Bimas Polda Lampung Beri Pemahaman Pencegahan Radikalisme kepada Mahasiswa Universitas Teknokrat
en id
Friday, 14 December 2018

Latest News

Bimas Polda Lampung Beri Pemahaman Pencegahan Radikalisme kepada Mahasiswa Universitas Teknokrat

Kampus merupakan lembaga yang digunakan untuk mendidik para generasi muda calon generasi penerus bangsa. Karena itu, kampus harus punya cara atau metode untuk mencegah paham radikalisme di lingkungan perguruan tinggi.

Demikian dikatakan Kapolda Lampung Irjen Pol. Drs. Purwadi Arianto, MSi, yang diwakili oleh Wadir Bimas Polda Lampung AKBP Abdul Rahman Napitupulu, SH, saat memberikan materi pada acara Program Orientasi Pendidikan Tinggi (Propti) gelombang kedua di Universitas Teknokrat Indonesia, Kamis (13/9/2018).

Perguruan tinggi yang merupakan kelompok intelektual, kata AKBP Abdul Rahman, rawan dimasuki paham-paham radikalisme yang negatif. Karenanya, perlu dijaga nilai-nilai di lingkungan perguruan tinggi pada khususnya, supaya bisa menangkal paham-paham radikal tersebut.

Karena saat ini paham radikalisme yang negatif berupa intoleransi, anti- NKRI, anti-Pancasila dan penyebaran paham-paham yang mengarah kepada perpecahan umat mulai tersebar di media-media sosial, masyarakat dan kalangan perguruan tinggi.

Banyak modus dan pola bagaimana kelompok-kelompok tersebut masuk untuk menyebarkan paham-paham radikal negatif terebut di lingkungan kampus.

AKBP Abdul Rahman lebih lanjut menjelaskan, bahwa apa yang dilakukan oleh Universitas Teknokrat dengan adanya program khusus berupa penguatan jiwa nasionalisme dan kebangsaan serta pembekalan terhadap paham radikal terorisme sudah tepat.

Sebab, paham radikal negatif yaitu anti NKRI, anti Pancasila, intoleransi dan penyebar paham takfiri, yang suka mengkafir-kafirkan orang ini yang sangat berbahaya dan harus dicegah.

Untuk itu perlu mengembalikan dan memompa semangat para generasi muda untuk cinta terhadap tanah air dan kebudayaan lokal. Sebab, nilai-nilai lokal, rasa persaudaraan kita sekarang mulai tergerus, tereduksi.

Usai penyampaian materi AKBP Abdul Rahman, moderator Syaiful Ahdan, MT, memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menyampaikan pertanyaa. Beberapa mahasiswa menyampaikan pertanyaan masalah radikalisme dan lain-lain. (Warta9.com)

Go to Top