Kemenristek Dikti Nilai Teknokrat Sudah Mengarah Pembentukan Mahasiswa Kreatif
en id
Monday, 22 October 2018

Latest News

Kemenristek Dikti Nilai Teknokrat Sudah Mengarah Pembentukan Mahasiswa Kreatif

Direktur Kemahasiswaan Kemenristek Dikti Dr. Didin Wahidin, MPd, memberi materi pada Program Orientasi Pendidikan Tinggi (Propti) gelombang kedua di Universitas Teknokrat Indonesia, Sabtu (15/9/2018).

Kedatangan Didin Wahidin disambut langsung oleh Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE, MBA dan Ketua Yayasan Pendidikan Teknokrat Dr. H. Mahathir Muhammad, MM serta pejabat Teknokrat.

Didin memberikan materi tentang “Membentuk karakter mahasiswa berwawasan kebangsaan dan berjiwa kreatif.” Menurut Didin, Teknokrat sudah mengarah kepada pembentukan mahasiswa yang kreatif. Ini sudah terlihat dari prestasi yang diraih mahasiswa Teknokrat, seperti Bahasa Inggris, Robot, komputer dan lain-lain.

Menurut Didin, Indonesia punya potensi sumberdaya alam yang melimpah. Juga sumber daya manusia yang besar karena jumlah penduduk Indonesia besar. Pejabat Kemenristek Dikti ini merasa kurang puas dengan posisi 16 besar ekonomi Indonesia tingkat dunia. Kenapa belum puas, karena baru mengandalkan sumber daya alam yang melimpah dan belum mengandalkan sumber daya manusia.

Kalau sumberdaya manusia sudah kuat, maka cita cita ingin menjadi nomor 4 ekonomi dunia tahun 2050 akan terwujud. “Tapi kita inginnya menjadi nomor satu di dunia. Bisa kalau mahasiswa baru belajar yang giat dan kerja yang keras serta tangguh tahan ujian dan goncangan,” ujar Didin.

Daya Saing 

Masih menurut Didin, daya saing Indonesia masih tergolong rendah. Karena daya inovasi masih rendah, maka manusia Indononesia belum optimal dan maksimal karenanya masih rendah.

Ia juga mengatakan, daya saing rendah karena kreatifitas rakyat Indonesia masih rendah. Ini terjadi karena sistem pendidikan kita masih belum memadahi. Karenanya, mahasiswa harus punya iklim kreatifitas.

Saat ini kata Didin, Angka partisipasi kasar perguruan tinggi masih 32 persen. Ini masih rendah bila dibandingkan dengan negara-negara lain.

Disamping itu, ada masalah bersama Bangsa Indonesia yang harus diselesaikan dengan cara bersama. Seperti masalah kemiskinan, sosial, narkoba, radikslisme dan lain-lain.

Tantangan kedepan, bahwa kita dihdapkan dengan revolusi industri ke 4. Apa yang dilakukan sekarang hendaknya bisa bersaing dimasa masa yang akan datang. “Maka, hendaknya kita menjadi manusia yang utuh. Bahwa kita harus meyakini mempunyai pendidikan dan keilmuan yang utuh. Maksudnya harus menguasai ilmu dan teknologi masing-masing. Diharapkan dari Universitas Teknokrat bisa dikembangkan ilmu dan teknologi ke masyarskat. “Jadi penguasaan ilmu dan teknologi merupakan syarat-syarat yang paling, paling, paling utama,” ujar Didin. (W9)

Go to Top