Festival Paduan Suara Teknokrat Gelorakan Semangat Kepahlawanan
en id
Wednesday, 20 February 2019

Latest News

Festival Paduan Suara Teknokrat Gelorakan Semangat Kepahlawanan

    Nasrullah menyebutkan salah satu tokoh nasional yang berjasa dengan menciptakan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Wage Rudolf Soepratman.

Perguruan Tinggi Teknokrat mengelorakan semangat kepahlawanan kepada generasi muda dengan menggelar Festival Paduan Suara. Festival yang diikuti siswa SMA sederajat se-Lampung itu mengusung tema dengan seni kita kenang semangat juang dan jasa para pahlawan bangsa.
Kegiatan diawali dengan mengheningkan cipta yang dipimpin Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Hery Suliyanto. Seluruh peserta festival dan guru pendamping khusyuk menundukkan kepala mengenang jasa paraq pahlawan.
Ketua Perguruan Tinggi Teknokrat Nasrullah Yusuf mengatakan festival tersebut sengaja dilaksanakan bertepatan dengan Hari Pahlawan. “Hari Pahlawan yang sangat penting diperingati. Ini salah satu bentuk pendidikan karakter,” kata Nasrullah saat memberikan sambutan, dikampus setempat, Selasa (10/11).
Menurut dia, lagu7 dan seni merupakan  salah satu sarana pembangkit nasionalisme dan patriotisme. Nasrullah menyebutkan salah satu tokoh nasional yang berjasa dengan menciptakan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Wage Rudolf Soepratman. Kala itu, lagu tersebut langsung terkenal dikalangan pergerakan nasional.
“Saat partai-partai politik mengadakan kongres, lagi Indonesia Raya selalu dinyanyikan , dan lagu itu terus dipakai menyatukan seluruh warga negara dalam acara-acara resmi”, kata Nasrullah. Menurut dia, lagu dapat mencerminkan semangat dan budaya suatu bangsa.
Pada kesempatan itu, Hery Suliyanto mengajak siswa dan guru pendamping untuk memperingati perjuangan pahlawan. Salah satu caranya dengan berkarya dan berprestasi. “ Saya berharap siswa dapat bersaing sehat, termasuk dalam paduan suara. Saya akan mengusulkan pemenangnya tampil dalam kegiata seremonial pemerintah,” kata Hery.
Sebelum lomba dimulai, dua mahasiswa Teknokrat membacakan puisi berjudul Lihat Aku Pahlawanku, sambil diiringai lagu gugur bunga. Festival diikuti 14 tim terdiri dari SMAN 2 Bandar Lampung, SMA Xaverius Bandar Lampung, SMA Fransiskus Bandar Lampung, SMAN 1 Natar, SMK Penerbangan Bandar Lampung, SMA Perintis 2 Bandar Lampung, SMK Pelita Pesawaran, SMA Alkautsar, SMAN 9 Bandar Lampung, SMKN 4 Bandar Lampung, SMK SMTI Bandar Lampung, SMK Muhammadiyah 2  Bandar Lampung, SMAN 1 Pringsewu, dan SMKN 9 Bandar Lampung.
Lagu wajib yang dapat dipilih, yaitu Maju Tak Gentar, Gugur Bunga, dan Hyme Guru. Sementara lagu daerah pilihan, Yakni Sik-Sik Sibatumanikam, Jali-Jali, Es Lilin, Manuk Dadali, Cublak-Cublak Suweng, Rek Ayo Rek, Cangget Agung, Bumi Lampung, Yamko Rambe Yamko, dan Ayam Den Lapeh.
Salah satu juri, Makarios Karo Sekali, menyebut empat element penilaian terdiri dari Intonasi, Kualitas Suara, Kesesuaian Partitur, dan  penampilan artistik. Juara Pertama diraih SMAN 2 Bandar Lampung, Juara ke-2 SMA Al-Kautsar Bandar Lampung, Juara ke Tiga SMA Fransiskus Bandar Lampung, Kostum Terbaik SMA Al-Kautsar dan Koreografi terbaik SMA Xaverius Bandar Lampung. (Lampung Post, 11 November 2015)

Go to Top