Prof Satria : Mahasiswa Teknokrat Harus Mempersiapkan Diri Hadapi Revolusi Industri 4.0
en id
Friday, 14 December 2018

Latest News

Prof Satria : Mahasiswa Teknokrat Harus Mempersiapkan Diri Hadapi Revolusi Industri 4.0

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung Prof. Dr. Satria Bangsawan, MSi, memberi materi tentang “Peran Perguruan Tinggi dalam Membangun Potensi Generasi Muda di Era Revolusi Industri 4.0”.

Guru besar Unila ini memberikan kiat sukses belajar di perguruan tinggi pada acara Program Orientasi Pendidikan Tinggi (Propti) 2018 gelombang kedua Universitas Teknokrat Indonesia, Jumat (14/9/2018).

Dalam kesempatan ini, Prof. Satria Bangsawan mengatakan, mahasiswa Universitas Teknokrat harus mempersiapkan diri menghadapi revolusi industri 4.0.

Sebab di era revolusi industri 4.0, ada perubahan cara kerja yang menitikberatkan pada pengelolaan data, sistem kerja industri melalui kemajuan teknologi, komunikasi dan peningkatan efisiensi kerja yang berkaitan dengan interaksi manusia. Saat ini perubahan itu sudah dirasakan, karena hampir semua aspek serba teknologi.

Menghadapi revolusi industri lanjut Prof Satria, Perguruan Tinggi merupakan lembaga formal yang diharapkan dapat melahirkan tenaga kerja kompeten yang siap menghadapi industri kerja yang kian berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Keahlian kerja, kemampuan beradaptasi dan pola pikir yang dinamis menjadi tantangan bagi sumber daya manusia, di mana selayaknya dapat diperoleh saat mengenyam pendidikan formal di Perguruan Tinggi.

Di era Revolusi Industri 4.0, lanjut Satria, kuantitas bukan lagi menjadi indikator utama bagi suatu perguruan tinggi dalam mencapai kesuksesan, melainkan kualitas lulusannya. Kesuksesan sebuah negara dalam menghadapi revolusi industri 4.0 erat kaitannya dengan inovasi yang diciptakan oleh sumber daya yang berkualitas. Oleh sebab itu, Perguruan Tinggi wajib dapat menjawab tantanganuntuk menghadapi kemajuan teknologi dan persaingan dunia kerja di era globalisasi.

Dalam menciptakan sumber daya yang inovatif dan adaptif terhadap teknologi, diperlukan penyesuaian sarana dan prasarana pembelajaran dalam hal teknologi informasi, internet, analisis big data dan komputerisasi. Perguruan tinggi yang menyediakan infrastruktur pembelajaran tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang terampil dalam aspek literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia.

Terobosan inovasi akan berujung pada peningkatan produktivitas industri dan melahirkan perusahaan pemula berbasis teknologi, seperti yang banyak bermunculan di Indonesia saat ini.

Persiapan dalam menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan Revolusi Industri 4.0 adalah salah satu cara yang dapat dilakukan Perguruan Tinggi untuk meningkatkan daya saing terhadap kompetitor dan daya tarik bagi calon mahasiswa.

Usai menyampaikan materi, moderator Saniati, MT, memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya. Mahasiswa tampak semangat menyampaikan pertanyaan kepada Prof. Satria. Guru besar Unila ini mengapresiasi semangat mahasiswa baru Teknokrat rasa ingin tau banyak tentang ilmu. Karenya, diharapkan mahasiswa Teknokrat lebih giat lagi dalam belajar sehingga lulus dengan prestasi. (W9)

Go to Top