Teknokrat Juara II KRTI 2015
en id
Saturday, 17 November 2018

Latest News

Teknokrat Juara II KRTI 2015

Bandarlampung, Tim Robot Perguruan Tinggi Teknokrat kembali mencetak prestasi gemilang di tingkat Nasional. Dimana tim Krakatau x-4 keluar sebagai jawara II divisi Vertical Take Off and Landing (VTOL) kategori Water Based Fire Extiguisher dalam Konter Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2015. 

Ajang tingkat nasional yang diselenggarakan Kemenristek-Dikti dan LAPAN ini berlangsung sejak 16-19 September di Lanud, Gading Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta. Kompetisi ini, diikuti oleh 209 Tim dari 29 Universitas dan Perguruan Tinggi se-Indoonesia dalam enam kategori. 

Ketua Tim Krakatau x-4, M.Noor Azwarroni menceritakan persiapan timnya dalam menghadapi lomba tersebut. Menurutnya, tim yang juga digawangi oleh Ilham Al Aziz, Gilang Febrianto, dan Zakaria Assubkhi itu sudah melakukan latihan selama satu bulan full. Eksperimen mereka lebih menitiberatkan pada percobaan untuk memadamkan api sampai tahap penerbangan dari pola robot tampa awak/nirawak yang diikutinya.

 Selama latihan, dirinnya mengaku menemui kesulitan ketika membuat program memadamkan api. "akhirnya, berkat usaha berkali-kali dan tentunya doa, kita bisa persembahkan karya tim krakatau X-4," kata mahasiswa jurusan Teknik Informatika itu bangga.

Terkait hambatan, dia mengaku timnya tidak hanya menemui pada persiapan saja, melainkan sampai dengan pelaksanaan lomba. Faktor seperti cuaca, angin kencang, hingga terik matahari yang menganggu navigasi pesawat nirawak. " ini yang membuat kami harus memiliki antisipasi yang tepat," bebernya.

Senada, Pembimbing tim Krakatau X-4, Jaka Persada Sembiring. Menurut dia, kehandalan robot yang dirancang timnya diuji oleh sistem robot yang dibuat. "Begitu Start, semua secara otomatis sudah diatur oleh sistem. Jadi kehandalan robot ini tergantuang dari pencapaian pembuat sistem oleh tim," Jelas dia.

Untuk pemadam api, dia menceritakan, robot mencari api untuk dipadamkan dengan air pada satu titik. Dimana robot ini start dari home based atau tempat dia take off, lalu bernavigasi dan mencari api di lapangan yang berukuran 50 meter. Setelah menemukan 1 titik api yang ditentukan oleh juri yakni diantara titik A.1 - A.4, robot melakukan misinya untuk memadamkan api dari salah satu titik tersebut.

"Setelah titik api itu dipdamkan dengan air, robot kembali ke homebased dan landing," tuturnya.

Simulasi alat pemadam api itu bebrbetuk kotak dengan tinggi 60 cm, berdiameter 60 cm. didalamnya diletakkan sebuah lampu halogen yang menyala terang dengan daya 500-1000 watt. diatas lampu itu diletakkan kaca bening dengan diametr 60 cm dan terdapat obor yang terbuat dari botol minuman berepa gelas.

 

Go to Top