat terdiri, Rahmad Wijaya Saputra, Noval Rinaldi dan Vernanda Ade Vamula. Mereka mengangkat tema “Sarana dan Prasarana yang Diperlukan untuk para Pengendara Kendaraan Bermotor dan Aturan yang Mengatur di Dalamnya Agar Masyarakat Lebih Mengerti dan Mematuhinya.”

Kegiatan Jasa Raharja dan Police Go To School yang digelar di Graha Mandala Alam Bandarlampung, Sabtu (20/10/2018), diikuti oleh sejumlah perguruan tinggi di Lampung.

Setelah dilakukan penilaian Juara I Unila, Juara II Universitas Teknokrat Indonesia, Juara III UM Metro.

Menurut peserta mahasiswa Teknokrat Rahmad Wijaya Saputra dan dua rekannya, Senin (22/10/2018), kata kuncinya dalam masalah ini adalah jalan, prasarana, sarana dan transportasi.

Masih menurut mahasiswa Teknokrat ini, persyaratan jalan menurut UU nomor 14 tahun 1992 pasal 8 menyatakan, bahwa jalan wajib dilengkapi dengan rambu, marka, alat pemberi isyarat, alat pengendali dan alat pengaman pemakai jalan, alat pengawasan dan pengaman jalan serta fasilitas pendukung lainnya.

Sarana perlengkapan jalan ini, lanjut Rahmad, tentu dimaksudkan untuk keselamatan, keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas serta kemudahan pemakai jalan. Akan tetapi, angka kecelakaan menunjukkan angka yang meprihatinkan.

Dia memberi contoh data World Health Organization (WHO) menyatakan, 22% korban kecelakaan adalah pejalan kaki. Angka itu setara dengan 747 pedestrian tewas per hari. Angka kecelakaan dengan korban pejalan kaki di tanah air memiliki persentase yang cukup tinggi yakni sekitar 30% dari 3.675 kasus kecelakaan. Jika sarana dan prasarana sesaui dengan persyaratan jalan menurut UU no 14/1992 pasal 8, maka jalan wajib dilengkapi dengan rambu, marka, alat pemberi isyarat, alat pengendali dan alat pengaman pemakai jalan, alat pengawasan dan pengaman jalan serta fasilitas pendukung lainnya.

Akan tetapi, masih perlu adanya peningkatan fungsi sarana dan prasarana dan kesadaran terhadap masyarakat untuk mematuhi aturan yang ada. Upaya-upaya peningkatan sarana dan prasarana perlu dilakukan untuk menekan angka kecelakaan diantaranya, faisilitas ketersediaan sarana penerangan jalan, fasilitas zebra cross 3D, optimalisasi APILL, pengembangan sarana dana prasarana untuk penyandang disabilitas dan sosialisasi peraturan, bentuk dan sanksi hukum untuk pelanggar aturan melalui media sosial.

Diketahui, dalam rangka meningkatkan kesadaran dan keselamatan berlalu lintas pada mahasiswa, Jasa Raharja menggelar Police and Jasa Raharja Goes to Campus.

Dirut Jasa Raharja Budi Raharjo mengungkapkan, tingkat kesadaran berlalu lintas yang baik dan benar, belum menjadi budaya masyaralat di Indonesia. Masih banyak ditemui pengendara kendaraan bermotor yang tidak tertib dan bersikap tidak peduli terhadap keselamatan dirinya apalagi orang lain. Hal ini dinilai memprihatinkan, mengingat tingkat kecelakaan lalu lintas di Indonesia, korbanya masih di dominasi oleh mereka yang berusia produktif.

“Menjadikan Indonesia sebagai negara yang ramah berlalu lintas itu tidak mudah. Dibutuhkan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat. Di tahun 2017, sebanyak 55 persen penerima santunan kecelakaan lalu lintas dari Jasa Raharja,  berasal dari mereka yang berusia produktif, 20-50 tahun. Hal ini tentu memprihatinkan, ” ujar Budi Raharjo.

Sedangkan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi di depan mahasiswa pernah mengatakan, kecelakaan lalu lintas adalah salah satu penyakit terbesar Indonesia. Menurutnya, keselamatan menjadi salah satu prinsip dasar dalam penyelenggaraan transportasi. Untuk itu, meningkatkan kesadaran berlalu lintas untuk menekan angka kecelakaan di jalan harus terus dilakukan. “Mahasiswa sebagai agent of change diharapkan bisa membawa perubahan dan pahlawan keselamatan,” harap Menhub. (W9)

Go to Top