Universitas Teknokrat Terbaik Nasional dalam Model Pembelajaran E-Learning
en id
Friday, 16 November 2018

Latest News

Universitas Teknokrat Terbaik Nasional dalam Model Pembelajaran E-Learning

Universitas Teknokrat Indonesia membuktikan kualitasnya dalam menyelenggarakan kuliah dalam jaringan (E-Learning).

Model Pembelajaran E-Learning yang dikembangkan oleh Tim Pengembang E-Learning Universitas Teknokrat Indonesia terpilih menjadi model pembelajaran E-Learning terbaik ketiga dalam Seminar Nasional dan Workshop Pengembangan Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan (SPADA) Kemenristekdikti bekerjasama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah VII.

Raihan ini menjadikan Tim Pengembang E-Learning Universitas Teknokrat Indonesia terbaik di luar pulau Jawa di mana tim pengembang E-Learning terbaik pertama di raih oleh Universitas Wisnuwardhana, sedangkan terbaik kedua diraih oleh Universitas Gajayana.

Seminar dan Workshop yang berlangsung selama tiga hari (8-10 Agustus 2018) ini berlangsung di Hotel Same Malang diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari kampus dan Universitas Swasta dari Medan, Palembang, Lampung, Jakarta, Jawa Timur, dan Makasar. Peserta Seminar dituntut untuk mengembangkan suatu kuliah dalam jaringan setelah mendapatkan materi dan pelatihan yang diberikan oleh Pengembang SPADA Kemenristekdikti.

Dalam hal ini tim pengembang E-Learning Universitas Teknokrat Indonesia yang diwakili Syaiful Ahdan, S.Kom., MT dan Achmad Yudi Wahyudin, S.Pd., M.Pd, mengembangkan mata kuliah Operating System dan English for Business dengan menggunakan Platform Moodle berbasis Massive Open Online Course (MOOC). Penilaian model pembelajaran E-Learning terbaik berdasarkan pada beberapa aspek seperti, kelengkapan sumber bahan ajar, latihan, forum, dan quiz yang dapat memberikan proses pembelajaran kepada mahasiswa.

Ketua APTISI Wilayah VII, Prof. Dr. Suko Wiyono, S.H., M.Hum, mengapresiasi partisipasi dan kerja keras seluruh peserta dalam menciptakan kuliah dalam jaringan. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi seluruh Universitas Swasta di Indonesia karena pembelajaran dalam jaringan merupakan suatu proses nyata dalam menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0,” ujarnya.

Terpisah, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE, MBA, mengaku sangat mendukung pelaksanaan pembelajaran dalam jaringan yang saat ini menjadi perhatian utama bagi seluruh Perguruan Tinggi. Anggota Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia ini berpendapat bahwa sudah saatnya Perguruan Tinggi menyelenggarakan kuliah dalam jaringan sebagai suatu alternatif dalam peningkatan mutu pembelajaran.

“Kuliah dalam jaringan dapat memfasilitasi dosen dan mahasiswa dalam menjalankan proses perkuliahan tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu,” tandasnya.(warta9.com)

Go to Top