Teknokrat Beri Beasiswa Pebasket
en id
Saturday, 23 March 2019

Latest News

Teknokrat Beri Beasiswa Pebasket

Para altet harus tetap mengukir prestasi akademik yang dilihat melalui nilai IPK.

Perguruan Tinggi Teknokrat tidak hanya peduli terhadap prestasi olahraga atlet Lampung, tetapi juga dengan kebutuhan pendidikan akademiknya. Salah satu bentuk kepeduliannya adalah dengan menawarkan beasiswa penuh bagi pebasket terbaik yang terjaring dalam Teknokrat Basketball Competition 2015.

“Selain prestasi olahraga, kemampuan akademik juga tidak kalah penting sebagai bekal di kemudian hari,” kata Ketua Perguruan Tinggi Teknokrat Nasrullah Yusuf, usai membuka Teknokrat Basketball Competition di kampus setempat, Senin (14/12). Kompetisi tersebut diikuti siswa dari 45 SMA sederajat se-Sumatera bagian selatan.

Dalam kesempatan itu, Nasrullah Yusuf mengajak peserta meneladani maneladani manta pemain klub Amerika, Houston Rocket, Yao Ming, yang tetap melanjutkan pendidikan hingga ke pendidikan tinggi. Meski menjadi pebasket dunia, Yao Ming, yang tetap melanjutkan kuliah di Universitas JiaoTong, Shanghai.

“Beberapa mata kuliah yang diambil Yao Ming pada semester awalnya yaitu matematika, bahasa Inggris, dan sejarah modern Tiongkok, hingga akhirnya dia meraih gelar sarjana ekonomi,” kata Nasrullah Yusuf.

Sebagai perguruan tinggi swasta yang memiliki beragam pilihan jurusan, Teknokrat merasa perlu mendukung keberhasila pebasket Lampung, baik di bidang olahraga maupun akademik. Pemain terbaik dapat menikmati kuliah gratis hingga menyandang gelar sarjana.

Kompetisi tingkat provinsi ini juga mendukung kesiapan atlet muda untuk mewakili Lampung di tingkat nasional.

Tidak hanya memberi kuliah gratis, perguruan tinggi tersebut juga berkomitmen mendukung peningkatan prestasi pebasket dengan terus mengikutsertakan mahasiswanya pada berbagai kompetisi regional maupun nasional. Beasiswa tersebut akan membantu atlet muda meraih masa depan yang gemilang, baik sebagai pebasket maupun kaum akademisi.

 

“Saya optimistis para pebasket muda akan memiliki kebanggaan dan kehormatan setelah menjalani kehidupan sebagai mahasiswa,” kata Nasrullah.

Ia menjelaskan hingga kini pihaknya telah mendidik puluhan atlet berbagai cabang olahraga melalui beasiswa penuh. Meski mendapat kebebasan mengikuti berbagai kompetisi, para atlet harus tetap mengukir prestasi akademik yang dilihat melalui nilai IPK.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Teknokrat Mahathir Muhammad mengatakan kompetisi tersebut merupakan dukungan untuk meningkatkan prestasi olahraga di Lampung. “Kompetisi tingkat provinsi ini juga mendukung kesiapan atlet muda untuk mewakili Lampung di tingkat nasional,” ujar dia.

Menurut Mahathir, semakin maraknya kompetisi basket di tingkat provinsi, altlet muda akan semakin terbiasa berkompetisi, “Saya harap para pebasket muda terus bersemangat meningkatkan kualitas pendidikan formalnya,” ujar dia.

Basket fullgame diikuti 40 tim putra dan 20 tim putri, basket 3 x 3 diikuti 10 tim putra dan 10 tim putri, dan modern dance diikuti 8 tim. Beberapa sekolah peserta kompetisi yaitu SMA Fransiskus Bandar Lampung, SMAN 1 sekincau, zsmkn 1 Kalianda, dan SMAN 2 Martapura. Kompetisi berlangsung hingga Sabtu (19/12).

Go to Top