Mahasiswa Teknokrat Perkenalkan Budaya Lampung lewat Aplikasi Augmented Reality
en id
Sunday, 19 August 2018

Students' Researches

Mahasiswa Teknokrat Perkenalkan Budaya Lampung lewat Aplikasi Augmented Reality

Berawal dari kepedulian terhadap kebudayaan lokal, mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia, Gilang Hermawan menciptakan sebuah aplikasi berbasis android yang bertujuan untuk mempromosikan cagar budaya Lampung. Aplikasi tersebut bernama Augmented Reality.

Gilang mengungkapkan,  cagar budaya yang diperkenalkan adalah cagar budaya yang terdapat di Museum Lampung. Aplikasi tersebut menggunakan beberapa tools seperti : Unity, Vuforia, dan Blender.

“Aplikasi ini dibuat untuk menambah daya tarik bagi masyarakat Lampung dalam mengenali Cagar Budaya Lampung,” tutur mahasiswa yang kini sudah menjadi alumni tersebut.

Aplikasi tersebut merupakan kegiatan penelitian skripsi. Ia memutuskan untuk membuat aplikasi tersebut karena melihat media informasi pengenalan Ragam Budaya Lampung yang kurang menarik bagi masyarakat.

Menurut Gilang metode yang digunakan dalam penelitiannya yakni Markerles Based Trakcing dan Android Based Augmented reality. Aplikasi Augmented Reality Pengenalan Cagar Budaya Lampung diuji menggunakan ISO 9126 dengan hasil mudah dipelajari dan mudah digunakan.

“Memang ada kendala pada alat tersebut yakni pada kualitas kamera dan pencahayaan. Namun hasil pengujian menunjukan bahwa aplikasi ini menarik, dan layak untuk dikembangkan kembali. Aplikasi saat ini sedang dikembangkan lebih lanjut,” jelasnya alumni Program Studi Informatika angkatan 2013 tersebut.

Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Yeni Agus Nurhuda, S.Si., M.Cs. mengaku gembira dengan banyaknya alat atau aplikasi yang diciptakan oleh mahasiswa. Ia pun terus mendorong mahasiswa untuk dapat melakukan riset-riset yang inovatif dan bermanfaat untuk masyarakat.

“Di era disrupsi seperti sekarang ini, kita harus dapat menciptakan karya-karya teknologi yang berguna dan memudahkan masyarakat. Karena dengan demikian kita akan maju. Di Teknokrat kami sangat mendukung mahasiswa untuk melakukan riset-riset inovatif,” tutur Dekan. (*)

Go to Top