Mahasiswa Universitas Teknokrat Juara Lomba Anugerah Inovasi Daerah
en id
Saturday, 17 November 2018

Latest News

Mahasiswa Universitas Teknokrat Juara Lomba Anugerah Inovasi Daerah

Lagi-lagi mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia meraih prestasi. Kali ini karya tiga mahasiswa Teknokrat meraih juara 3 pada Lomba Anugerah Inovasi Daerah Provinsi Lampung 2018 kategori umum. Tiga mahasiswa yang telah berinovasi dengan aplikasi edukasi Bahasa Lampung sistem android ini yaitu, Adisa, Prasetio dan Vincentius Kurnia Ok.

Dalam lomba ini, tiga mahasiswa Teknokrat ini mengangkat judul “Fun Easy Learn Bahasa Lampung”. Atas prestasinya, mahasiswa Teknokrat ini mendapat Sertifikat penghargaan dari Gubernur Lampung M Ridho Ficardo dan hadiah berupa uang, yang diserahkan dalam acara penyerahan hadiah dan pembukaan focus group discussion (FGD), di Emersia Hotel, Selasa (16/10/2018). Penyerahan piagam dan hadiah disampaikan oleh Kepala Balai Besar Teknologi Pati (B2TP)-BPPT Sulusuban Lampung Tengah Lampung Dr. Aton Yulianto, M.Eng.

Lebih simpelnya, kata dosen pembimbing Purwono, Rabu (17/10/2018), mahasiswa dalam inovasi ini menghasilkan karya berupa aplikasi edukasi kosa kata Bahasa Lampung berbasis android. “Alhamdulillah hasil jerih payah dan kesungguhan mahasiswa ini ada hasilnya dengan meraih juara,” kata Purwono.

Dalam lomba ini, untuk kategori umum juara pertama dari masyarakat Lampung Barat dengan judul Mesin Penik (pencuci biji kopi). Juara kedua diraih masyarakat Lampung Utara dengan judul penanaman sayuran di lahan sempit. Kemudian juara harapan 1-3 dari masyarakat Lampung Selatan, Kota Metro dan Masyarakat Bandarlampung.

Masih kata Purwono, dosen pembimbing mahasiswa Teknokrat ini, bahwa Aplikasi Edukasi Kosakata Bahasa Lampung “Fun Easy Learn” manfaatnya sangat besar. Sebab, ini bisa menjadi salah satu sarana pendidikan untuk meningkatkan dan memperluas dalam penguasaan bahasa. Sebab, penguasaan kosakata sangat berpengaruh terhadap keterampilan berbahasa dengan memanfaatkan perangkat mobile (android).

Purwono menilai tema ini diangkat karena Lampung memiliki aksara dan bahasa daerah Lampung. Meskipun bahasa Lampung adalah bahasa daerah asli, namun banyak masyarakat khususnya Kota Bandarlampung yang jarang sekali menggunakan bahasa daerahnya.

Diharapkan hasil penelitian ini kata Purwono, dapat membantu proses pembelajaran bahasa Lampung dalam meningkatkan kosakata dasar untuk tercapainya peningkatan kosakata bahasa Lampung. Yaitu dengan menggunakan alat bantu (media) sebagai sarana pendidikan dengan memanfaatkan perangkat mobile (android). (W9)

Go to Top