TEKNOKRAT MELAJU KE FINAL KONTES NASIONAL ROBOBOAT
en id
Thursday, 18 April 2019

Latest News

TEKNOKRAT MELAJU KE FINAL KONTES NASIONAL ROBOBOAT

Mahasiswa Perguruan Tinggi Teknokrat tak henti-hentinya menorehkan prestasi. Kali ini prestasi yang diraih adalah di bidang teknologi robotik pada ajang Roboboat atau Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2012 sebagai finalis, yang diselenggarakan oleh Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Universitas Diponegoro.

Kegiatan yang mengusung tema ”Kejayaan Bahari Melalui Rekayasa Teknologi Maritim” rencananya akan digelar tanggal 30 Oktober 2012 mendatang di Pantai Kartini Jepara Jawa Tengah, yang diikuti oleh Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Indonesia. 

 

 

 

Mahasiswa Teknokrat yang membuat Kapal Cepat Tak Berawak ini adalah Bp. Putra Hermana (S1 Teknik Informatika), Doris Juarsa (D3 Manajemen Informatika), dan Ade Nata Rosyadi                   (S1 Teknik Informatika), dengan dosen pembimbing Yenni Agus Nurhuda, S.Si., M.Cs. Saat ditemui Agus menjelaskan bahwa kontes ini merupakan yang pertamakali di selenggarakan. Dalam kontes ini, mahasiswa diuji daya kreasinya dalam bidang rancang bangun kapal yang tidak hanya mencakup desain badan kapal yang baik, tetapi juga mencakup perencanaan sistem penggerak dan sistem navigasi yang handal, ujar Agus. Kontes ini terbagi atas tiga kategori yaitu kapal Autonomous (Otomatis/Sensor), kapal cepat dengan sistem manual (Remote Control), dan kapal cepat Fuel Engine (Manual System). Hanya delapan perguruan tinggi di Indonesia yang mampu lolos ke final nasional, salah satunya Teknokrat setelah melalui seleksi pembuatan prototipe kapal tanpa awak, sambung Agus.

 

 

 

Lebih lanjut Agus menjelaskan untuk kategori kapal Autonomous, sistem kendali harus didesain dengan menggunakan piranti lunak elektronik otomatis atau sensor sebagai pengganti remote kontrol. Untuk kategori kapal cepat dengan sistem manual, kapal dibuat menggunakan baterai sebagai sumber tenaga penggerak dengan bantuan pengendali gerak berupa remote control (RC). Sedangkan kapal cepat Fuel Engine harusdidesain dengan menggunakan mesin berbahan bakar dan melakukan pergerakkan dengan bantuan sistem operasi manual, jelas Agus.

 

 

 

Selain itu, Agus menjelaskan setiap masing-masing kategori tersebut memiliki misi dan tantangan yang berbeda-beda sesuai dengan lintasan yang telah ditetapkan. Secara umum kemampuan menyelesaikan misi tersebut diukur melalui kecepatan kapal prototipe dan kemampuan manuvernya. Bagi peserta yang mendapat juara 1 nasional, nantinya akan diikutsertakan dalam kontes serupa di luar negeri. Untuk itu, Agus menambahkan bahwa tim Teknokrat akan berupaya semaksimal mungkin melakukan persiapan untuk menghadapi kontes nasional mendatang, ujar Agus.

 

 

 

Ketua Perguruan Tinggi Teknokrat, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE., MBA. mengatakan prestasi yang diraih ini membuktikan bahwa kemampuan mahasiswa Teknokrat tidak kalah dibandingkan dengan perguruan tinggi besar di Indonesia. “Teknokrat juga akan terus melatih dan memfasilitasi mahasiswa untuk dapat terus berprestasi”, sambung Beliau.

Go to Top