Mahathir Bangun Optimisme Mahasiswa Baru Universitas Teknokrat
en id
Friday, 14 December 2018

Latest News

Mahathir Bangun Optimisme Mahasiswa Baru Universitas Teknokrat

Ketua Yayasan Pendidikan Teknokrat Dr. H. Mahathir Muhammad, SE, MM, benar-benar menjadi motivator bagi mahasiswa dan generasi muda.

Dengan penuh semangat, Doktor jebolan UGM ini, membangun sifat optimisme mahasiswa baru Universitas Teknokrat Indonesia yang sedang mengikuti Program Orientasi Pendidikan Tinggi (Propti), Sabtu (25/9/2018). Bahkan dengan gaya tubuh, Wakil Rektor III Universitas Teknokrat ini memberi pandangan dan pilihan hidup bagi mahasiswa.

Menurut Mahathir, mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan, bukan hanya siap bekerja, tapi harus siap menghadapi tantangan hidup.

Mahasiswa lanjut Mahathir, harus punya impian dan cita-cita. Karena itu, proses pembelajaran yang sedang dilakukan hendaknya bisa untuk mewujudkan impian dan cita-cita untuk menentukan hidup.

Karenanya mahasiswa juga harus merubah pola pikir. Karena sekarang sudah menjadi mahasiswa bukan lagi siswa. Kalau dulu belajar hanya untuk orientasi nilai saja, maka sekarang cara berpikirnya harus dirubah.

Kita harus bertanggungjawab pada diri sendiri. Pendidikan apa yang diinginkan dan apa yang diinginkan keluaga. Tentunya, apa yang dilakukan tetap harus bermunajat dengan mendekatkan diri kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa.

Mahathir juga mengingatkan kepada mahasiswa jangan salah mencari teman. Mencari teman yang bisa menjadi motivasi untuk giat belajar. Jangan salah mencari teman sehingga mempengaruhi diri sendiri untuk maju. “Jangan menjadi robot dalam hidup anda. Karena anda yang menetukan kehidupan anda,” ujar Mahathir.

Sebab kata putra HM. Nasrullah Yusuf Rektor Universitas Teknokrat ini, hidup ini singkat. Karena singkat kadang ada orang hidup tapi tidak hidup. Sehingga kerja tidak semangat dan hanya terpaku pada perintah atasan.

Bagi kahasiswa dalam proses belajar lanjut Mahathir, biasanya termotivasi oleh lingkungan. Ada dua motivasi yaitu, Inrinsic motivation yaitu motivasi muncul dari dalam diri sendiri. Lalu Extrinsic Motivation yaitu motivasi tumbuh dari pengaruh luar.

Karenanya, hidup jangan hanya pasrah pada kenyataan diri sendiri, sehingga akan selalu menjadi korban. Tapi hidup harus menentukan pilihan. Jangan suka menyalahkan orang lain, mahasiswa harus bertanggungjawab pada diri sendiri. Dia juga mengharapkan mahasiswa Teknokrat bukan hanya lulus dalam belajar, tapi harus menjadi kreator. (W9)

Go to Top