Teknokrat Peroleh Bantuan Native Speaker dari Kedutaan Besar Amerika Serikat
en id
Saturday, 23 March 2019

Latest News

Teknokrat Peroleh Bantuan Native Speaker dari Kedutaan Besar Amerika Serikat

Kedutaan Besar Amerika Serikat memberikan bantuan native speaker kepada STBA Teknokrat, Mr. Fabio Coelho.  Dalam kunjungannya selama 2 hari(7 – 8 Februari 2014) di Teknokrat, Fabio memberikan pelatihan untuk dosen tentang metode, teknik pengajaran, dan sumber pembelajaran online learning resources. Dalam sesi ini Fabio menyampaikan tentang berbagai metode dan teknik pengajaran, baik untuk bahasa Inggris maupun bidang komputer. Ia juga memberikan informasi tentang situs pembelajaran dan pengajaran yang bisa diakses secara gratis.

 

Selanjutnya Fabio memberikan motivasi dan diskusi tentang organisasi kemahasiswaan bagi para aktivis Teknokrat dan menyampaikan pentingnya organisasi sekaligus berbagi informasi tentang organisasi kemahasiswaan di luar negeri, terutama di Amerika.  Para aktivis sangat antusias bertanya dan berbagi pengalaman tentang organisasi dan kegiatan kemahasiswaan di Perguruan Tinggi Teknokrat.  Para mahasiswa memperoleh saran dan motivasi tentang bagaimana menyelenggarakan kegiatan kemahasiswaan dengan sukses serta pentingnya kompetisi untuk mengasah kemampuan.

Scientific seminar on language and culture bersama penutur asing Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Teknokrat mengadakan seminar tahunan ke-8 kalinya. Pada tahun ini, seminar bahasa yang bertemakan “Mastering Advanced Technology, Language and Art to Win Cultural Integration” menghadirkan narasumber dari kedutaan besar amerika dan penutur asing dari jepang. Selain menghadirkan penutur asing, seminar ini juga adalah wadah bagi mahasiswa STBA Teknokrat dalam mempresentasikan hasil penelitian mereka.

 

Seminar bahasa yang dihadiri oleh 40 sekolah dibandar lampung ini, menghadirkan Fabio Coelho (penutur asing dari amerika), Araki Mari (penutur asing dari jepang sekaligus dosen bahsa jepang di STBA Teknokrat), Nurani Istiqomah dan Oyen Sutikno (Mahasiswa D3 Bahasa Jepang), serta Lara Widya Azizta danPuspa Ganda Sari (Mahasiswa Sastra Inggris).Seminar yang ditujukan bagi siswa SMA/SMK/MA se-bandarlampung ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang identitas bangsa ditengah-tengah modernisasi dan globalisasi di Indonesia. Diharapkan setelah siswa setelah menghadiri seminar ini, mereka dapat mengaplikasikan apa yang disampaikan oleh pemateri di kehidupan sehari-hari, Teknokrat hadirkan Native Speaker dari Amerika dan Jepang pada Scientific Seminar Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Teknokrat hadirkan native speaker dari kedutaan besar Amerika dan jepang pada Scientific seminar on language and culture dengan tema “Mastering Advanced Technology, Language and Art to Win Cultural Integration”.


Seminar bahasa yang dihadiri oleh 282 siswa SMA dari 40 sekolah di bandar lampung ini dilaksanakan pada 8 Februari 2014 di kampus Perguruan Tinggi Teknokrat, menghadirkan Fabio Coelho (penutur asing dari Amerika), Araki Mari (penutur asing dari Jepang sekaligus dosen bahasa jepang di STBA Teknokrat).

Selain seminar, ada presentasi hasil penelitian mahasiswa STBA Teknokrat dari Nurani Istiqomah dan Oyen Sutikno (Mahasiswa D3 Bahasa Jepang), serta Lara Widya Azizta dan Puspa Ganda Sari (Mahasiswa S1 Sastra Inggris). Lara sapaan Lara Widya Azizta membahas tentang Vernacular’s Cultivation for Teens yaitu tentang penggunaan bahasa daerah yang sudah menghilang di kalangan remaja. Art, Culture and Our Identity merupakan pembahasan dari Puspa yang berbicara tentang bagaimana para pemuda seharusnya dalam mengapresiasikan seni dan budaya lokal sehingga tetap bertahan ditengah-tengah modernisasi.

 

Sementara Nuraini mengajak siswa untuk mulai mempelajari bahasa Jepang dalam bahasa Inggris demi mempersiapkan diri menyonsong Asean Economic Community (AEC) 2015. Andika Putra, S.S. selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa seminar yang ditujukan bagi siswa SMA/SMK/MA se-bandarlampung ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang identitas bangsa ditengah-tengah modernisasi dan globalisasi di Indonesia. Diharapkan setelah siswa menghadiri seminar ini, mereka dapat mengaplikasikan apa yang disampaikan oleh pemateri di kehidupansehari-hari. 
Go to Top